Aku pemuas nafsu ayah mertuaku

Namaku Sinta, aku adalah seorang istri dari anak pengusaha batik, sebenarnya suami saya adalah anak angkat dari mertuaku yang pengusaha batik tersebut.

Aku berkenalan dengan Ridho suamiku pada saat kami kuliah di Institut Tekstil, aku mau dinikahi oleh dia bukan karena dia anak pengusaha akan tetapi memang didasari oleh cinta kami yang tumbuh sejak pertama kali kita bertemu, bahkan sayapun tidak tahu kalau latar belakang keluarganya memiliki industri batik besar di Solo. Baru setelah Ridho serius untuk meminangku dan aku menyetujui, aku diajaknya untuk dikenalkan dengan orang tuanya, pada saat itulah baru aku mengetahui bahwa keluarga itu memiliki bisnis batik dan mas Rido adalah anak tunggal mereka, dimana dia akan mewarisi bisnis tersebut kelak.
Akupun bahagia dengan keadaan itu, paling tidak masa depan rumah tanggaku kelak jelas terjamin.
Pada saat perkenalan itu ibu mas Rido dalam kondisi sakit dan aku sangat kasihan melihatnya, apalagi dia berkata
�Nak Sinta ibu dan bapak sudah menyetujui Rido untuk menikah dengan nak Sinta� akupun lega mendengarnya,
�ibu juga gak bisa menunggu terlalu lama, jadi kalian harus segera menikah yah� akupun sedih mendengarnya
�Ibu sudah gak bisa merawat Rido dan bapak dengan baik, jadi nak Sinta segera menikah saja biar ibu bisa menyaksikan dan nak Sinta bisa posisi ibu kelak� lanjutnya dengan memelas kepadaku
�Baik bu, ibu jangan punya fikiran macam2, kami akan menikah sesegera mungkin dan yang terpenting bagi saya adalah kesehatan ibu� jawabku untuk menenangkan dia
Akan tetapi dari perkenalan itu ada yang membuat diriku agak terganggu dengan yaitu pandangan ayahnya mas Rido membuatku kadang-kadang malu sendiri.
Mata dia melihatku seperti ingin menelanjangiku, semua lekuk tubuhku dilihatnya tanpa terlewati, aku memang dikaruniai kemolekan tubuh yang bisa dibilang sempurna atau bisa disebut impian tiap pria, dari tinggi dan postur tubuhku memang proporsional untuk menggaet nafsu pria.
Inipun sering mengundang decak kagum temen-temen sekampusku, tak dipungkiri mas Ridho pun sering mengagumi dan memuji postur tubuhku ditambah dengan parasku yang cantik, tetapi dia tidak pernah berbuat macam-macam dan lugu

Akhirnya pernikahan kami dilangsungkan dengan megahnya dirumah mertua yang luas, rumah itu terdiri dari dua bangunan yang cukup besar dengan halaman yang cukup luas sehingga dapat menampung seluruh tamu yang cukup banyak, salah satu rumah yang ada didalam kompleks tersebut adalah rumah yang dibangun oleh mertua untuk mas Rido, sedang sebelahnya adalah rumah utama yang ditempati oleh mertua.
Disela-sela pesta, mertuaku sempat mendekati diriku dan berkata,�Sinta, Rido sangat beruntung mendapatkan wanita secantik kamu...rugi dia kalo tidak dapat membahagiakan dirimu�,katanya, aku hanya bisa tersipu malu mendengar pujian tersebut tanpa mengartikan maksud apa dibalik itu semua. Ayah mas Rido meskipun telah berumur akan tetapi masih memiliki badan yang tegap dan berisi, sempat dia waktu berfoto disampingku tangan nakalnya memeluku pinggangku, pada saat itu aku merasakan bahwa dia memiliki postur tubuh yang kekar, akan tetapi sempat juga jari-jarinya meraba pangkal pinggangku yang kadang membuatku ada desiran lain, tapi perasaan itu aku tepiskan

Kami memang tidak pernah berbuat macam-macam selama berpacaran dan sepakat untuk melakukan itu semua setelah pernikahan, jadi waktu diperlakukan seperti itu oleh mertuaku aku tidak menaruh curiga kepadanya.

Setelah acara resepsi kami lewati malam pengantin, kami langsung menempati rumah baru yang berada disamping rumah mertua, dengan rasa canggung serta malu-malu kami berdua yang belum berpengalaman saling menunggu untuk memulai, awalnya kami lepas baju kami masing2 tapi tidak semuanya untuk berganti baju tidur, kemudian di atas kasur kita berciuman, sepertinya suamiku belum pengalaman juga untuk hal itu
�Gimana kalau lampunya dimatikan sayang� kata suamiku
�Gak usahlah mas...aku takut!� jawabku, karena rumah itu memang lingkungan baru buatku �Kamu gak malu Sinta?� tanya dia
�Tapi aku takut massh! Biarin deh lampunya nyala...entar kalo ada apa2 gimana?� tanpa menjawab kita lanjutkan lagi permainan baru itu, sambil kita lepaskan baju kita masing2, kulihat penis suamiku sudah tegang ketika kulucuti seluruh pakaian yang menutup tubuhku, sepertinya dia sudah horny duluan saat melihatku melepas pakaian.
�Kamu cantik Sinta...tubuhmu sempurna sayang...� rayu dia, sambil langsung mendekap tubuh polosku �Ah mas Rido bisa ajaaaahh...ehmmaass� jawabku, kembali kia berciuman, akan tetapi tiba2 penis suamiku yang udah tegang duluan itu, langsung ditancapkan ke lubang vaginaku yang masih belum mendapatkan rangsangan, otomatis aku kesakitan dan suamiku dengan pela-pelan dan hati-hati menerobos keperawananku...�Ooh masss sakiiit...pelaaaan maaass� �Iya Sin ini juga sudah pelan sayaaangh� jawab suamiku, setelah beberapa kali mencoba baru bisa tembus dan suamiku mengeluarkan sperma dalam hitungan detik �Ahhh aaahku mauu keluaaarr sayaaanghh!!� erangnya �Lho kok udahan??� dalam hatiku, padahal aku sudah mulai terbiasa dengan , rasa sakit itu dan sama sekali belum menikmatinya, setelah itu suamiku telah menyudahi dan tanpa bicara kemudian tertidur pulas, aku masih membersihkan sisa darah keperawananku dengan tysu dan bertanya2 tentang kejadian itu sambil melamun penasaran, tiba2 aku lihat sosok seseorang dari jendela kecil di bagian atas dinding kamar, segera aku tutup tubuhku dengan selimut dan berlari ke arah saklar lampu untuk kumatikan, tetapi bayangan itu sudah lari dan entah siapa gerangan? Inikah yang dicari orang pada saat malam pertama aku menjadi heran dan bertanda tanya besar...dimana letak nikmatnya?

Hari2 berikutnya kita lakukan aktivitas sexual kami, maklum pengantin muda, tetapi tetap saja aku tidak tahu dimana kenikmatan dalam berhubungan sex, karena setiap berhubungan yang kudapat tidak ada bedanya dengan malam pertama, akupun tidak mengerti dimana letak nikmat itu harus kuraih, mas Ridho selalu cepat selesai dan sama sekali tidak pakai foreplay, jadi aku merasa sangat tidak nyaman tapi dia nggak peduli in perasaanku itu.

Semua itu akhirnya ku lewati begitu saja, tanpa pernah protes atau mempermasalahkan apa yang aku rasa selama itu, seminggu setelah menikah mas Ridho memulai bekerja untuk menghidupi keluarga, dan yang paling mengagetkan dia harus berangkat selama dua minggu di luar kota untuk mendatangi kolega2 ayahnya yang menjadi pelanggan batik, akupun kaget kenapa harus selama itu, tetapi ayahnya bilang
�Sintia, Ridho harus melakukannya...dan dia harus menggantikan tugas papa...dulu inilah yang harus papa kerjakan untuk meraih sukses selama ini, sekarang harus berpindah ke Ridho sebagai penerusku� terang dia untuk membuatku mengerti dan memahami
�Berat memang harus berpisah dengan suami dalam waktu yang lama, apalagi kalian baru menikah� kata dia untuk menenangkan diriku
�Tapi disini kan ada Ibu yang bisa menemanimu...� lanjutnya lagi
�Papa juga harus menemani Ridho untuk mengenalkan dia kepada semua kolega papa� dan pada saat itu tanganya membelai pundaku dan tangan satunya memegang tanganku �Ah kenapa mas Ridho diam saja sih???istrinya dipegang2 begitu,� umpatku waktu itu
�kamu yang sabar yah?...udah gak usah takut dirumah sendirian, nanti papa nemenin Ridho paling cuman seminggu saja...� lanjutnya dan tiba2 matanya mengerling kepadaku, akupun tidak tahu maksud dari kerlingan matanya, aku hanya merasa sedih kenapa mas Rido tidak pernah menjelaskan ini semua kepadaku sebelumnya, sehingga aku siap dan bisa menerima semua ini...

Aku relakan mas Rido pergi dengan bapaknya meskipun hatiku teramat berat, sementara aku melanjutkan kehidupan baru yang bersahabat dengan kesepian dan kesendirianku, memang terkadang aku juga mengajak bicara dengan ibu mertuaku, tetapi karena kondisinya yang kurang sehat atau sakit2an jadi beliau lebih banyak dikamar, kalau pagi memang ada beberapa pembantu yang mengerjakan memasak dan mencuci untuk kedua mertuaku tetapi kalau sore mereka pulang ke rumah masing2, tapi mereka bukan untuku jadi aku harus memasak dan mencuci sendiri pakaian kami.

Selama seminggu aku biasakan kondisi ini berjalan tanpa ada kendala, suatu saat siang hari setelah menemani dan menyuapi ibu mertua, aku merasa kegerahan...badanku terasa berkeringat dan apalagi sejak pagi telah kuselesaikan seluruh cucianku, jadi aku putuskan untuk mandi dirumah biar segar.
Karena kupikir dirumah gak ada orang, maka saat mandi aku biarkan pintu kamar mandi terbuka biar udara segar bisa masuk, saat aku bersihkan tubuhku dengan sabun, aku rasakan ada rasa menggetarkan pada rabaanku sendiri di daerah bukit kembarku yang montok dan kenyal. Ah mungkin ini dikarenakan aku yang jarang dibelai, jadi rasa itu muncul tiba2 pikirku.
Ku ulangi lagi rabaanku dengan menggosokan sabun ke daerah sensitifku, ternyata kutemukan juga rasa itu dan lebih nikmat! aku terasa agak terbawa oleh rasa nikmat yang menggodaku untuk terus melakukan gosokan2 tersebut sehingga aku melenguh kenikmatan �mmhh...sssts...ahhh...� terus aku menggosok daerah kemaluan dan payudaraku �Ooohhh sssst...mmhhaaahh� tiba2 selang beberapa saat aku mendengar suatu berbunyi �kreek!!� aku langsung menyudahi permainan itu dan kututup pintu kamar mandi serta segera menyelesaikan mandiku cepat2 karena aku ingat pintu belakang nggak terkunci dan ingin memastikan sumber bunyi tadi.

Dengan tergesa-gesa aku keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang menutup kurang sempurna aku lilitkan ke tubuhku dan. Ketika keluar kamar mandi aku cek pintu belakang rumah yang tembus ke rumah mertuaku, ternyata tidak kutemukan seseorang atau apa2, aku lega dan merasa aman akhirnya setelah kututup pintu tersebut dan kukunci dari dalam, karena merasa aman aku gunakan handuk yang terlilit pada tubuh polosku untuk mengeringkan badan serta rambutku sambil berjalan menuju kamarku...
Hanya dengan handuk dikepala dengan tubuh telanjang tanpa sehelai benangpun aku berjalan tanpa rasa was2...akan tetapi begitu aku masuk ke ruang tengah aku dikagetkan dengan suara ayah mertuaku
�Habis mandi Sinta...??� aku yang masih mengeringkan rambut kaget karena tubuhku yang polos tidak tertutup apapun, aku cepat2 berusaha menutup tubuhku dengan handuk
�Oh pak?! Ma�af pak...!� aku malu dan lari ke kamar dan hampir menabraknya, didalam kamar aku bingung kapan dia datang dan masuk ke rumahku, kalau sejak aku mandi pasti sudah melihat tubuh telanjangku sejak dari tadi �Ooh harus bagaimana ini?� dalam kondisi bingung aku masih belum berpakaian dan lupa mengunci pintu kamar, tiba2 pintu kamarku dibuka oleh mertuaku
�Lho kok belum berpakaian Sin? Kenapa hah? Mau dipakai in bajunya nih ? hahaha...� aku tekaget lagi dan dia masuk ke dalam kamarku dengan tanpa permisi dulu serta tanganya menutup pintu
�Aku mau memberikan oleh2 dari luar kota...nih� sambil dia mendekatiku, aku menyambar handuk dan hendak menutup tubuhku tetapi tanganya yang kekar menahannya dan merayuku
�Kamu cantik sekali Sinta...hehehe� ujarnya, karena dia masuk hanya mengenakan sarung saja dan aku nggak tahu dia lepaskan dimana pakaiannya dan mengapa dilepas, aku langsung berpikir ini tidak wajar dan kucoba memperingatkannya
�Pak ma�af pak!...bapak harus keluar dari sini!! Atau aku berteriak?!� ancamku kepadanya,
�Silahkan berteriak Sinta dan itu gak ada gunanya...hehehe� dia mencoba mendekap tubuh polosku tapi berhasil kutepiskan,
�Rumah ini halamanya luas dan jauh dari tetangga, tidak ada yang akan mendengar teriakanmu sayaaang� sialan! Ibu mertuaku pun sudah tertidur setelah kuberikan makan siang tadi, harus bagaimana aku oh!
�Mengapa dirimu kau siksa dengan menggunakan sabun, akupun bisa membantumu sayang untuk mendapatkan kepuasan yang tidak kamu dapat dari suamimu atau sabun itu hehehe?� dia telah berusaha meraba buah dadaku dan menggesek-gesekan penisnya yang mengeras ke daerah vaginaku yang sensitif
�Ayolah sayang...kamu ternyata sexi sekali! aku sudah tertarik padamu sejak pertama Sinta...bagaimana jika kita manfaatkan kesempatan ini hemm??� dia merayuku dan menarik tubuhku kedalam pelukanya
�Jangan pakkk!! Aku ini menatumuu...� sambil aku berusaha berontak dari pelukannya dan itu membuat handuk yang menutup tubuh polosku terlepas
�Bukan Sinta..Rido bukan anaku sendiri!, tunggu apa lagi hah? Ayolah...aku tahu kamu juga menginginkanya sayaaaang� ternyata bandot tua ini sudah melihat tubuh polosku sejak dikamar mandi tadi �Kurang ajar!! Tidak lepaskan!!� aku bertahan dan mencoba menutup tubuhku, dia berhasil mendekapku dan menggosokkan penisnya yang sudah tegang ke selangkanganku
�Aku sudah gak sabar Sinta dan ini kesempatan terbaik...ayolahhh kamu juga menginginkannya sayaaang!� aku terus bertahan dan menhindar dari ciumanya
�Atau kamu menginginkan kekerasan hah?!...baik!� dia membanting tubuh telanjangku ke kasur dan langsung menindihku, pertahananku kalah karena badanya yang besar dan kekar, dia menahan kedua tanganku ke atas kepalaku dan menindih tubuhku, aku meronta tapi dia malah menjilati leherku sedangkan tangan kananya meloloskan sarung yang dia pakai
�Jaaangaaan paaak....aaaaku mohhhoonnn� isaku padanya, tenagaku seperti hilang...dan dia benar2 beringas melumat tubuhku yang mulus dan polos ini, aku menangis sejadi-jadinya dan dia tidak menhentikan serangan kepadaku...di sela2 rontaanku aku merasakan benda tumpul keras dan besar dipaksakan masuk kedalam vaginaku, beberapa kali meleset dan akhirnya dipaksa masuk olehnya �Sleebbh�, aku merintih dan menangis ketika benda itu berhasil masuk
� Aachhh ..Saaakitttt paakk� tetapi dia tidak peduli dan terus menggenjotnya �Sssudaah laah sayaaang, kammmu tadii meminta ini khaaann, aaku ssudah berusaaahaa lembuut tapi kamuu menolak?!� bisiknya ke telingaku pelan sambil menggenjotku
�Tidaaak paakk !?� tetapi dia terus menghujamkan penisnya dan membuatku kuwalahan, sesekali dia menciumi bibirku tapi tidak berhasil, akhirnya kedua bukit kembarku menjadi serangannya
�Aaahh sayaaang milikmu ternyataaa enaaakk� aku tidak menghiraukan kecuali hanya menangis sejadinya dengan tak berdaya.

Setelah beberapa menit dia mengejang �Aaahhhhh memekmu benar2 enaaakk sayaaang...aahhh..ssst..ahhhh� dia mengatakan sambil menggelinjang diatas tubuhku, aku sudah kehabisan tenaga dan membiarkan dia melumat tubuhku tanpa tersisa, setelah terpuaskan dia lepas kemaluanya dari vaginaku pelan2 dan menyeka keringatnya dengan handukku, dia melangkah untuk menghidupkan AC, saat dia berjalan aku memperhatikan tubuh mertuaku itu ternyata masih kekar dan atletis untuk orang seumur dia, ukuran penisnya sangat besar dibandingkan milik suamiku
Setelah AC nyala dia menhampiriku dan berkata �Ma�af kan aku Sinta�, sambil dia tutup tubuhku dengan selimut yang sudah acak2an
�Aku sudah lama tidak mendapatkan ini dari ibu, ibu sudah lama sakit dan tidak bisa melayaniku� aku diam saja dengan pandangan kosong
�Sudah setahun ini aku tidak pernah melakukan ini...Sinta�, dia berbaring di sebelahku sambil mengelus rambutku dengan penuh perasaan
�Aku diam2 telah memperhatikan hubungan kalian diatas ranjang selama ini Sinta� sambungnya
�Dan aku tahu, kamu tidak mendapatkan kebahagiaan itu bukan??� aku tidak menjawabnya meskipun itu benar, ternyata sosok yang selama ini terlihat dari jendela kecil diatas kamar itu ternyata dia.

Tetap dia mengelus rambutku dengan perasaan �Aku ingin sekali memberikan kebahagiaan itu padamu sayang, crupp� sambil mengecup mesra rambutku, aku tidak mengerti maksud dia, aku cuman diam seribu bahasa dan tidak berani menjawab, dia beranjak kemudian menatapku
�Mari kita ulangi lagi sayang?...aku masih mampu memberikan lagi� akupun masih diam dan lemas untuk menjawab ajakannya.
�Tidak seperti suamimu, dan kali ini kamu yang akan meraih kenikmatan itu sayang� dan anehnya kulihat penisnya masih tetap tegang dan tenagaku telah habis...aku yang terdiam mungkin dianggapnya setuju, aku merontapun akan sia2, akupun berada disimpang jalan dimana dia menawarkan sesuatu yang aku dambakan selama ini, akan tetapi dilain pihak hati kecilku menolaknya.


Dia singkap selimut yang menutupi tubuh polosku tapi tetap kutahan, dia biarkan dan membelai bibirku pelan2, kemudian dia kecup keningku, ciumanya mulai turun ke telingaku dan berbisik
�Mari kita nikmati ini sayaanghh�, lidahnya yang lembut mengalir di tengkukku dan berakhir di leherku....aku terdiam dan tak terasa karena cumbuanya atau karena pesona tubuhnya, selimut yang kutahan sudah terlepas, tanganya mulai meraba pinggangku bak seperti gitar, kemudian bibirnya mengecup bibirku tapi aku tidak memberikan balasan, dan ini seperti perkosaan yang ku restui karena aku diam saja dengan mata tertutup, tetapi setelah bibirnya menyentuh kedua bukit kembarku aku merasakan desiran yang sangat menggodaku, tapi aku berusaha untuk tidak bersuara meskipun kondisi itu merangsangku...
Serangan yang kedua ini lain, tidak ada kekerasan dan benar2 lembuut, tanganya yang kekar telah membelai paha mulusku, dan ciumanya turun ke jari2 kakiku naik terus senti demi senti menyusuri menuju ke lutut dan berakhir di pangkal pahaku...oohh, apalagi ini, aku tidak pernah mendapatkan yang ini dari suamiku, dan ketika tanganya membuka pahaku aku tidak melakukan penolakkan dan malahan aku memberikan jalan dengan meregangkan pahaku...ohh aku terlena atau juga ingin tahu kelanjutan dari aksi yang belum pernah kurasakan, kemudian aku merasakan lidahnya bermain disekitar pangkal pahaku kemudian menuju bibir vaginaku dan dengan pelan tapi pasti lidahnya yang kasar itu memainkan bibir vaginaku kemudian menyambar-nyambar klitorisku, dan oh rasa itu benar2 membakar diriku, aku sama sekali belum pernah mendapatkan perlakuan ini, sampai2 dinginya AC pun tak terasa, bersamaan dengan itu tanganya yang kekar membelai lembut buah dadaku, aku mulai mengeliat dan sesuatu yang tak kusadari muncul, tiba2 aku bersuara pelan �Oh mmhh sssstss..� aku sudah nggak tahan mengeluarkan suara itu tanpa sadar
�Nikmatilah sayaaaangh,� kata mertuaku pelan dan dia lanjutkan menjilati vaginaku sampai aku merasa dibawa ke awang2, tanganku tanpa terasa memegang tanganya yang sibuk memilin kedua pentilku, tapi kidahnya yang kasar tetap menjilati vaginaku tanpa ada rasa jijik, kemudian jilatanya pindah ke buah dadaku dan tanganku tanpa sadar meremas rambutnya �Emmmhhh...ssstss..oohhh� erangku semakin jelas

Dia telah berhasil membuatku terangsang hebat tetapi dia tidak segera memasukan penisnya kedalam vaginaku dan akupun heran kenapa tidak segera dia masukkan padahal aku sudah benar2 mengharapkannya, kurasakan penisnya yang tegang menempel di bibir vaginaku dan aku gak mungkin meminta dia memasukanya..ooh tanpa sadar kuberkata �....Ehmm sssst, akuu ngggak kuaaaat ppaak emmhhssstt� tapi dia tidak menuruti untuk memulainya, bahkan ciumannya kembali turun ke perut, aku juga terangsang didaerah itu...dia benar2 paham letak daerah sensitifku...ouh
�Kali ini kamu yang harus memulainya sayaaaang...� balasnya dan kembali menciumi vaginaku, Oh serangan itu lagi! Aku terbawa ke awang2 lagi, aku mengeliat sambil kuremas rambutnya, aku sudah lupa kalau dia mertuaku dan aku bingung bagaimana car memulainya dan ketika dia puas dengan vaginaku, dia kembali menciumi buah dadaku sambil kuremas rambutnya �Aaahh bapaaak bennarrr..ehh� selanjutnya kutarik wajahnya
�Emmh mariii pak...kitaaa teruuushkan paaak, aku juga menginginkanyahh emhhhh� dan kulumat bibirnya, lidah kami saling memilin satu sama lain sedangkan tanganya yang kasar tetap meremas dan memilin pentil bukit kembarku, akupun nggak kalah liarnya kubalik badanya kebawah, akupun posisi diatas dengan leluasa menggesekkan vaginaku yang sudah basah ke penis mertuaku yang tegang dari tadi, gerakanku semakin liar
�Ohhh pakkk terusss paakk...kumohonnn berikann akuu kepuasaannnhh� lenguhanku yang mengiba disambut ciuman pada buah dadaku dan remasan2 pada pantatku sehingga alat vital kami semakin beradu dan gerakanku semakin membuat gesekan2 yang erotis...ohhh basah sudah vaginaku terasa dan mulai kusambar penisnya yang masih dan segera kumasukkan kedalam vaginaku yang telah lama mendambakan dan itu inisiatifku sendiri...mungkin itulah yang dimaksud mertuaku untuk memuali...ah gila aku dibikin seperti cacing kepanasan olehnya
�Ooooh..ssssts� erangku sambil berusaha memimbing penisnya yang besar dan berotot itu
�Ssleeebbb...� penis itu mulai masuk dan benar2 nikmat saat itu, begitu seluruh batang penis itu menerobos masuk kedalam vaginaku, akupun melenguh �Ohhh...emmmhh..sssts..paaakk...engghhh� mulai kutarik naik dan pelan oh betapa nikmat rasanya begitu pula saat kuturunkan pantatku hingga klitorisku menyentuh bulu2 kemaluan mertuaku disana ada gesekkan yang benar2 nikmat juga... �Ahhh..sssts pakkk eennaakk sssstts aahh� aku mengerang kenikmatan
�Ennaakk saayyaanghh? Nikmatilaahh sayaaang� katanya dan itu membuatku nyaman untuk meneruskan gerakan2 liarku diatas tubuh polos mertuaku, inilah hubungan intim yang ternikmat yang pernah kurasakan.

Yang terjadi sekarang bukan lagi pemerkosaan kepadaku, aku sudah lupa diri
mertuakupun sibuk dengan kedua bukit kembarku... dan aku sibuk menggoyangkan pantat dan pinggulku mengikuti iramanya, akupun menikmati permainan ini dan semakin liar karena aku juga menginginkannya, meskipun aku hanya menerima perlakuannya pada tubuhku,
�Oh sintaaa teruusss sayaaanghh� dia genjot vaginaku dari bawah �Ohhhh nikkkmatt paaak� racauku tanpa sadar, karena seluruh penisnya telah menyeruak masuk kedalam vaginaku dan itupun aku yang memulainya
�Iyyaahh sayaaang, sekaraaang giliranmu menikmatiiinyaaa� lanjutnya, posisiku diatasnya dan itu belum pernah kulakukan dengan suamiku dan dia menggenjot vaginaku dari bawah dengan penuh perasaan
�Oouh ssssstss emmhh paaakk� eranganku mulai timbul, gerakanku semakin binal serta tanganya yang kekar meremas kedua pantatku yang bundar, penisnya yang besar benar2 memenuhi lubang vaginaku, gerakanku semakin gila dan akhirnya kumenjerit
�Uhhh paaak akuu...akuu...gaaak kuaaattt� tetapi dia tidak berhenti menggerakkan penisnya tambah cepat menghujam vaginaku, sambil ciumanya mengarah pada kedua bukit kembarku dan aku semakin dibawa kepuncak kenikmatan �Ouuhhh paaakk, eehhhmm ahhh� aku tergelepar seperti terbang ke awang2 seluruh persendianku lemas tetapi mertuaku mengetahui itu, dia dekap tubuhku yang lemas ini tapi tetap memberikan kenikmatan itu pada vaginaku dan bukit kembarku, Oh inilah yang selama ini kucari itu, dan mertuaku tetap menggenjotku, dia benar2 membawaku ke puncak kenikmatan yang selama ini belum kutemukan.

Kemudian aku tergolek lemas diatas tubuh kekar mertuaku, dia ciumi wajahku dengan lembut, dia membalikan badanku yang lemas, kukira saat itu dia ingin melampiaskan hasratnya karena cuman aku saja yang mendapatkan kepuasan, ternyata tidak, malahan dia melepaskan penisnya perlahan dari liang vaginaku yang sudah basah oleh cairan kenikmatanku, mungkin karena dia melihatku masih lemas, dia seka seluruh keringat di tubuhku dan cairan kenikamatan di vaginaku dengan handuk, kemudian dia keluar dari kamarku hanya memakai handuk tanpa berpakaian.....mengapa perlakuan dia berbeda dengan suamiku yang biasanya langsung tidur mendengkur setelah berhubungan intim denganku....mengapa dia kuat sekali dan tidak egois dalam menggapai kenikmatan, yang terakhir malahan hanya aku yang mereguk kenikmatan dan dia yang mangantarkan aku untuk mendapatkanya.

Aku masih belum percaya bahwa kejadian barusan benar2 terjadi begitu saja dan tiba2 pintu kamarku terbuka lagi
�Sayang, kubawakan air minum, minumlah dulu biar badanmu segar� dituangkannya air putih kedalam mulutku, kemudian dia belai rambutku dan mengecupku, ketika aku mau bangun dilaranganya �Istirahatlah dulu, kamu belum pulih betul...�
Dalam hatiku masih malu bercampur dengan perasaan puas telah menepis rasa benci pada dia, tetapi aku aku diperlakukan lembut olehnya dan setelah segar badanku diapun mengambilkan oleh2 yang tadi dibawanya
�Aku tadi membelikan baju untukmu nanti setelah kamu pulih dan segar cobalah bajunya...yah? kamu pasti cantik memakainya� ujarnya, sambil mengambil bungkusan oleh2 itu di meja riasku.
�Kejadian ini harus kita rahasiakan berdua, jangan sampai ada yang tahu...nduk� akupun bingung menanggapi perkataanya barusan, karena akupun takut jika mas Rido mengetahui ini semua, tadipun aku juga ikut andil dalam permainan itu
�Kasihan suamimu dan ibu, mereka gak perlu tahu...apakah kamu setuju?� tanyanya dan akupun akhirnya menganggukan kepalaku
�Ya sudah, sekarang bapak mau mandi dulu...kamu aku tinggal ya?� dan dia beranjak sambil mencium keningku, tiba2 kuberkata �Pak aku juga mau mandi...� oh kenapa aku bisa mengatakan itu? Atau aku gak mau ditinggalnya, atau mungkin karena perlakuannya padaku, atau apa aku sudah terpesona pada dirinya...oh gila! Kenapa aku ini
�Baiklah...kamu gak usah berdiri sayang...� dia langsung membuka selimut dan menggendong tubuhku yang polos, akupun merangkul pundaknya yang berotot itu, oh romantis sekali dia...kenapa suamiku berbeda denganya.
�Kita mandi bersama hemm?� dan aku menganggukan kepalaku, ah kita berdua sudah benar2 gila, mungkin ini yang sebenarnya kudambakan saat malam pengantin dulu, dia begitu mesra dan romantis ternyata.
Langkah kaki mertuaku belum sampai kamar mandi, akupun memberikan kecupan pada pipinya sehingga dia berhenti sejenak dan berkata
�Kenapa Sinta? Kamu menginginkanya lagi sayang hemm?� pertanyaan itu tidak kujawab tetapi langsung kucium mesra bibirnya dan diapun membalas ciumanku dan melanjutkan berjalan ke kamar mandi...benar2 kuat tenaganya, pagutan2 kecil itu berlangsung hingga masuk ke kamar mandi.
Diturunkanya tubuh sintalku di dalam kamar mandi tanpa melepaskan ciuman kami dengan kuremas rambut kepalanya agar tidak terlepas, aku benar2 ingin memberikan kepuasan padanya seperti dia memberikan kepadaku, kemudian tanganku berusaha melepas lilitan handuk yang menutup batang penisnya, kuraba pelan oh ternyata penis itu masih tegak dan kekar...betapa bahagianya istrinya dahulu pikirku...kemudian kecupan turun pada puting yang menempel didadanya yang bidang untuk memberikan rangsangan �Ahhh sayanghh aaapakah kaamu suudah pulihhh ?� tanganya yang kasar tidak mau kalah memberikan rangsangan juga di buah dadaku yang sintal dan tangan kananya meremas-remas pantatku yang bundar, akupun terangsang dan menjawab �Sssudahhh paakk, aakuu ingiinn lakukannnn lagiiihh sssts ahhh� racuku manja dan genit padanya
�Baik sayaaanghh� tangan kananya tiba2 meninggalkan pantatku dan memutar kran shower dibelakangku, kemudian gemiricik air menelan desahan2 kita berdua, tanganku memilin dan meraba daerah2 sensitif miliknya begitu juga dia, bibirnya pun tidak kalah ketinggalan memberikan rangasangan pada tubuhku dan kita arungi kepuasan lagi berdua di kamar mandi itu dibawah guyuran air shower.
Pada permainan di kamar mandi itu kita berdua sama2 terpuaskan, bahkan aku sampai dua kali merasakan orgasme...gila!, padahal dalam kondisi berdiri mertuaku menuntaskan permainan itu, memang benar2 hebat tenaga dia. Setelah itu kita pun selesai dan keluar dari kamar mandi bersama dengan wajah yang sama2 ceria dalam kepuasan, akupun masuk ke kamarku dengan hati yang ceria tidak ada penyesalan atau apapun, kemudian dia selesai berpakaian dan mengatakan �Sinta aku ke rumah sebelah mau melihat ibu...jangan lupa untuk menjaga rahasia kita berdua� ucapnya
�Baik pak, cruuppp!� kucium bibirnya dan diapun membalas secepat kilat ciumanku kemudian meninggalkanku.

Kubersihkan seluruh kamarku dan kuganti sprei yang acak2an bekas tempat kami berdua menenggak kepuasan tadi, kemudian kuperiksa oleh2 dari mertuaku, aku heran kenapa dari dia lagi kudapatkan bukanya dari mas Rido suamiku, kubuka bungkusan itu ternyata berisi baju2 tidur yang seksi tanpa lengan dengan bahan kain yang tipis, lingeri yang seksi dan kucoba semuanya....kenapa semua baju2 itu begitu pas dan kelihatan cocok padaku, aku semakin seksi dan cantik mengenakannya, kurasa harganyapun sangat mahal kulihat dari bahan dan mereknya...
�Ah kusimpan saja baju2 ini, pasti ada pertanyaan besar kalau kupakai saat ada mas Rido� pikirankupun sudah ingin menjaga rahasia hubungan itu agar ini semua bisa tersimpan dengan baik, inilah awal dari kegilaan itu semua.

Hari2 berikutnya kujalani dengan ceria daripada sebelumnya, entah kenapa aku menjadi periang...sampai2 ibu mertuakupun bertanya
�Kamu kelihatan beda beberapa hari ini Sinta...kamu lebih ceria dan cantik kenapa? Apa ada kabar dari suamimu?� tanyanya saat kusuapi dia
�I iya bu, mas Rido menelepon tadi malam...katanya dia mau pulang� jawabku berbohong, padahal aku tidak mendapatkan kabar apapun dari dia...uh aku jadi kesal karenanya, kok suamiku gak ada kasih kabar juga kepadaku, apa dia sudah lupa telah memiliki istri
�Sinta kok melamun?� tegur ibu mertuaku membuyarkan lamunanku
�Maaf bu, aku tadi lupa belum membersihkan rumah� jawabku seadanya
�Bu saya balik dulu yah, setelah makan ibu tiduran saja yah?� cepat2 aku berpamitan sebelum dia tanya2 hal lain
�Nanti obat ini diminum ya bu, sudah Sinta siapkan di sebelah ibu� kataku �Iya Sin, terimakasih yah� jawab mertuaku, akupun keluar dari kamarnya kemudian kucoba kucari ayah mertua ternyata dia belum kembali dari berolah raga, dia rajin untuk berolah raga lari2 dipagi hari.
Entah rasanya diriku ada rasa kangen denganya, sudah tiga hari ini dia tidak menggodaku lagi, padahal tiap saat aku sudah berdandan cantik untuknya supaya dia tertarik melihatku dan memulai permainan itu, sampai2 waktu mencuci bajupun kusengaja tidak menggunakan mesin cuci dan apabila dia bertanya akan kujawab mesinya rusak...kupakai baju yang minim dan sexy untuk menarik perhatiannya, memang usahaku berhasil dia mendekatiku dan menggodaku, tapi ternyata dia hanya membantuku menimbakan air untuk mencuci saja, dan tidak ada kelanjutanya...ah sebel jadinya, udah gak berhasil mengajaknya ke tempat tidur, malahan badanku capek semua.
Sampai esok harinya keinginanku itu tidak terkabulkan, dalam hal ini tidak mungkin aku yang memulai duluan untuk memintanya, aku benar2 mendambakan sentuhan itu lagi...ah aku benar2 sudah tergila2 padanya.

Akupun berusaha melupakan rasa itu dengan menyibukkan diri membersihkan seluruh isi rumah, kemudian aku mandi dengan pintu kamar mandi terbuka sedangkan pintu belakang sengaja tidak kukunci dengan harapan dia masuk seperti dulu, ternyata itu tidak terjadi...ah sudahlah tepisku, akupun masuk kekamar untuk berganti baju, belum sempat selesai ternyata pintu depan ada yang mengetuk akupun mengambil handuk untuk menutup tubuhku yang telanjang, entah waktu itu aku kok merasa ayah mertuaku yang datang, karena jam segitu dia biasanya selesai untuk joging keliling kampung, kemudian kuberlari ke pintu depan ternyata benar, akupun segera membuka pintu
�Oh bapak...kok tumben kesini?�matakupun berbinar-binar melihatnya
�Iya nih aku bawain kamu sesuatu...� jawabnya sambil memberikan padaku bungkusan
�Apa ini pak?� tanyaku
�Cuman makanan kecil tadi kubelikan waktu dijalan� jawabnya
�Masuk dulu pak ?� pintaku dengan genit padanya dan kuberanikan tanganku menggandengnya masuk, ah menantu yang kurang ajar dalam hatiku
�Aku barusan mandi habis bersihin rumah jadi belon sempet pake baju� godaku padanya
�Baik kalau begitu...bapak juga pengen kopi buatanmu nih� hatikupun berbunga-bunga melihat dia memasuki rumahku
�Aku mau numpang mandi disini ya Sin? Gak apa2 kan?� kilahnya padaku
�Ya gak apa2 to pak...lagian inikan juga rumah bapak...aku ganti baju dulu pak� jawabku sambil kedua tanganku pura2 membetulkan ikatan rambutku membuat buah dadaku menonjol sehingga handuk yang melilit tubuhku terangkat keatas yang akhirnya tubuh polosku bagian bawah terlihat sedikit, memang gerakan itu sengaja kulakukan, kulihat matanya memandangiku berbinar melihat sekelebat belahan pangkal pahaku tanpa penutup apapun berlalu dengan langkah sexi yang kusengaja untuk menarik libidonya, kemudian diapun langsung berjalan ke kamar mandi sambil melepaskan kausnya...dia juga tak mau kalah memamerkan kekekaran tubuhnya didepanku, akupun tertegun melihat tubuhnya yang masih menawan, begitu kekar dan jantan.
Akupun dikamar bingung memakai baju yang mana...ini adalah saat yang di tunggu2 olehku dan dia juga, akhirnya kupakai baju pemberianya, daster tipis yang sexi serta celana dalam yang menerawang, kukenakan tanpa memakai bra didalamnya untuk merangsang dirinya agar berbuat semaunya padaku, tidak lupa kupakai parfum sehingga membuat tubuhku wangi dan segar, kemudian baru kumasak air untuk membuatkan kopi untuknya.

Dari dapur kulihat dia telah selesai mandi �Kok cepet pak mandinya ?� sergahku padanya, karena kopi yang kusiapkan belum selesai
�Iya Sin...habis gak ada yang nemenin sih...� kelakarnya saat keluar dari kamar mandi
�Iih bapak bisa aja...yaudah bapak tunggu saja di ruang tamu nanti Sinta temenin minum kopinya gimana ?� jawabku genit, aku pun bingung blingsatan dengan keadaan itu, entah rasanya aku takut kehilangan kesempatan lagi denganya.
Setelah selesai kuantarkan kopi ke ruang tamu kulihat dia hanya menggunakan sarung saja sambil duduk di sofa
�Ini pak kopinya, silahkan diminum...� kataku sambil aku membungkukan badan agar terlihat belahan buah dadaku di hadapanya, diapun tersenyum lebar
�Loh kok kopi yang ini sih Sint?� katanya, akupun bingung dibuatnya
�Maksud bapak kopi apa ? Sinta gak ngerti pak� jawabku padanya, akupun masih berdiri merunduk dan bingung, aku yakin dia melihat buah dadaku tanpa berkedip karena kusengaja gak pake bra dan memang itu yang kuharapkan
�Duduklah sini manis akan kuberitahu kopi yang mana� tanganya pun membelai tanganku sambil menuntunku duduk disampingnya, ketika ku duduk disofa dasterku yang minim itu jadi terangkat sehingga pahaku yang mulus terlihat jelas dan kuregangkan sedikit sehingga terlihat menantang
�Pak, nanti dilihat orang loh, pintunya masih terbuka�, ingatku padanya
�Oh iya sebentar ya kututup dulu biar aman...� diapun melepaskan pelukannya dan tidak hanya ditutup tapi sekalian dikunciny pintu rumahku...ah berarti dia kesini memang untuku, kemudian dia duduk kembali disampingku
�Kopi yang kuminta adalah kopi milikmu manis� katanya, akupun bingung
�Bapak memang suka bikin aku bingung, katanya mau ngasih tau apa sih?� tanyaku dengan genit, kubarengi dengan menurunkan paha kanaku, sehingga dudukupun semakin terbuka dan CD ku sedikit terlihat olehnya
�Kamu cantik sekali Sinta pakai baju ini� dia melihat seluruh tubuhku dari atas sampai kebawah seperti ingin melucuti semua yang kukenakan
�Pak yang tadi apa kok belum dijawab...bapak memang suka bikin aku penasaran� tanyaku manja sambil kutempelkan buah dadaku ke bahunya dan mencubit mesra pinggangnya, membuat dia jadi berani meletakkan tanganya yang kasar di atas pahaku dan aku diam saja membiarkan apa yang akan terjadi, berarti aku memberikan lampu hijau kepadanya untuk berbuat semaunya padaku
�Masih penasaran sayang hemm?� bisiknya ditelingaku tanganya mulai naik ke pangkal pahaku sehingga dasterku tersingkap semakin keatas, terlihat menerawang vaginaku yang dibalut celana dalamku yang tipis, sentuhan itu mulai merangsangku
�He emhh sssts...ppaak� jawabku setengah manja dan blingsatan karena tanganya yang kasar itu sudah bermain di pangkal pahaku
�Tanganku udah menyentuh kopi yang kuminta itu sayanghhh� diapun menjawab pertanyaanku sambil mengelus2 permukaan vaginaku yang masih tertutup CD ku yang tipis dan mulai mendaratkan ciuman di leherku
�Sssssts emhhhh...akuupun maauu punyaaa bapaaakk ennghh� tanganku akhirnya berani juga menggerayangi pahanya dan menemukan penisnya yang tegang dibalik sarung, ternyata didalam sarung dia tidak memakai apa2 lagi...oh jadi dia sudah siap juga berhubungan intim denganku
�Milikilah Sinntaa...kapanpuunnhh kammu mauu sayaanghh� bisiknya sambil mencium daerah buah dadaku, akupun memberikan jalan kepada bibirnya untuk menciumi buah dadaku dengan menarik bagian atas dasterku yang elastis kebawah sehingga kedua bukit kembar ku bisa leluasa menerima ciuman ganasnya, tanganya sudah mulai menyusup kedalam CDku dan meraba lembut vaginaku, aku memberikan jalan padanya dengan meloloskan Cdku hingga terlepas tanpa sadar, tangan kananku meremas-remas rambut kepalanya sedang tangan kiriku mengelus tangan dia yang bergerilya di memeku
�Ohhh paakkk kitaaa pindah ke kaamar Sinntaa saajaa hemmhh� ajaku manja padanya �Kenapa gak disini aja shhayanghh� jawabnya menengadah padaku
�Ntarr kalau ada yang tahu gimana sayanngh? Aku gak mau hubungan kita terganggu...kalau dikamar kan aman� jelasku padanya sambil mengelus tanganya yang masih sibuk di permukaan vaginaku
�Baiklahhh...kamu benar sayang� diapun berdiri maka terlepaslah sarungnya dan dibiarkanya, melihat itu aku juga berdiri dan kulolosi dasterku ketika melihatku sudah polos dia memeluku dan mencium bibirku akupun membalas dengan binalnya, tubuhku yang tak tertutup sehelai benang itu di gendong nya menuju ke kamar tanpa melepaskan ciuman kami

Begitu memasuki kamar saat itulah kudikenalkan permainan baru untuku, tubuh polosku diletakan dikasur terlentang kemudian dia naik ke ranjang dengan arah berlawanan dari atas kepalaku jadi posisi kita saling berbalikan, kemudian kami berhadapan dan dia berkata
�Kukenalkan permainan baru padamu sayaang...kamu tinggal mengikuti apa yang kulakukan� katanya akupun heran mengapa posisinya seperti itu ? ditengah keheranan ciumanya langsung melumat bibirku, akupun menerima apapun itu dan percaya kepadanya untuk membawaku kepuncak kenikmatan.
Ketika berciuman kedua tanganya meraba kedua bukit kembarku dari atas kepalaku dan beberapa saat memilin puntingnya, akupun mengikuti gerakanya dengan gerakan yang sama...Ohhh ternyata benar, aku menikmatnya �Ssssttss emhh� erangku sambil ciuman kami semakin liar
Kemudian dia melepaskan ciumanya dan bibirnya menuju ke dua bukit kembarku, awalnya dicium lembut tapi lama kelamaan dia lumat habis pentilku
�Ouuhhh...sssstts enaaakk paaakkhh� lenguhanku terdengar jelas, kemudian didepanku terpampang dadanya yang bidang, maka kulakukan apa yang dia lakukan kepadaku yaitu menciumi kedua puntingnya
�Emmhhh...yahh beeggiiituuu saayaangghh� diapun mengerang kenikmatan, dan tanganku mengikuti gerakan tanganya yang meraba perutku turun kepaha dan pantatku yang bahenol kemudian meraba pangkal paha kami masing2 dan berakhir pada sentuhan2 lembut di vaginaku, oh benar2 permainan baru dan imbang karena kita sama2 merasakan apa yang dilakukan pasangan intim kita saat itu juga...aku menggelinjang kenikmatan dan tanpa berhenti memberikan rangsangan yang sama padanya
�Ahhhmmmhh ennaaak saayaaanghh?� tanyanya padaku
�Emmmhh ssssstttss iyyaaahh paaakk emmmhh ssssts� jawabku seadanya
Ciuman2 kami masih pada puting susu dan itu memberikan rangsangan hebat kepadaku sedangkan tangan kami saling meraba pada daerah sensitif kami masing2, ini benar2 permainan yang sangat membakar birahiku
Kemudian ciumanya bergerak kebawah pusarku, terus turun didaerah pangkal pahaku dan dijilati dengan lembut bibir vaginaku...ah awalnya aku tidak bisa mengimbanginya, ketika dia lumati dan membelah vaginaku...aku terangsang hebat, aku mengeliat seperti cacing kepanasan, kucengkeram tubuhnya erat2 dan pantatku berputar-putar mengikuti jilatan lidahnya yang kasar pada klitorisku
�Ooouhhhmmmhh ssst paaakkhh ennnaakkhh...� erangku gak karuan, setelah beberapa saat baru kubisa menguasai diri dan tanpa jijik lagi langsung kukulum kepala penisnya, kumasukan kedalam mulutku
�Oouuuhh yaaahhh teeeruusss ssayaaaanghh..�erangnya, dia juga terangsang ketika kulakukan itu dan membuatku bersemangat untuk memberikan rangsangan pada penisnya seperti apa yang dia lakukan pada vaginaku...
Bergantian kita memberikan rangsangan pada bagian alat vital kami yang paling membawa kita pada puncak rasa nikmat...oh benar2 permainan baru yang fantastis....dan aku bisa dua kali orgasme saat itu
Ketika vaginaku mula berdenyut-denyut kali ketiga kuinginkan permainan yang sesungguhnya
�Ssssstt paaak dimasukin yah punya bapak ?� pintaku padanya
�Baaik saayangh kamu sudah nggak tahaann ?� katanya sambil menciumi vaginaku yang sudah basah, diapun pindah kesampingku
�He ehhh...bapak pinter sekali...aku boleh diatas pak ?� pintaku sambil kugenggam penisya yang tegang dan kukocok lembut
�Tentu sayaaang� jawabnya, pahaku yang jenjang langsung melangkahi tubuhnya yang polos tepat diatas kemaluanya...penisnya kusambar dan kuarahkan pada vaginaku
Ku gesek2 kan penisnya pada bibir vaginaku dan kucium bibirnya, kitapun berciuman liar sembari tangannya meremas remas kedua bukit kembarku dan penisnya semakin tegang siap untuk menerobos masuk vaginaku
�Sssleebb...� penisnya memasuki vaginaku
�Ooouhh ssstss eenaaakk pakk� racauku sambil kuturunkan pelan2 pantatku sehingga penis yang besar itu masuk semua kedalam vaginaku
Tubuh kitapun bersatu, kamipun mulai memacu dan memompa kelamin kita... dan aku dibawanya kembali ke awang2...kadang aku diatas dan terkadang dibawah
Ketika aku diatas, aku benar2 menikmati penisnya yang bisa memenuhi vaginaku...goyangan pantatku pun liar...oh nikmatnya
Dan ketika vaginaku mulai berdenyut2 hebat akupun melenguh panjang �Aaaaahhkuu mmaauuu kelluaaar paaakk...�
Dia langsung membalikan tubuhku dibawah dan menghentakkan penisnya cepat �Kiiitaa saamaa2 yaaanngghh...� racaunya ketika diatas
�Baaaiikkhh paaak eemmmhh� lenguhku dan aku gak kuat menahannya...kurasakan sesuatu yang sangat nikmat menyerangku dan tanpa sadar kugigit dadanya...desiran yang benar2 nikmat bertubi2 menyerangku
�Aaaahhh akkuuu jugaaa saaayaaanghh...aaaahhh� dia pun tersentak hebat beberapa kali diatas tubuhku, setelah itu pantatnya bergoyang memutar sehingga desiran itu datang lagi menyerangku
�Oooouhhh ppaaaakk� erangku yang kedua kali, penisnya tetap memberikan gesekan2 erotis didalam vaginaku sampai kita berdua terkulai lemas
Bibirnya mencium mesra bibirku, akupun membalasnya sebagai rasa terimakasih padanya...lama kita saling berciuman untuk menuntaskan rasa kangen padanya akupun menahanya ketika penisnya mau dicabut
�Enntaar ajaaa paaakk, Sinta masih kangen� pintaku sambil menahan pantatnya agar penisnya gak tercabut
�Iyaa Sint, bapak juga� jawabnya sambil menusuk nusukan perlahan lahan ke dalam vaginaku yang masih ada sisa denyutan kenikmatan

Sejak kejadian itu kami sering mengulangi perbuatan itu secara sembunyi2, terkadang dia yang datang kekamarku sewaktu suamiku tidak ada dirumah, bahkan akupun sering mendatangi kekamarnya atau kita lakukan dikebun belakang rumah apabila suamiku berada dirumah
readmore>> »»  

Omm... Ennaakkk!!!!

Setelah menyelesaikan SMU, aku tinggal ma kerabat jauh ortuku di ibukota. Hubungan keluarga jauh itu terjadi karena ikatan pernikahan. Aku gak bisa meneruskan sekolahku karena ortuku gak punya biaya. Makanya aku ikut dengan om ku agar lebih mudah untuk mencari pekerjaan. Lagian omku itu punya koneksi yang luas. Karena aku belon punya pengalaman kerja, aku dikursusin si om mengenail IT karena biasanya kerjaan IT lebih sering tersedia di industri apapun juga sekarang ini.
Untuk mengisi waktu luangku, aku membantu pekerjaan dirumah, karena tanteku juga kerja. PRT di rumah itu hanya dateng 2 hari sekali mengingat gak banyak pekerjaan
yang harus dilakukan. Makanya aku membantu melakukan pekerjaan dirumah pada saat PRT tidak dateng. Omku itu dah 40an, sebenarnya tanteku itu istri keduanya. Si om dah cere dengan istri pertamanya dan anaknya semata wayang dibawa oleh istrinya. Aku suka melihat omku itu, orangnya keren, atletis lagi badannya karena dia rajin berfitness ria bersama si tante seminggu sekali. Aku diajak juga untuk fitness,
ya aku ikut aja, namanya juga dibayarin kan. Si om selalu berbinar2 melihat aku ketika memakai pakean olah raga yang minim dan terbuka. Tanteku itu jauh lebih muda dari omku, katanya sih beda umurnya ada 15 tahun, rupanya si om seneng dengan daun muda ya. Aku mo manggilnya teteh gak enak, takut dibilangin kurang ajar. Mereka juga belon punya anak, kayanya si om gak mo cepet2 punya anak dari istri barunya itu.

yang bikin aku kaget, rupanya si om doyan banget ngesex, kayanya ampir tiap malem dai melakukannya dengan tanteku. Memang si karena tanteku muda, seksi, cantik, bodinya pastinya merangsang si om untuk ngen totin dia tiap malem. Aku taunya hal itu ketika aku terbangun malem2. Karena pengen kencing, makanya aku keluar kamar ke wc. Kembalinya dari wc, dengan mata yang masih mengantuk, aku melewati kamar mereka. Terdengar erangan dan lenguhan si tante, "Maas, terus mas, yang keras mas, ngenjotnya, enak maas", dan erangan dan lenguhan berahi semacam inilah. Aku jadi hilang ngantuknya, dan nguping erangan erotis si tante,
dampaknya sangat fatal bagiku, aku jadi bertanduk (horn kan tanduk, jadi horny kan artinya bertanduk dong). Cukup lama aku nguping erangan si tante, kayanya si om kuat juga karena erangan si tante gak reda2 tapi malah menjadi2. Aku gak tahan lagi dengan tanduk yang timbul, aku balik ke kamar. Segera aku melepas semua yang melekat dibadanku, dengan ngangkang di ranjang aku nulai meremas2 toketku, pentil kuplintir2 dan tangan satunya menggosok2 memekku, it il kusentil2 sendiri. Aku
jadi mengerang saking nikmatnya, cukup lama aku mengerang2 ketika ngilik2 badanku sendiri, sampai akhirnya aku berteriak karena nyampe. Masa bodo lah si om denger gak aku mengerang dan berteriak karena kenikmatan. Memang sih, dikota asalku, aku dah sering dien tot ma cowokku, aku selalu mendapat kenikmatan dari cowokku. Sejak tinggal bersama si om, tentunya aku gak bisa merasakan kenikmatan dari cowokku, sehingga dengan adanya rangsangan suara erotis, napsuku langsung aja meningkat drastis. Setelah aku mencapai klimaxku, aku
tertidur dalam keadaan telanjang bulet.

Besoknya aku bangun jadi kesiangan, kebetulan PRT gak dateng hari itu. Ketika aku keluar kamar, rumah dah spi, Kayanya om dan tante dah pergi kerja. Aku balik lagi ke kamar, aku pengen ngilik bodiku lagi. Karena merasa sendirian di rumah, pintu kamar kubiarkan saja terbuka. Aku melepaskan semua pakeanku dan ritual semalem kuulangi lagi sembari membayangkan si om lagi ngen totin aku. Napsuku lebih berkobar dengan fantasi erotis yang sedang aku lakukan, erangan dan lenguhan gak kutahan lagi, toh gak ada yang akan denger, pikirku. Ditengah aku sedang menikmati kilikan ku sendiri dan sambil melenguh ria dangan mata terpejam, aku kaget karena ketika aku membuka mata, kulihat si om dengan tersenyum sedang berdiri memandangiku disebelah ranjangku. Tanganku reflex menututpi toket
dan memekku, tapi si om rupanya dah lama juga memandangi aku telanjang gitu. Dia duduk disebelahku. "Napa Din, kamu lagi horny ya. Bodi kamu merangsang sekali Din. Sejak kamu dateng pertama kali, aku dah napsu liat bodi kamu. Kalo liat kamu pake pakean fitness palagi. Hari ini baru aku bisa liat langsung bodi mulus kamu telanjang". Aku terdiam saja. Si om menarik tanganku dari toketku dan mulai menyentuh2 pentilku."Din, kamu pengen ya, Aku juga pengen kok ngelakuin ma kamu". Padahal semalem dia baru menggarap si tante abis2an. "Mangnya om gak kerja ya, tante kemana?" "Aku off hari ini, tadi keluar bentar nganter tante kerja. Mau ya Din ngen tot ma aku", katanya to the point. "Mangnya kamu dah sering dien tot ya dikota asalmu". "Dah om". "Ma siapa, ma om2 juga?". "enggak om, ma cowok Dina". "Sekarang kamu horni berat ya karena dah lama gak dien tot". "Iya om, palagi semalem Dina denger tante nelengiuh keenakan
dien tot ma om, jadi pengen dah". "Mangnya semalem belon ngilik ndiri". "Udah sih om, tapi karena Dina pikir om dan tante pergi, jadi pengen ngelakuin lagi". "Ya udah ngelakuinnya ma aku aja ya".

Dia berbaring disebelahku, masih memakai pakeannya. dia kemudian menarik tubuhku merapat ke tubuhnya. tangannya mengusap2 pahaku. "Kamu cantik sekali, Din", katanya. Tangannya pidah ke bukit no nokku mempermainkan jembutku yang lebat. Dia bisa melakukan itu karena aku mengangkangkan pahaku. Tangannya terus menjalar ke atas ke pinggangku. "Geli om", kataku ketika tangannya menggelitiki pinggangku. Aku menggeliat2 jadinya. Segera tangannya meremes2 toketku."Toket kamu besar ya Din, kenceng lagi", katanya. "Om suka kan", jawabku.
�Ya Din, aku suka sekali setiap inci dari tubuhmu", jawabnya sambil terus meremes2 toketku. DIa kemudian mencium bibirku. Keadaan menjadi tambah parah buatku karena yang dia cium kemudian adalah kuping dan leherku. berlama-lama lagi. Padahal itu termasuk daerah sensitif. Hal itu membuat aku mulai ser-seran. tangannya mulai turun ke dada dari bahuku. Tangannya lihai banget, putaran-putaran jarinya mampu membuat aku sesak karena toketku segera mengeras. Tangannya terus aktif, sehingga akhirnya pentilku menjadi keras banget. Bibirnya yang bermain dileherku, mulai turun ke bahu, tapi dia nggak langsung mencaplok pentil aku yang
keras, disengol-sengol dulu sama hidungnya. Napasnya yang hangat aja sudah berhasil membuat pentilku makin keras. Terus dia ciumin pelan pelan toketku, mula-mula bagian bawah terus melingkar sehingga hampir semua bagian toketku dicium lembut olehnya.

Belum puas menggoda aku, lidahnya kemudian mulai menari-nari di atas toketku. Aku tak tahan dan mulai mendesah. Akhirnya lidahnya mulai menyapu sekitar pentilku dan akhirnya pentilku tersapu lidahnya. perlahan mula mula, makin lama makin sering dan akhirnya pentilku dikulumnya. Ketika aku merasa nikmat dia melepaskannya. dan kemudian mulai mengecup dari bagian tepi lagi, perlahan mendaki ke atas dan kembali ditangkapnya pentilku. Kali ini pentilku digigit perlahan sementara lidahnya berputar putar menyapu pentil itu. Sensasi yang ditimbulkan luar biasa, semua keinginanku yang kupendam selama ini serasa terpancing keluar dan berontak untuk segera dipuasi. Melihat aku mendesah dia
makin seru. Selain menggigit-gigit kecil pentilku sembari lidahnya menyapu-nyapu, tangannya mulai bermain di lututku dan pahaku. aku makin merinding menahan nikmat. Dengan lihai tangannya mulai mendaki dan kini berada diselangkanganku. Dengan lembut dia mengusap-usap pangkal pahaku di kerimbunan jembutku. "Ni jembut lebat banget Din, gak heran napsu kamu besar gitu. Pasti kamu gak puas kalo dien tot cuma seronde ya Din". "He eh", hanya itu yang keluar dari mulutku. Usapannya menimbulkan sensasi dan nikmat yang luar biasa. Aku tak dapat tenang lagi, sebentar bentar menggelinjang. Aku sudah tak dapat lagi menyembunyikan kenikmatan yang kualami.

Jarinya yang besar itu akhirnya menyelinap dikerimbunan jembutku dan langsung menemukan it ilku. Dengan gemulai dia memainkan jarinya
sehingga aku melenguh kenikmatan. Jarinya lembut menyentuh it ilku dan
gerakannya memutar membuat tubuhkupun serasa berputar-putar. Akhirnya pertahananku jebol, cairan kental mulai mengalir keluar di no nokku. dan dia tahu persis sehingga dia mengintensifkan serangannya. Akhirnya puncak itu datang, kepeluk kepalanya dengan erat dan kuhujamkan bibirku ke bibirnya dan tubuhku bergetar. Dia dengan sabar tetap mengelus it ilku, membuatku bergetar-getar seolah tak berhenti. Lubang no nokku yang basah dimanfaatkan denga baik olehnya.
Sementara jari jempolnya tetap memainkan it ilku, jari tengahnya mengorek-ngorek no nokku mensimulasi apa yang dapat dilakukan laki-laki terhadap perempuan. Aku megap-megap dibuatnya. Entah berapa lama dia membuatku seperti itu dan sudah beberapa kali aku mengalami orgasme, tapi tidak ada tanda-tanda bagaimana dia akan mengakhiri permainan ini.

Akhirnya aku yang memulai, tanganku meraba-raba selangkangannya. disana jemariku menemukan gundukan yang mulai mengeras. Begitu tersapu oleh belaianku, gundukan itu berubah menjadi mengeras. Diapun segera melepaskan semua yang melekat dibadannya. Aku terkejut melihat kon tolnya, sungguh perkasa, besar, panjang dan bengkung keatas karena sudah ngaceng dengan kerasnya. Segera dia berbaring lagi disebelahku. Entah mengapa aku jadi senang menggodanya, jariku terus membelai turun naik sepanjang kon tolnya yang luar biasa ukurannya. Secara perlahan kon tolnya bertambah panjang dan besar menimbulkan getaran-getaran yang membuatku kembali mencapai orgasme. Ketika orgasme tanganku secara tak sengaja meremas-remas bola-bolanya sehingga dia pun terangsang. Sambil mengecup daun telingaku dia berbisik, "maen yuk Din". Aku tak
tau harus bagaimana dan menurutinya saja ketika dia mencium bibirku dengan lembut, ini membuat tubuhku bertambah lunglai. Kembali bibirnya melumat bibirku cukup lama dan dalam. Dia mengecup ngecup bibir bawah dan atasku bergantian. Aku berdesah kecil ketika tangannya memeluk pinggangku dan menarik tubuhku makin merapat ketubuhnya. Bibirnya perlahan mengecup bibirku, lidahnya merambat diantara dua bibirku yang tanpa sadar merekah menyambutnya. Lidah itu begitu lihai bermain diantara kedua bibirku mengorek-ngorek lidahku untuk keluar. Sapuan
lidahnya menimbulkan sensasi-sensasi nikmat, sehingga perlahan lidahku mengikuti gerakan lidahnya mencari dan mengikuti kemana lidahnya pergi. Dan ketika lidahku menjulur memasuki mulutnya dengan sigap dia mengulumnya dengan lembut, dan menjepit lidahku diantara lidah dan langit-langit. Tubuhku menggeliat menahan nikmat yang timbul. Sorotoan matanya yang tajam menyapu bagian-bagian tubuhku secara perlahan. Pandangannya agak lama berhenti pada toketku yang membusung.
Tatapan matanya cukup membuat tubuhku hangat, dan dalam hati kecilku ada perasaan senang dan bangga dipandangi lelaki dengan tatapan penuh kekaguman. Dia kembali merangkul pinggangku yang ramping dan menariknya merapat ketubuhnya. Tanganku terkulai lemas ketika sambil memelukku dia mengecup bagian-bagian leherku sambil tak henti-hentinya membisikan pujian-pujian akan kecantikan bagian-bagian tubuhku. Akhirnya kecupannya sampai di daerah telingaku dan lidahnya secara lembut menyapu bagian belakang telingaku. Aku menggelinjang, tubuhku bergetar sedikit dan rintihan kecil lepas dari kedua bibirku. Dia telah menyerang salah satu daerah sensitifku, dan dia tau itu sehingga hal itu
dilakukannya berkali-kali. Dengan sangat mempesona dia berbisik bahwa dia ingin menghabiskan hari ini dengan bercinta denganku, kemudian bibirnya kembali menyapu bagian belakang telingaku hingga pangkal leherku. Aku tak sanggup menjawab, tubuhku terasa ringan, tanpa sadar tanganku kulingkarkan di lehernya.

Kemudian dia membungkuk sehingga tanganku terlepas dari lehernya. Dia mulai menciumi ujung-ujung jari kakiku. Aku menjerit kegelian dan berusaha mencegah, namun dia memohon agar dia dapat melakukannya dengan bebas. Karena penasaran dengan sensasi yang ditimbulkan. akhirnya aku biarkan dia menciumi, menjilat dan mengulum jari-jari kakiku. Aku merasa geli, tersanjung dan sekaligus terpancing untuk terus melanjutkan kenikmatan ini. Bibirnya kini tengah sibuk di betisku yang menurutnya sangat indah itu. Mataku terbelalak ketika kurasakan perlahan tapi pasti bibirnya makin bergerak keatas menyusuri paha bagian dalam ku. Rasa geli dan nikmat yang ditimbulkan membuat aku lupa diri dan tanpa sadar
secara perlahan pahaku terbuka. Dia dengan mudah memposisikan tubuhnya diantara kedua pahaku. Pertahananku benar-benar runtuh ketika dia menyapu-nyapukan lidahnya dipangkal pahaku. Aku berteriak tertahan ketika dia mendaratkan bibirnya diatas gundukan no nokku. dia terus melumat gundukan tersebut dengan bibirnya seperti dia sedang menciumku. Aku berkali-kali menjerit nikmat, dan getaran-getaran orgasme mulai bergulung-gulung, tanganku meremas-remas apa saja yang ditemuinya, sprei, bantal dan bahkan rambut dia, tubuhku tak bisa diam
bergetar, menggeliat, dan gelisah, mulutku mendesis tak sengaja, pinggulku meliuk-liuk erotis secara reflek dan beberapa kali terangkat mengikuti gerakan kepala dia. Untuk kesekian kalinya pinggulku terangkat cukup tinggi. Dengan perlahan lidah dia menyentuh belahannya, aku menjerit tak tertahan dan ketika lidah itu bergerak turun naik di belahan no nokku, puncak orgasme tak tertahankan. Tanganku memegang dan meremas rambutnya, tubuhku bergetar-getar dan melonjak-lonjak. dia tetap bertahan pada posisinya, sehingga lidahnya tetap bisa menggelitik it ilku, ketika puncak itu datang. Aku merasa dinding-dinding no nokku mulai lembab, dan kontraksi-kontraksi khas pada lorong mulai terasa. lorong no
nokku secara refleks akan membuat gerakan-gerakan kontraksi, yang bisa membuat cowokku tak bisa bertahan lebih lama lagi. dia nampaknya dapat melihat kontraksi-kontraksi itu, sehingga membuat bertambah nafsu. Kini lidah nya semakin ganas dan liar menyapu habis daerah selangkanganku, bibirnya ikut mengecup dan bahkan bagian cairanku yang mulai mengalir disedot habis olehnya. Nafasnya mulai memburu. Aku tak lagi bisa menghitung berapa kali aku mencapai puncak orgasme. Jauh lebih nikmat dari semalem dimana aku ngilik2 diriku sendiri.

dia kemudian bangkit, beberapa saat kemudian aku merasa kon tol hangat yang sangat besar mulai menyentuh-nyentuh selangkanganku yang basah. dia membuka kakiku lebih lebar, dan mengarahkan kepala kon tolnya ke bibir no nokku. Meskipun tidak terlihat olehku, aku bisa merasakan betapa keras dan besarnya kon tolnya. Dia mempermainkan kepala kon tolnya di bibir no nokku di gerakan keatas ke bawah dengan lembut, untuk membasahinya. Tubuhku seperti tak sabar menanti tindakan yang selanjutnya. Kemudian gerakan itu berhenti. Dan akau merasa sesuatu yang hangat mulai mencoba menerobos lubang no nokku yang sempit. Tetapi karena no nokku sudah cukup basah, kepala kon tol itu perlahan tapi pasti terbenam, makin lama-makin dalam. Aku merintih panjang ketika dia membenamkan seluruh batang kon tolnya. Aku merasa sesak, tetapi sekaligus nikmat luar biasa, seakan seluruh daerah sensistif dalam no nokku tersentuh. Batang kon tolnya yang keras dan padat itu disambut oleh kehangatan dinding no nokku. Cairan-cairan pelumas mengalir dari dinding-dindingnya dan gerakan kontraksi mulai berdenyut, membuat dia membiarkan kon tolnya terbenam agak lama merasakan kenikmatan denyutan no nokku. Kemudian dia mulai menariknya keluar perlahan-lahan dan mendorongnya lagi, makin lama makin cepat. Sodokan-sodokan yang demikian kuat dan buas membuat gelombang orgasme kembali membumbung, dinding no nokku kembali berdenyut, kombinasi gerakan ini dengan gerakan maju mundur membuat batang kon tolnya seolah-olah
diurut, kenikmatan tak bisa disembunyikan oleh dia, gerakannya semakin liar, mukanya menegang, dan keringat menetes dari dahinya. Melihat hal ini, timbul keinginanku untuk membuatnya mencapai nikmat. Pinggulku kuangkat sedikit dan kemudian membuat gerakan memutar manakala dia melakukan gerak menusuk. dia nampaknya belum terbiasa dengan gerakan dangdut ini, mimik mukanya bertambah lucu menahan nikmat, batang kon tolnya bertambah besar dan keras, ayunan pinggulnya bertambah cepat tetapi tetap lembut. Akhirnya pertahanannya bobol, kon tolnya menghujam keras dalam no nokku, tubuhnya ambruk menindihku, tubuhnya bergetar dan mengejang ketika pejunya menyemprot keluar dalam no nokku berkali
-kali. Akupun melenguh panjang ketika untuk kesekian kalinya puncak orgasmeku tercapai. Sesaat dia membiarkan kon tolnya di dalamku hingga nafasnya kembali teratur. Tubuhku sendiri lemas luar biasa, namun harus kuakui kenikmatan yang kuperoleh sangat luar biasa. Kami kemudian terlelap kecapean setelah mereguk nikmat.

Ketika aku terbangun hari udah tengah hari, dia sedang tersenyum memandangiku. "Kamu cantik sekali deh Din, mana seksi lagi. aku pengen lagi Din. Mau ya"."Tante kan juga cantik, seksi lagi. Om kan tiap malem ngen totin tante", "Ya bedalah ma kamu, kamu kan masih abege". Kemudian dia menciumku, aku menyambut ciumannya dengan napsu juga, bukan cuma bibir yang main, lidah dan ludah pun saling belit dan campur baur dengan liarnya. Sebelah kakiku ngelingker di pinggulnya supaya lebih mepet lagi. Tangannya mulai main, menjalari pahaku. Tangannya terus menjalar sampai menyentuh celah di pangkal pahaku. no nokku
digelitik-gelitik. Aku menggelepar merasakan jari-jarinya yang nakal. Bibir kulepas dari bibirnya. "Hmmhhh...enak, gila." jeritku. jari-jarinya tambah nakal, menusuk lubang no nokku yang sudah berlendir dan mengocoknya. Dia kembali menciumku. Aku ladenin ciumannya. Dia menindih badanku sambil menciumku. Lidah ketemu lidah, membelit, dan saling menjilat. Aku menggumam gumam kenikmatan, sambil berciuman dia menggoyang
-goyang pinggulnya sampai kon tolnya yang telah ngaceng lagi terasa kena di no nokku. Bosen ciuman, bibir dan lidahnya menjalar ke kuping leher bahu, ketiak, terus ke toketku. Dia gemes banget ngeliat pentilku yang kecoklatan dan mencuat ke atas itu. Dia menjilat pentilku dengan rakus sampai Aku ngerasa geli. Pentil sebelah kanan digigitnya dengan lembut, lidahnya menggelitik pentilku di sela-sela gigi depannya, sementara toket sebelah kiriku di remas-remas. Tubuhku menggelinjang karena geli dan nikmat. Setelah beberapa saat di permainkan, toketku terasa
mengeras dan pentilnya tegak. Lendir no nokku mengalir dan terasa basah di perutku. "Om, gantian Dina yang ngemut kon tol om ya", kataku sambil
menelentangkan badannya diranjang.

Aku mulai beraksi. Kupegang kon tolnya dengan kelima jariku. Kukocok-kocok batangnya perlahan. Dia menggumam pelan, "Enak Din, terus.." Lidahku mulai merambat ke kepala kon tolnya, kujilati cairan yang
mulai muncul di lubang kencingnya. Lalu lidahku menggeser ke batangnya,
menjelajahi tiap jenjang kon tolnya. Tangan kiriku mengelu-mengelus biji pelernya. "Din..." gumamnya pelan. "enak banget, geli-geli nikmat". Aku hanya tersenyum ngeliat dia merem-melek kayak gitu. Terus aku membuka mulutku dan menjejalkan kon tolnya masuk ke dalam mulutku. kon tolnya kuisep kenceng-kenceng, lalu dengan mulut kukocok kon tolnya turun naik, "uuuuggggghhhh...sedap .enak...mmmmhhhh...", erangnya.

Aku lalu merubah posisiku untuk melakukan 69. aku di atasnya dan menyorongkan pantatku ke mukanya. Dia nggak nunggu dua kali, langsung aja dia menjilati no nokku yang berlendir dan merekah merah itu. Bibirnya menyedot lubang no nokku, menghisap lendirnya. Lidahnya dimasukin ke dalam lubang no nokku, menjilati dinding-dinding basah, sementara jari nya mempermainkan it ilku. Aku mengerang-ngerang dengan kon tolnya di mulutku, menyuarakan kenikmatan. Lendir dari no nokku membajir membasahi mukanya.

Aku melepaskan kon tolnya dari mulutku dan meminta dia menyodok aku dari belakang. Waktu kon tolnya masuk, aku hanya merintih pelan. kon tolnya dienjotkan keluar masuk dengan kencang, aku hanya bisa mengejang menahan nikmat. Tangannya ikut nimbrung merangsang it ilku. Kocokan kon tol di no nokku dan kilikan jarinya di it ilku membuat aku mengerang dan menjerit-jerit kenikmatan. Sudah dua kali no nokku berkontraksi karena aku nyampe, tapi dia terus mengocok kon tolnya
keluar masuk sampai aku lemes. Cairan no nokku membecek, meleleh turun ke paha. Setelah aku nyampe yang ke empat kali di ronde ke dua itu, dia akhirnya ngecret lagi."Om, nikmat banget deh, lebih nikmat dari yang tadi, Dina sampe berkali2 nyampe baru om ngecret", lenguhku lemes. Dia mencabut kon tolnya dari no nokku. Aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia mengikuti dari belakang. Dikamar mandi Dia memelukku, "Terima kasih ya Din, kamu asik banget dien totnya, empotan memek kamu luar biasa deh. Aku sangat menantikan kesempatan seperti ini lagi agar kita bisa mengulangi kenikmatan ini". Sejak saat itu, dia selalu mencari kesempatan untuk bisa mengen toti aku, istrinya ya tetep aja
dien totin juga. Kayanya aku dijadikan istri brikutnya deh, tapi yang gak resmi. Gak apa, yang penting kan aku selalu terpenuhi kebutuhan sexku, berlebihan lagi dia memenuhinya.
readmore>> »»  

Anak dan Mami Gila Seks

Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadaku, untuk menuliskan sebuah kisah atas kehidupan yang sangat kompleks ini. Inilah hidup yang penuh dengan rahasia besar. Kiriman cerita yang panjang aku edit menjadi singkat dan inilah ceritanya. Terima kasih.
Bu Supiyah sangat heran melihat putra tunggalnya, Amir yang setiap malam minggu tak pernah keluar rumah. Justru selalu saja bermanja dengan dirinya.

Padahal usianya sudah 24 tahun dan sudah diwisuda jadi sarjana teknis mesin di sebuah institut besar. Amir anak yang cerdas.
"Kamu kenapa tak keluar malam mingguan seperti teman-temanmu, Mir," tanya Supiyah suatu malam. Amir hanya tersenyum.

"Sana kunjungi pacaramu, masak di rumah terus," kata Supiyah lagi.
"Aku gak punya pacar Mam."
"Kamu ini ganteng dan anak pintar, kok gak punya pacar sih?"
"Gak ada yang cocok."
"Kamu mau punya pacar, perempua yang seperti apa sih?"
"Seperti Mami. Cantik dan penuh kasih sayang," kata Amir.
Bu Supiyah yang tersenyum saja. Begitu senangnya dia dipouja-puji oleh anak semata wayangnya itu. Memang sejak kematian suami Supiyah, dia menumpahkan kasih sayangnya kepda putra tunggalnya itu. Dia jalankan perusahaan peninggalan suaminya, justru semakin pesat kemajuannya.

Lama kelamaan, Supiyah heran dan semakin heran saja. Apa mungkin Amir bukan seorng laki-laki yang normal. Supiyah kasihan juga jadinya, jika memikirkan itu. Setiap malam, Amir, selalu merebahkan kepalanya di atas paha ibunya. Bu Supiah pun mengelus-elus kepala Amir dengan penuh kasih sayang dan memanjakan. Mereka sembari menonton TV di ruang tamu.
"Mana mungkin, ada perempuan yang persis Mami, sayang. Cari perempuan yang kamu suka," kata Supiyah.
"Aku hanya mau perempuan yang seperti Mami," katanya.
"Apakah..."
"Ada apa, Mi?"
"Maaf, jangan marah. Apakah kamu tidak normal, sebagai laki-laki?" tanya Supiyah. Setelah mengucapkan kata-kata itu, Supiyah menyesal. Dia takut, kalau putra tungalnya itu jadi marah atau tersinggung.
"Mami, boleh buktikan, apakah aku normal atau tidak," kata Amir.
"Ya buktikan dong. Cari perempuan untuk pacarmu," kata Supiyah.
"Boleh aku berterus terang Mi? Tapi janji tidak marah," kata Amir.
"Mana mungkin Mami marah pda anak Mami. Berterus teranglah," kata Supiyah pula.
"Tapi janji, jangan marah. Jangan sampai Aku berterus terang, Mami tidak sayang lagi padaku. Aku akan pigi, dari rumah dan tidak akan kembali lagi, karena malu. Janji ya Mi?" kata Amir antara terdengar tidak. Suaranya sangat perlahan.
"Berters teranglah. Mami janji tidak akan marah," kata Supiyah.
"Aku mencintai Mami. Aku mau Mami jadi isteriku," kata Amir berterus terang, walau suaranya perlahan dan tersendat.

Bagaikan tersambar petir, Supiyah seperti tak percaya mendengarkan kata-kata anaknya itu. Dia diam sejenak menenangkan perasaannya dan dadanya yang menggemuruh. Ingin dia segera menolak Anaknya dari pangkuannya dan mengatakan tidak. ANcaman Amir akan pergi dari rumah untuk selamanya, membuatnya tak berani menolak kepala Amir dari pangkuannya.
"Mami marah?" tanya Amir dengan suara yang parau dan ragu. Amir sendiri dadanya mengemuruh, takut kalau Maminya marah.
"Apa mungkin kita menikah, sayang. Aku kan Mami mu sayang," kata Supiyah ragu.
"Kita tak perlu menikah mam. Aku hanya ingin menjadi suami Mami dan mami isteriku. Kita suami isteri. Ini rahasia kita berdua," kata Amir semakin mantap. Menetes airmata Supiyah di pipinya. Tetes airmata itu menetes ke wajah Amir.
"Kenapa Mami menangis? Mami marah dan tak suka dengan kata-kataku?" tanya Amir sedikit meningi. Supiyah ketakutan dan menghela nafasnya dengan kuat.
"Mami tidak marah sayang. Tidak marah. Tidak," kata Supiyah.
"Kalau begitu, Mami setuju menjadi isteriku?" kata Amir penuh percaya diri jadinya. Supiyah diam tak mampu menjawa. Dia harus menjawab apa dengan menjaga seluruh perasaan anak tunggalnya itu.
"Kata orang-orang tua, kalau diam, itu pertanda setuju. Jika gadis dilamar tak menjawab, artinya setuju," kata Amir. Hampir saja dada supiyah meledak mendengar kata-kata itu. Apakah itu sebuah lamaran dari anak kandungnya sendiri? Supiyah pun diam seribu basa.
"Terima kasih, Mam. Berarti Mami setuju atas lamaranku. Sejak sekarang, Mami adalah isteriku. Aku akan memanggilmu dengan nama mesra. Sufi," kata Amir. Mendengar itu, airmata Supiyah semakain menderas. Dia tak tau mau berkata apa. Amir pun duduk dan menghapus airmata Supiyah dengan kedua ibujarinya.
"Jangan menangis sayang. Terima kasih atas kesediaanmu menjadi isteriku," kata Amir penuh mesra. Dipeluknya Supiyah yang sudah dia anggap sebagai isterinya. Dikecupnya bibir Supiyah dengan mesra.

Malam itu juga Amir pindah kamar dari kamarnya ke kamar Supiyah. Supiyah tak tau mau berbuat apa. Mereka tidur di atas tempat tidur yang sama. Sebelum terbaring, Amir, membuka pakaian Supiyah dan mengantinya dengan baju tidur biru yang sangat tipis dan halus. Ingin rasanya Supiyah berontak. Tapi dalam hati kecilnya dia ingin juga membuktikan, apakah anakntya Amir memang seorang perjaka tulen atau tidak. Supiyah ditelanjangi dan dipakaiakan pakaian tidur, tanpa bra dan tanpa celana dalam. Amir mengenakan kimono yang tipis jua tanpa pakaian dalam. Melihat penis anaknya itu, hatinya bergetar juga.

Mereka tidur berpelukan. Amir menciumi bibir Supiyah. Mempermainkan lidahnya dalam ronga mulut Supiyah. Perlahan dia meraba dengan lembut tubuh ibunya yang berusia 47 tahun itu. Perlahan dia preteli pakaian ibunya, sampai telanjang bulan. Ketika Supiyah mau melarangnya dengan mesra Amir mengatakan:" Tenang saja sayang. Semuanya akan menjadi indah dan nikmat. Aku mencintaimu dengan tulus Sufi... aku mencintaimu, saang" Berdesir hati Supiyah mendengar rayua anaknya.

Persis 20 tahun dia tak pernah merasakan elusan dan rabaan dari seorang laki-laki setelah kematian suaminya. Kini rabaan dan elusan iotu datang dari anak kandungnya sendiri. Haruskah...
Yah... Supiyah tak mampu menahan gairahnya. Tanpa sadar dia membalas ciuman anak tunggalnya itu. Dia mengelus-elus kepala Amir, saat Amir menjilati pentilteteknya, saat Amir menjilati ketiaknya, menjilati perutnya dan menjilati lubang memeknya dan mempermainkan klitorisnya. Supiyah sudah tak mampu berbuat apa-apa lagi, selain menikmatinya dan memberikan respons pada Amir. Rasa malu seketika hiloang. Supiyah sudah mendesah-desah dijilati oleh anaknya sendiri.
"Sayang... Mamai sudah tak tahan. Ayo dimasuki..." kata Supiyah memohon.
"Panggil aku Papi, sayang. Panggil aku Papi Sufi..." kata Amir.
"Ya.. Papi... ayo dong, Sufi sudah tak tahan," kata Supiyah menurut, seperti kerbau ditusk hidungnya.

Amir menaiki tubuh Supiyah dan mengangkangkan kedua kaki Supiyah. Perlahan ditusuknya penisnya ke lubang Supiyah. Perlahan dan perlahan. Memek yang sudah 20 tahun tak pernah dimasuki itu, merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Terasa memeknya penuh dengan masuknya penis anaknya itu. Dia mengoyangnya dari bawah dan emminta Amir semakin cepat menusuknya. Mereka berpelukan erat dan saling memagut bibir. Sepuluh kenit kemudian, Amir melepaskan spermanya di dalam rahim Supiyah, ibunya. Berkelai-kali dan mereka berpelukan. Amir menciumi pipi Supiyah dengan lembut, sebaliknya Supiyah juga membalasnya dengan lembut.
"Terima kasih, papi," kata Supiyah.
"Aku juag berterima kasih Sufi. AKu sangat mencintaimu, Sufi," kata Amir.
Mereka terus melakukannya dengan kasih sayang dan penuh cinta. Sampai akhirnya pada bulan ke empat, Supiyah hamil. Dia sangat takut dan menyesal. Hal itu dilaporklannya pda Amir, agar digugurkan. Amir marah besar. Dia tak mau anaknya digugurkan. Akhirnya mereka mengambil kesimpula, anak itu harus lahir. Pada udia ke lima bulan lebih, Amir diserahi tugas memimpin perusahaan. Supiyah harus ke Singapura selama beberapa bulan. Sampai dia melahirkan anak laki-laki yang ganteng. Setelah anak itu berusia 2 bulan, Supiyah mengirimkan berita kepada teman-temannya, bahwa dia mengadopsi anak dari rumah sakit di Singapura. Dia ingin kembali ke Indonesia dan merayakan anak yang dia adopsi. Amir pun tersenyum, karean ibunya ternyata orang pintar juga.

Di Singapura, SUpiyah operasi peranakan agar tak hamil lagi. Pesta perayaan anak yang katanya anak adopsi itu pun berlangsung meriah dan singkat. Setelah para tamu pulang, AMir membisikkan sesuatru kepada Supiyah.
"Aku ingin menyetubuhimu Sufi. Malam ini," katanya.
"Aku sudah siap Papi sayang. Kita letakkan dulu anak kita ke dalam bos-nya, Kata Supiyah setelah menyusui anak mereka dengan ASI.
Amir dan Supiyah melakukan hubungan suami Isteri. Sebab ketika Amir menjemput Sufi ke Singapura, mereka melakukan pernikahan catatan Sipil di negeri jiran itu.
Amir sangat mencintai Supiyah, akhirnya Supiyah juga sangat mencintai Amir. Mereka bertekad untuk pindah dari kota itu, ke kota ibukota yang lebih bebas.
readmore>> »»  

KELUARGA BAHAGIA

Namaku Boy, aku tinggal di Medan. Aku mau menceritakan pengalaman seksku di rumahku sendiri. Kejadian ini baru terjadi dua bulan yang lalu. Aku mempunyai seorang kakak, namanya Dewi. Kak Dewi orangnya cantik. Dia mempunyai tinggi badan 171 cm, kulit putih bersih, dadanya kira-kira 36 dan pantatnya sangat montok. Aku sangat terangsang jika melihatnya. Suatu hari, tepatnya malam minggu.Waktu itu mama dan papaku sedang pergi.
Aku sendiri juga lagi malas di rumah. Lalu aku pergi kerumah teman kuliahku. Jadi dirumah hanya Kak dewi sendirian yang lagi nungguin pacarnya. Tapi dasar sial temanku juga lagi keluar. Lalu untuk ngilangin suntuk aku mutar-mutar (jalan2) sendirian. Setelah puas jalan jalan aku pun pulang. Sampai di rumah kulihat ada kendaraan pacar Kak dewi di depan rumah. "Aduh.. jagain orang pacaran nih..", pikirku. Aku langsung masuk ke teras. Tapi aku terkejut. Kulihat Kak dewi sedang ditunggangi oleh pacarnya (ngentot). Kubatalkan niatku dan aku terus mengintip permainan mereka. Aku benar2 terangsang melihat adegan tersebut. Apalagi melihat Kak dewi yang sedang bugil dan mendesah desah.

Aku memperhatikan mereka dan mengelus-elus penisku. Terpaksa aku bersolo seks dan memuntahkannya di pot bunga. Lalu aku pergi lagi meninggalkan mereka berdua. Setengah jam kemudian aku kembali dan kulihat mereka sedang duduk mesra diruang tengah. Kutegur mereka dan aku langsung masuk ke kamarku. Di kamar aku terus membayangkan Kak Dewi. Selang beberapa menit aku keluar kamar dan kulihat cowoknya sudah pulang. Kulihat Kak Dewi masuk ke kamarnya. Lalu aku duduk sendirian di ruang tengah. Aku benar benar terangsang. Aku lalu bangkit dan masuk kekamar Kak Dewi.

Rupanya Kak Dewi sedang ganti baju. Dia terkejut melihatku. "Ngapain kamu?", tanyanya. "Tadi kakak ngapain sama cowok kakak?", aku balik bertanya. Dia hanya diam. "Emang kamu tahu?", tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk. "Jangan bilang siapa-siapa ya..!", katanya lagi. "Oke.. tapi kakak harus mau begituan juga sama aku!", ujarku. "Kamu mau juga ya..", katanya manja. Dia lalu menarikku ke tempat tidur. Dibukanya bajunya, lalu dibukanya juga bajuku. Langsung dilumatnya penisku. Rasanya enak sekali. Diisapnya penisku sampai kusemprotkan spermaku di dalam mulutnya. Aku cukup puas atas perlakuannya. Lalu dia menyuruhku menjilati vaginanya .oohh.. ahh.. erangnya. Lalu aku pindah meremas dan menjilati payudaranya. mmhh.. terus.. nggh.. Kujilati payudaranya, perutnya sampai kujilati lagi vaginanya. oh.. ah.. ena.. k.. erangnya. Nafsuku naik lagi. Penisku mulai berdiri lagi. Masu.. kin aja.. pintanya. Lalu kumasukin penisku dan memompanya. Rasanya enak sekali, penisku dijepit oleh otot vaginanya. ahh.. terus.. sayang.. jeritnya. Lalu dibaliknya tubuhku. Dengan posisi diatas, dia menggoyangkan pantatnya turun naik. Tanganku meremas pantatnya yang montok. Payudaranya bergoyang-goyang. Aku mau keluar.. erangku. Tahann.. sayang.. ujarnya. Lalu ahh.. agh.. oh.. Kak Dewi mengerang panjang pertanda orgasme. Dia terus bergoyang dan crot.. crot.. crot.. kusemburkan spermaku didalam vaginanya. Lalu dia mencium bibirku. Kami pun tergeletak bersampingan. "Makasih kak.. betul-betul nikmat", ujarku sambil meremas payudaranya. "Iya.. kamu hebat juga", katanya "Maukan kakak beginian lagi..?", tanyaku "Kapan aja kamu pengen", ujarnya sambil tersenyum.

Aku langsung keluar dan masuk ke kamarku. Aku senang sekali. Aku terus minta jatah sama Kak Dewi. Kapan ada kesempatan kami pasti melakukannya dengan berbagai macam gaya. Aku juga sudah merasakan pantatnya yang montok. Waktu itu Kak Dewi lagi haid, jadi kusorong aja pantatnya. Rasanya sama-sama enak kok. Sampai pada suatu hari, Waktu itu aku pulang kuliah, kulihat pintu kamar Kak Dewi terbuka dan dia berbaring mengenakan handuk. Aku terangsang melihatnya. Aku masuk dan kubuka bajuku lalu kupeluk dan kucumbu. Ah.. jangan sekarang! ada Mama tuh! ujarnya. Tapi aku tak peduli dan terus merangsangnya. Akhirnya dia pasrah. Kubuka handuknya dan kujilati payudaranya. Kak Dewi mendesah. Lalu dia bangkit, menimpaku sambil berbalik. Kami melakukan gaya 69, Dikocoknya dan diisapnya penisku. Aku pun menjilati vaginanya sambil meremas pantatnya. Lagi asyik menjilat, tiba-tiba pintu kamar dibuka. Kami sangat terkejut. Ternyata mama sedang memergoki kami berbuat mesum.

Mama masuk dan menutup pintu. Muka Mamaku tampak marah melihat perbuatan kami. Aku dan Kak Dewi hanya bisa terdiam. Matanya menatap kami tajam. "Maafin kami ma!, ini salah Boy. Boy yang ngajak Kak Dewi. Soalnya Boy lagi terangsang! ujarku. "Kenapa harus Kak Dewi?", tanya mamaku. "Daripada dengan PSK lebih baik dengan aku, Ma!" sambung Kak dewi "Lagi pula aku juga mau kok", ujar Kak dewi membelaku. "Terserah Mama mau marah, kami kan udah gede dan punya hasrat seks yang harus disalurkan", ujarku. Mamaku terdiam sejenak "Ya.., udah terserah kalian. Tapi perbuatan kalian jangan sampai ketahuan papa!", ujarnya. "Satu hal lagi Boy, jangan sampai Kak Dewi hamil", katanya sambil menatapku. "Ya..udah sebagai hukumannya mama mau lihat bagaimana kalian melepaskan hasrat seks kalian itu", ujarnya lagi.

Aku dan Kak Dewi saling pandang. Lalu kami lanjutkan permainan kami. Aku mulai merangsang Kak Dewi lagi. Kujilati payudaranya. Lalu kujilati vaginanya. Ah..sst.. mmh.. desahnya. Tanpa lama2 kumasukkan penisku ke liang vaginanya dan kugoyang. Akkh..ohh..ngghh..ah.. ah..desahnya. Aku makin mempercepat kocokanku. Dan akhh..ahh ..akhhkhh.., jeritnya panjang. Kurasakan Kak Dewi sudah mencapai orgasme. Semakin cepat goyanganku. ck .ckk.. ck..suara kocokan penisku di vaginanya yang sudah basah bercampur cairan orgasmenya. "Mau keluar nih..", jeritku "dimulutku aja!", ujarnya sambil menahan sodokan penisku, kucabut penisku. Kak dewi langsung menggenggam penisku dan mengocoknya dalam mulutnya. Crott.. crot..crot..crot kusemburkan spermaku ke mulutnya sebanyak 8 kali. Mulutnya penuh dengan spermaku. Sampai menetes keluar dari sela mulutnya. Dan ditelannya semua. Aku terbaring puas, dan Kak Dewi menjilati penisku untuk membersihkan sisa sperma. Kulihat mama menggelengkan kepalanya.

Lalu mama pergi keluar dari kamar. Aku dan Kak Dewi hanya tersenyum. Kami akan lebih bebas melakukannya dirumah, walaupun mama mengetahuinya. Kami saling berpelukan dan berciuman. Aku lalu berpakaian dan masuk ke kamarku. Di kamar aku masih memikirkan kejadian tadi. "Mama tidak melarang aku ngeseks dengan kakakku sendiri. Berarti aku juga bisa ngeseks dengan mama", pikirku. Lagian body mama masih sip abis. Soalnya mamaku ikut fitness. Walaupun usianya udah 44 tahun tapi masih oke (bukan membanggakan). Lagi pula mama pasti lebih berpengalaman. Aku berpikir lama mengenai ide gilaku ini. Kuputuskan, aku harus bisa merasakan ngeseks dengan mamaku sendiri.

Lalu aku keluar dan masuk kekamar mamaku. Kulihat mamaku berbaring membelakangiku. Kulihat pantatnya yang montok dan pahanya yang mulus. Kubuka bajuku semuanya. Dan sambil menelan ludah aku naik ke tempat tidur dalam keadaan bugil. Kupeluk mamaku dari belakang dan kugesek penisku yang sudah tegang. Tiba2 mama terbangun "Ngapain kamu, Boy?", tanyanya. "Pengen ngeseks sama mama", jawabku manja. Aku langsung memeluk dan menciumnya. Mamaku diam saja. Kubuka kimononya. Wow ..mama tidak pakai BH dan CD. Payudaranya besar (lebih besar daripada punya Kak Dewi. Kak Dewi aja 36B) dan masih kencang. Vaginanya merah merekah. Pantas papa sayang terus sama mama. Aku langsung meremas payudaranya, menjilatinya dan menggigitnya. Mama hanya mendesah kecil. "Jilatin anu mama ya.. kayak Kak dewi tadi..", pintanya sambil meraba vaginanya. Aku lalu menjilati vagina mama sambil memainkan klitorisnya dengan gigi dan lidahku. Ahh..terus.. sayang.. okh.. e. na. k..desah mama. Kepalaku dijepitnya dengan kedua pahanya dan rambutku dijambaknya. Agar aku terus menjilati vaginanya. 10 menit lidahku menari di vagina mamaku dan akhirnya mamaku orgasme juga.

Kurasakan cairan hangat di lidahku. Lalu mama bangkit dan menyuruhku telentang. Mama lalu mengambil baby oil dan mengoleskan kepenisku. Lalu dikulumnya penisku dengan nikmat. ohh..rasanya benar2 nikmat sampe ubun2. Isapan mama jauh lebih enak daripada Kak Dewi. Aku merasakan kenikmatan yang dahsyat. Mama mengulum semua penisku beserta buah zakarku. Yang paling sensasional kurasakan saat mama mengocok penisku sambil menjilati lubang duburku. Wow benar2 asyik dan nikmat. Aku sampai merinding kenikmatan.

Sekitar 10 menitan kesemprotkan spermaku di depan wajah mamaku. Mama ku sibuk menjilati spermaku yang muncrat kemana mana. "Wah.. benar-benar nikmat ma..", ujarku. "Mama jago istong (isap totong)", pujiku "Kamu juga jago jilatannya, mama sampe merinding", ujarnya "Papa kalo jilat kurang nikmat, lagian papa jarang mau jilat", ujarnya lagi "Gimana, mau dilanjutkan?", tanya mamaku "Iya dong..aku kan mau ngerasain anunya mama!", ujarku sambil melihat vaginanya. "Mama juga mau ngerasain sodokan penismu!", jawabnya manja. Lalu mama mengajakku ke kamar mandi, untuk membersihkan vaginanya dan penisku. Kuhidupkan air di bathtub setinggi mata kaki. Kami berdua masuk dan kucumbu Mama, kucium bibirnya dan kuremas-remas payudaranya.

Kami berdua sangat bernafsu, terutama aku. Padahal aku sudah main sebelumnya dengan Kak Dewi. Aku sudah nggak tahan untuk memasukkan penisku ke vagina mama. Kutusukkan penisku dan bless.. amblas semuanya terbenam. Kurasakan jepitan liang surga mama masih kuat. Kupompa penisku menghujam vagina mama. Kaki mama menjepit sisi bathtub. Ohh..yeahh.. ahh.. jerit mama. Sekitar 3 menit mama minta ganti posisi menyamping dengan posisi kaki belipat ke arah samping dan aku menggoyang dari atas menyodok vagina mama. Mama tampak sangat menikmatinya. Lalu mama minta doggy style. Kami bangkit dan mama nungging bertumpuan dengan sisi bathtub. Kusodok vagina mama dari belakang. Mama mendesah campur menjerit kecil. Pantatnya yang montok beradu dengan pangkal pahaku. Kupeluk mamaku dari belakang sambil terus bergoyang perlahan, meremas payudaranya. "Ma..masukin ke lubang anus ya..", bisikku "Pelan2 mama belum pernah ..", jawabnya. Kucabut penisku dan kumasukkan pelan pelan ke lubang anus mamaku. Mamaku merintih kecil menahan sakit. Lubang anus mama memang belum pernah dijamah. Masih terasa ketat. Kugoyang perlahan-lahan sambil tanganku mengusap-usap bibir vaginannya dari belakang. Oh.. ahhk.. oh.. nikmat.. mama mendesah.

Sekitar 4 menit kucabut penisku kubalikkan tubuh mama dan satu kakinya kuangkat dan kuletakkan di washtafel. Kumasukkan penisku lagi dan kugoyang lagi. sekitar 1 menit, kuangkat Mama dan kutidurkan di lantai kamar mandi. Kakinya mengangkang dan aku mulai menggenjotnya lagi. Shh.. ohh.. akhh.. mama terus menjerit merasakan nikmatnya. Dan ohh.. ahh.. mama melenguh sambil memejamkan matanya menikmati orgasmenya.

Aku terus bergoyang. Lalu aku mengakhiri permainanku dengan semprotan spermaku di dalam rahim mama tempat aku dikandung dulu. Aku benar-benar puas. Aku mencium mama. "Makasih ma.. permainan Mama sangat hebat", pujiku "Mama mau kan..ngeseks sama boy lagi..?", tanyaku. Mamaku tersenyum dan mengangguk "Asal.. jangan ketahuan Papa ya..!", katanya. Aku cuma tersenyum. Lalu kami mandi bersama dalam bathtub. Malamnya aku terlelap tidur. Esok paginya, aku bangun pukul 7 pagi dan bersiap mandi. Kulihat Papa dan Kak Dewi sedang sarapan, sedangkan Mama sedang di dapur. Kudatangi mama dan kuremas pantatnya. "Aduh.. kamu nakal ya..", ujarnya. Kubuka celanaku dan kukelurkan penisku yang tegang. Kugesekkan ke pantat Mamaku. "Ma..ayo.. dong..", bujukku "Gak.. ah..ntar dilihat papa!", tolaknya "Please..", rayuku "Isap aja ya..", tawar mamaku "Ya.., deh..!", sahutku lalu Mama jongkok dan mengisap penisku. Mataku meram melek menahan nikmatnya. Sampai kusemburkan lahar hangat kemulut mama.

Lalu aku mandi dan berangkat kuliah. Di kampus aku rasanya pengen cepat pulang. Pukul 2 siang aku tiba dirumah. Kupanggil Kak Dewi dan Mama kekamarku. "Gimana.. kalo kita main bertiga", usulku "Hah..!!", jawab Mama dan Kak Dewi serentak. "Aduh.. nih..anak.. nafsu amat ya..", ujar Mamaku "Kayaknya asyik juga tuh.", sahut Kak Dewi. Kak Dewi langsung membuka bajunya. Dan menimpaku. Bibirku dilumatnya sambil tangannya melucuti pakaianku. Mama akhirnya membuka bajunya dan ikut bergabung. Mama langsung mengisap penisku sambil menjilatinya. Sedangkan aku menjilati vagina Kak Dewi. Lalu kusuruh Mama tidur telentang sambil mengangkang. Kujilati vagina Mama dan Kak Dewi menjilati dan meremas remas payudara Mama. Ssst.. enaak.. ahh.. erang mama. Lalu gantian, kujilati vagina Kak Dewi dan Mama menjilati payudara Kak Dewi. Aku mulai memasukkan penisku ke vagina Kak dewi dan memompanya. Sedangkan Mama menjilati payudara Kak Dewi sambil menggosok2 vaginanya sendiri. Aaahh..ohh.. oh.. Kak Dewi menjerit kecil berbarengan dengan deru napasnya yang tidak teratur. Kupercepat goyanganku. Aku harus membuat Kak Dewi orgasme terlebih dahulu.

Beberapa saat kemudian Kak dewi mengerang puas ah. a. h.. ah. ah. ah. ahh.. ha.. sambil nafasnya agak tersengal. Penisku terasa dijepit otot vagina Kak Dewi yang yang berkontraksi. Kucabut penisku dan kutarik Mamaku. Lalu kumasukkan penisku ke liang surganya dan kugoyang. Mamaku hanya mendesah kecil. Aku menikmati goyanganku. Aku lalu membalikkan tubuh Mama keatas. Mama bergoyang bagai menaiki kuda. Tanganku meremas-remas pantat Mama dan membantunya turun naik. Ooo.. ahh.. yehh.. erang mama sambil memejamkan matanya. Payudaranya bergantung dan bergoyang. Ohh..ahh.. kudengar erangan mamaku sambil memejamkan mata dan menahan ludah. Kurasakan Mama sudah orgasme. Kupeluk Mama dan kubalikkan badannya. Kak Dewi langsung mendekat dan menjilati payudara Mama. Aku langsung menggenjot mamaku lagi dengan posisi Mama telentang. Sekitar dua menitan, kurasakan aku mau mencapai puncak. Langsung kucabut penisku dan kusemburkan ke mulut Kak Dewi dan Mama. Mereka berebutan. Spermaku muncrat kewajah mereka berdua.

Aku lalu terduduk lemas.Kulihat mama dan Kak dewi saling menjilati spermaku yang muncrat kewajah mereka. Setelah 10 menit Kak Dewi keluar dari kamarku. Dan aku memainkan satu ronde lagi dengan Mamaku. Dan kuakhiri dengan semburan sperma di dalam lubang anusnya. Setelah itu Mama keluar dan mandi. Sekarang aku benar-benar betah berada di rumah, kapan saja ada saja yang melayaniku (Mama dan Kak Dewi). Hampir tiap pagi aku mendapat jatah istong dari Mama. Tapi semua sudah kuatur. Kalo siang aku mainnya sama Mama, dan kalo malam malam lagi pengen, aku mainnya sama Kak Dewi. Tapi kadang nggak tentu juga, yang mana aja. Kalo Papa nggak ada kami main bertiga. Apalagi kalo Papa keluar kota kami makin bebas tidur bersama. Bahkan aku pernah bolos kuliah karena kecapekan melayani Mama dan Kak Dewi. Kejadian ini membuatku betah di rumah.Keluarga Bahagia.
readmore>> »»  

Bangladeshi sexy Cinema actress Nodi Unseen Pictures

Bollywood Stars & Famous Celebrity











readmore>> »»  

Bangladeshi sexy girl picture | Bangladeshi Private university sexy girls





Lux SuperStar Mehazabein Chowdhury Biography

http://mehazabein.blogspot.com/

readmore>> »»  

Dallywood style Icon 2008

readmore>> »»