Tampilkan postingan dengan label Fan-Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fan-Fiction. Tampilkan semua postingan

Ambisi Wijaya - Special Edition

Cerita ini merupakan cerita fiksi tambahan setelah Raden Wijaya membangun kerajaan Majapahit yang dikenal diseluruh dunia sebagai satu-satunya kerajaan yang berhasil menahan serangan dari tentara terkuat di dunia, Mongolia.

*****

Setahun setelah Raden Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit, kerajaan raksasa Mongolia mengalami keruntuhan dimana pasukannya dikalahkan diseluruh dunia. Puluhan kerajaan baru bangkit dan berlomba untuk menjadi yang terkuat. Salah satunya adalah kerajaan Ming dari China yang berhasil menjajah kembali negeri Mongolia serta menciptakan kekuatan yang ditakuti diseluruh kawasan Asia timur maupun Asia tengah. Raden Wijaya sebagai penguasa negeri terkuat di Asia tenggara diundang oleh Kaisar Cu Len Zhang dari kerajaan Ming untuk menghadiri pesta besar atas keberhasilannya dalam membangun kembali negeri China yang kuat.

Raden Wijaya ditemani oleh jendral besar Chen Mien dan dua ratus tentara karena Chen Mien lebih mengenal situasi daerah di negeri China dibanding denga siapapun juga. Sedangkan kerajaan Majapahit sendiri dijaga oleh tangan kiri Raden Wijaya, jendral Suwongso. Setelah rombongan Raden Wijaya tiba di pelabuhan Nanjing, ia disambut oleh panglima Lee dengan hormat. Raden Wijaya dibawa ke kota Ce Jing Zhen atau disebut juga kota terlarang (kota ini sekarang menjadi Beijing). Terlihatlah sebuah istana yang sangat besar dan menyerupai sebuah kota. Saat pintu gerbang dibuka terlihatlah rumah-rumah besar. Saat itu juga banyak rombongan lain yang tiba seperti rombongan dari negeri Korea, Jepang, India, Persia, Thailand, Burma, Annam (negeri Vietnam dulu), Srilanka, dan Tibet.

Pada malam harinya pesta pun dirayakan. Banyak penari cantik dipanggil untuk menari dengan selendang tipis dan setengah tembus pandang. Arak dan makanan dihidangkan. Para tamu berpesta sampai lupa waktu. Sebagian tamu berdiri dan ikut menari bersama para penari itu. Selain cantik, para penari itu mempunyai tubuh yang elok, dan hanya memakai selendang sutra tipis, buah dada mereka terlihat menonjol besar dan ada bayangan pentil payudara. Garis pantat pun terlihat sedikit.

Setelah lama berpesta akhirnya para tamu kembali ke kamar masing-masing. Pada keesokan harinya diadakanlah negoisasi damai antar negara. Kerajaan Korea, Burma, Annam, India, Thailand dan Tibet menyatakan kesetujuan mereka untuk mengakui kerajaan Ming sebagai kerajaan yang terkuat dan mereka akan memberi upeti berupa sandang dan pangan setiap tahunnya. Sedangkan kerajaan Persia dan Jepang menyatakan untuk melupakan dendam lama antar negara dan menjadi sahabat baik negeri Ming. Sedangkan untuk kerajaan Majapahit, Kaisar Cu Len Zhang sendiri menawarkan Raden Wijaya untuk menjadi sekutunya dalam menghadapi musuh. Raden Wijaya menyetujuinya dan membuka hubungan dagang antar negara. Keesokan harinya para tamu semua pulang ke negeri masing-masing.

Pada saat Raden Wijaya tiba di pelabuhan Nanjing hari sudah gelap, maka ia menunda kepulangannya dan berniat untuk menetap di pelabuhan itu semalam. Panglima Lee sendiri memohon pamit dan kembali ke posnya sendiri. Malam pun tiba, Raden Wijaya dijamu dengan makanan terkenal di negeri Ming pada waktu itu yaitu Bebek Pe King. Setelah selesai menghabiskan bebek panggang. Raden Wijaya kembali ke kamarnya untuk tidur sedangkan jendral Chen Mien memesan sebuah rangkaian kerangka dari besi besar dan tiga wanita cantik untuk menari tarian erotis didalamnya.

Wanita pertama adalah wanita dari Shanghai, badannya tinggi, dan hampir setinggi jendral Chen Mien, rambutnya panjang dan ukuran dada sedang, atau agak kecil. Wanita kedua berasal dari wilayah Quang Dong dan merupakan keturunan orang Kong Hu, wajahnya cantik dan berdada besar tingginya sepundak Chen Mien. Yang ketiga adalah wanita dari kota Chang An (atau sekarang adalah kota Xi-an) tinggi badannya sedada Chen Mien dan pantatnya padat berotot. Lalu musik pun dimainkan dan jendral Chen Mien menyaksikan keindahan tarian erotis itu sambil minum arak.

Wanita pertama langsung menyingkap roknya dan terlihatlah celana dalam berwarna merah tipis dan kecil. Ia langsung memeluk salah satu jeruji besi dan mengosok-gosokkan vaginanya ke besi itu, ke arah atas dan bawah. Wanita dari Quang Dong dan Chang An melakukan tarian lesbian, kemudian mereka saling berciuman. Setelah itu badan mereka saling menempel dan bergoyang kiri kanan secara erotis. Sedangkan wanita Shanghai melakukan gesekan ke tiang besi dengan pantatnya yang seksi sehingga ke pantatnya terlihat begitu montok. Chen Mien sudah tidak tahan lagi, ia langsung berdiri, berjalan menghampiri kerangka besi itu dan menuangkan arak ke besi dan melewati pantat wanita Shanghai itu. Wanita Quang Dong menjulurkan pahanya keluar dan menggoda Chen Mien. Paha seksi itu dituangkan arak, lalu dijilati. Wanita Shanghai itu langsung membuka pintu kerangka besi itu dan menarik Chen Mien untuk masuk ke dalam.

Didalam kerangka besi yang sempit, tiga wanita seksi menari dan mengapit Chen Mien ditengah. Dalam sekejap semua pakaian Chen Mien ditanggalkan. Tangan Chen Mien lalu bergerak kiri, kanan, atas dan bawah untuk merasakan ketiga wanita cantik itu. Lalu perlahan-lahan baju mereka semua ditarik turun oleh Chen Mien. Para wanita itu langsung menempelkan tubuh seksi mereka ke Chen Mien dan menanggalkan pakaian dalam mereka. Wanita Chang An lalu berlutut di depan Chen Mien dan mengulum penisnya. Wanita itu tidak mengulum batang penis, namun kedua bola penis yang dikunyah dengan ganasnya. Lidahnya membuat bola penis itu terkunyah kesana kemari, lalu setelah itu wanita itu menjilati kulit batang penis bagian belakang.

Penis Chen Mien bertambah panjang, dan lebih panjang dari biasanya. Teknik rangsangan wanita China memang lain daripada wanita Nusantara. Lalu wanita Shanghai berdiri di depan Chen Mien dan melakukan ciuman. Lidah saling beradu dan liur saling bercampur. Wanita Guang Dong memeluk Chen Mien dari belakang, dan payudara besarnya menekan punggung Chen Mien. Hal itu dilakukan selama lima menit, lalu mereka bertukar tempat. Sekarang wanita Shanghai bergantian memeluk dari belakang lalu menjilati punggung Chen Mien. Wanita Chang An membungkuk dan pantatnya yang berotot dicumbui Chen Mien. Wanita Guang Dong duduk diatas punggung wanita Chang An. Kaki dan pahanya yang putih kekuningan memeluk pinggang Chen Mien, dan payudaranya diremas-remas.

Tak lama kemudian Chen Mien berorgasme dan spermanya memuncrat dalam pantat wanita Chang An. Lalu ia melemas dan duduk. Wanita Guang Dong itu lalu duduk dipangkuan dan menghadap ke Chen Mien. Mereka lalu berpelukan dan payudara besarnya menempel di dada Chen Mien yang kekar. Lalu vaginanya dimasukkan ke penis Chen Mien, mereka lalu berciuman, setelah itu wanita Shanghai berdiri ditengah mereka, sehingga lubang pantatnya dijilati wanita Guang Dong, dan lubang vaginanya dijilati Chen Mien, dan setelah itu mereka bergantian. Setelah itu Chen Mien berorgasme kedua kalinya. Setelah itu ia bertambah capek dan terlentang dilantai. Wanita Shanghai lalu memasukan penis Chen Mien ke vagina hangatnya. Sedangkan wanita Guang Dong menduduki wajah Chen Mien dan pantatnya dijilati. Wanita Chang An tidur terlentang diperut Chen Mien sehingga mereka membentuk huruf X, tangan kanan Chen Mien meremas payudara wanita itu, dan tangan kirinya meremas vaginanya. Tak lama kemudian Chen Mien berorgasme ketiga kalinya dan cairan hangatnya tersemprot ke dalam vagina wanita Shanghai lalu mereka semua tidur bersama.

Pada malam itu juga Raden Wijaya tidak bisa tidur, ternyata ia merasakan ada bahaya di depannya. Tiba-tiba muncullah pembunuh bertopeng. Raden Wijaya berhasil kabur dari pelabuhan itu bersama seratus tentara. Chen Mien dan seratus tentara lainnya masih tertidur. Pada pagi harinya Raden Wijaya pergi bersama tentaranya ke pelabuhan yang disebelah timur. Setelah lama berjalan akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat disiang hari. Pada siang itu juga tiba-tiba terlihat seorang satria berkuda menuju arah mereka. Ternyata dia adalah Chen Mien yang berhasil lolos. Namun ia melaporkan bahwa seratus tentara lainnya terbunuh.

Lalu Chen Mien pun berkuda untuk melihat situasi sekitar. Saat berkuda sampai daerah sungai didalam hutan, terlihatlah seorang wanita yang mencuci baju disungai, namun ia malah jatuh ke dalamnya. Chen Mien segera menolongnya. Pada saat Chen Mien menariknya ke atas, terlihatlah payudara yang besar dari wanita itu karena bajunya basah dan sedikit terbuka. Chen Mien langsung memeluknya dan tangannya meremas payudara wanita itu. Wanita itu lalu memegang penis Chen Mien dan mengocoknya. Mereka lalu saling berpandangan dan setelah itu mereka berciuman. Lalu mereka menelanjangkan diri dan wanita itu berbaring di batu kali. Chen Mien lalu menarik paha wanita itu dan mencumbuinya tanpa diperintah. Sementara itu terlihatlah ratusan pasukan berkuda tentara Ming yang dipimpin panglima Lee datang menuju arah Raden Wijaya.

"Hey itu panglima Lee, kita selamat" kata seorang tentara.

Namun panglima Lee datang dan membantai pasukan Majapahit itu. Raden Wijaya tidak dapat menemukan Chen Mien, maka ia langsung kabur. Tak lama kemudian ia bersembunyi didalam hutan. Tiba-tiba ia melihat Chen Mien berdiri ditengah hutan, namun disebelahnya ada panglima Lee, dan mereka sedang berbincang-bincang.

Ternyata kerajaan Ming ingin membantu Chen Mien menjadi raja Majapahit berikutnya dengan membunuh Raden Wijaya. Apabila Chen Mien menjadi raja, maka hasil kekayaan Nusantara akan dibagi dengan kerajaan Ming. Raden Wijaya langsung kabur saat mendengar hal itu. Namun hal itu diketahui oleh Chen Mien. Panglima Lee dan jendral Chen Mien segera membagi pasukan menjadi dua untuk mengejar Raden Wijaya.

Pada hari berikutnya Raden Wijaya pergi menyamar sebagai pedagang dan berbaur untuk kabur kembali ke kerajaan Majapahit. Namun karena pemeriksaan sangat ketat maka Raden Wijaya gagal dan kabur ke hutan. Didalam hutan terlihatlah seorang wanita mencuci baju didekat pancuran air terjun kecil. Lalu wanita itu melihat Raden Wijaya sedang kesusahan. Raden Wijaya menceritakan siapa dirinya dan semua kejadiaan yang ia alami. Wanita itu ikut prihatin, lalu terdengar suara kuda.

Ternyata panglima Lee datang. Raden Wijaya melanjutkan kaburnya, sedangkan wanita itu menelanjangkan dirinya dan berpura-pura mandi untuk memancing panglima Lee. Pancingan itu berhasil. Tubuh montok dan seksi wanita itu memancing perhatian panglima. Kemudian wanita itu melihat sang panglima dan mengajaknya untuk ikut bergabung. Panglima Lee langsung menelanjangkan diri dan bergabung untuk mandi. Ia langsung mendorong tubuh wanita itu menempel ke dinding batu. Air terjun deras membasahi mereka. Salah satu paha wanita itu diangkat dan dielus, lalu vaginanya langsung dicoblos. Air deras membuat cumbuan mereka makin ganas. Tak lama kemudian sperma dan ovum pun bermuncratan bercampur air dan mengalir di sepanjang sungai.

Lalu pada saat itu juga wanita itu mengambil batu besar dan melemparnya ke kepala panglima Lee. Panglima itu kesakitan dan membunuh wanita itu. Panglima itu segera memerintah tentaranya untuk mengejar sang Raden, namun air terjun yang deras itu menyerang kepalanya yang bocor, sehingga darahnya mengalir deras keluar dari kepala. Beberapa menit kemudian ia jatuh ke dalam sungai dan mati karena kehabisan darah.

Melihat temannya mati Chen Mien langsung berkuda dan mengejar dengan secepat kilat. Sesampainya ia dipelabuhan bagian timur, ia tidak melihat tanda-tanda Raden Wijaya. Maka ia pun bermalam didaerah itu. Pada malam itu juga ia melihat seorang wanita sedang membuat kue. Terlihatlah tepung bubuk yang sudah menyatu dan mengeras, dan seorang wanita cantik sedang mengiling tepung itu. Keringat wanita itu membasahi tubuh dan payudaranya sehingga gundukannya terlihat jelas.

Tiba-tiba Chen Mien dari belakang memeluknya dan menciumnya. Secara perlahan-lahan kancing baju wanita itu dilepas satu per satu, dan akhirnya mereka bugil berdua, dan saling menempel. Chen Mien lalu membungkukkan wanita itu dan mencumbui pantatnya.

"Auw.. Uh.. Ah.." desah wanita itu dan payudaranya menekan tepung yang sudah digiling.

Setelah melakukan hal itu agak lama, maka Chen Mien membaringkan tubuh wanita itu ke meja dan mencumbui vaginanya. Tubuh wanita itu dipenuhi tepung dan menjadi putih. Setelah beberapa saat mereka mencapai tahap orgasme dan sperma serta ovum bermuncratan dan membasahi tepung kue itu. Setelah itu Chen Mien merasa lemas dan tidur di tempat itu.

Pada pagi harinya tentaranya melapor bahwa Raden Wijaya telah kabur sejak tengah malam. Ternyata wanita yang membuat kue itu adalah pelacur yang disewa Raden Wijaya untuk memancing Chen Mien, agar ia dapat kabur dengan mudah. Chen Mien bangun pada siang hari. Setelah mengetahui bahwa ia hanya ditipu, maka wanita itu langsung dipenggal dan sebuah kapal kecil diluncurkan untuk membunuh Raden Wijaya. Raden WIjaya menjadi takut. Tiba-tiba Raden Wijaya melihat adanya harapan hidup untuknya. Kapal kecil Ming yang melesat cepat itu, berhasil menemukan kapal Raden Wijaya, namun hal itu sudah terlambat. Suwongso memimpin ratusan kapal berhasil menjemput Raden Wijaya dan mengantarnya kembali ke negeri Majapahit.

Raden Wijaya langsung memutuskan hubungan dengan kerajaan Ming. Pedagang China diusir, dan barang-barang seperti teh, makanan, kopi, dan sebagainya dibatalkan untuk dijual di negeri China. Seminggu berikutnya terlihatlah tiga ratus kapal raksasa negeri Ming di pantai utara Jawa. Kerajaan Majapahit menyatakan kondisi darurat, dan keadaan tegang. Setiap kapal raksasa itu berisi lima ratus tentara. Kerajaan Ming mengirim lima belas ribu tentara menuju kerajaan Majapahit.

Rapat militer pun diadakan, namun tidak ada orang yang bisa menghasilkan ide bagus untuk mempertahankan negara. Sebagian penasehat menginginkan damai dan negoisasi, sebagian jendral mengingikan perang. Kerajaan Majapahit sempat mengalami kekacauan ekonomi karena para penduduk bermigrasi ke negeri lain untuk mencari perlindungan sementara. Pada hari berikutnya tidak ada kabar bahwa tentara Ming menyerang penduduk maupun mendarat dipelabuhan kerajaan Majapahit. Suwongso langsung memimpin tiga belas ribu tentara ke daerah itu bersama Raden Wijaya.

Setelah mereka sampai maka utusan Ming dari kapal itu pun datang. Orang itu membawakan kepala Chen Mien. Orang itupun membacakan surat dari Kaisar Cuo Len Zhang bahwa aksi pembunuhan itu diluar sepengetahuan Kaisar negeri Ming. Maka Kaisar itu memerintah untuk memenggal Chen Mien dan mempersembahkannya sebagai hadiah permintaan maaf atas kekurangan sistem keamanan. Selain itu Kaisar Ming juga memberi hadiah berupa emas, permata, mutiara, sutra, dan budak sebagai pernyataan maaf dan harapan untuk kembali membuka hubungan dagang dan militer.

Raden Wijaya akhirnya setuju dengan perjanjian itu dan membuka hubungan kembali dengan kerajaan Ming. Akhirnya persekutuan disambung kembali. Banyak orang pada saat itu berkata bahwa kerajaan Ming sedang mendapat masalah akibat perang dengan negeri Jepang. Akhirnya dengan bersekutu dengan Majapahit, akan membuat kerajaan lain takut dan tidak bermasalah dengan kerajaan Ming untuk sementara waktu. Raden Wijaya memerintah ahli sejarahwan untuk menutup hal ini sebagai rahasia agar tidak terjadi percekcokan di masa depan.

Oleh sebab itu kejadian yang menegangkan itu tidak tercatat dalam sejarah, dan dilupakan oleh kita semua sampai sekarang ini. Didalam sejarah dunia hanya mencatat bahwa kerajaan Majapahit berhubungan baik dengan negeri Ming selama ratusan tahun. Namun cerita tentang aksi pembunuhan Raden Wijaya oleh tangan kanannya dilupakan, dan nama Chen Mien sendiri tidak dihapus dari sejarah.
readmore>> »»  

Kisah Putri Keraton Singosari

Siang itu tampak rombongan pemburu berkuda tengah berkeliaran dilereng Gunung Arjuna. Rombongan itu terdiri dari dua orang gadis cantik dan empat orang prajurit pengawal. Dua orang gadis itu adalah Putri dari Kerajaan Singosari. Dua orang putri ini sudah sangat terkenal kecantikannya sampai ke pelosok negeri.

Apalagi putri yang pertama, yaitu Putri Tribuana Tungga Dewi yang berumur 19 tahun. Putri Tribuana memiliki bentuk tubuh tinggi semampai dengan buah dada yang sedang ranum-ranumnya. Wajahnya agak lonjong dengan bibir tipis yang menggairahkan, serta mata yang bening dan hidung yang mancung. Rambutnya yang lurus dan panjangnya sampai punggung. Putri Tribuana memakai celana panjang berwarna hijau, sementara dipinggangnya melilit kain sebatas lutut yang sangat indah. Banyak sekali pangeran-pangeran dari kerajaan tetangga yang tergila-gila dan berusaha melamar, tapi Putri Tribuana selalu menolaknya. Putri yang satu adalah adik dari Putri Tribuana yang bernama Putri Ayu Pualam.

Putri Ayu baru berusia 15 tahun, tapi kecantikannya tidak kalah dengan kakaknya. Kulitnya putih mulus seperti susu, dengan buah dada yang tidak begitu besar, tapi sudah terlihat menonjol. Wajahnya selalu ceria dengan bibir mungil yang selalu tampak basah kemerah-merahan. Putri Ayu Pualam tampak anggun duduk diatas kuda sambil tangannya memegang busur dan anak panah. Dua orang putri kerajaan itu memang gemar sekali berburu dan berpetualang. Kalau sudah berburu kadang sampai berhari hari.

Kali ini rombongan Tuan Putri tampak masuk jauh ke dalam hutan di lereng Gunung Arjuna. Kedua putri itu tampaknya penasaran dengan sepinya binatang buruan. Tidak sadar bahwa hutan semakin lebat dan gelap. "Tuan putri, maafkan hamba, tampaknya hari menjelang gelap, sebaiknya kita segera mendirikan tenda, agaknya kita terpaksa menginap di hutan ini." seorang prajurit berkata sambil jongkok menyembah. "Baiklah, agaknya kita harus menginap di sini Nimas Ayu." Putri Tribuana memandang adiknya. Putri Ayu Pualam hanya mengangguk, lalu meloncat turun dari kudanya.

Malam itu Kedua putri itu tidur dalam satu tenda, sementara di luar tampak para prajurit berjaga secara bergiliran. Tanpa mereka ketahui, dari jauh tampak beberapa pasang mata mengawasi mereka. Mereka adalah para perampok yang kebetulan juga menginap di hutan itu, jumlah mereka 4 orang. Yang paling depan tampaknya pemimpin mereka, tubuhnya tinggi besar, mukanya penuh brewok dan cambang yang tidak terurus.

"Siapa mereka kakang? kayaknya putri keraton. Wadoh.. doh.. dooh ..cantik-cantik lagi."
"Hmm.. kalau dak salah, mereka itu dua orang putri dari Singosari yang sangat terkenal kemolekannya itu." Si brewok bergumam.
"He..he..he.., malam ini kita akan pesta"
"Hah.. Gila kau, Kang! Kalau benar dia putri dari Singosari, sama saja kita cari penyakit. Sang Prabu Singasari pasti akan sangat marah, dan memerintahkan pasukannya untuk membunuh kita".
"Ah, goblok!! kita kan bisa lari ke Kediri, pasukan Singasari tidak akan berani mengubek-ubek Kediri. Atau kemanalah, pokoknya tidak di Singasari."
"Iya Kang, kapan lagi kita bisa menikmati tubuh putri keraton yang sudah sangat terkenal kecantikannya itu." Perampok yang lain menyahut sambil jakunnya turun naik.

Akhirnya keempat perampok itu sepakat. Maka disusunlah rencana. Keempat prajurut pengawal itu harus dibunuh dulu dengan serangan mendadak yang dilakukan bersamaan. Satu orang membunuh satu prajurit. Keempat perampok itu mempunyai ilmu kanuragan yang lumayan, dengan ilmu meringankan tubuh mereka dengan hati-hati mendekat dengan menyelinap diantara rimbunan semak dan batang pohon. Si brewok memberi isyarat, maka serentak keempat perampok itu dengan golok terhunus menerkam prajurit pengawal itu.

"Wuut.. wuut.. creess.. creess" Dua orang prajurit yang sedang tidur tanpa kesulitan mereka tebas batang lehernya sampai putus. Sementara dua orang prajurit yang sedang berjaga sempat memberikan perlawanan. Tapi akhirnya mereka roboh juga dengan perut robek dan dada tertembus golok.

"Hei, pengawal. Apa yang terjadi di luar?" Putri Tribuana dan Putri Ayu Pualam meloncat keluar sambil membawa pedang.

Tapi begitu sampai di luar tenda, Putri Tribuana ditubruk oleh dua orang perampok hingga jatuh terguling. Putri Tribuana menjerit, sementara pedangnya terlepas dari tangannya. Perampok itu mendekap tubuhnya dari belakang dengan sangat erat.

"Aduhh, hei.. lepaskan!! Apa kalian tidak tahu kami adalah putri dari kerajaan Singasari!!"

"Heh.. heh.. heh.., siapa yang tidak tahu bahwa paduka adalah putri dari Singasari. Tapi justru itu kami ingin sekali mencicipi bagaimana rasanya bersetubuh dengan putri keraton. Wuaahh.. pasti nikmat sekali.. waduuh.. nggak sabar aku heh.. heh.. heh."
"Kalian gila!! Kalian bisa disiksa dan dipancung kalau kalian tetap nekat."
"Heh.. heh.. kami rela dipancung kok, asal bisa menikmati tubuh tuan putri." kata perampok yang satu sambil tangannya secara kurang ajar meremas-remas payudara Putri Tribuana yang masih tertutup baju.

Sementara perampok yang mendekapnya berusaha mencium pipi sang putri yang putih mulus itu dari belakang.

"Bangsat!! Lepaskan aku, lepaskan!!" Putri Tribuana meronta-ronta.

Biarpun sang putri meronta-ronta sekuat tenaga, tapi tetap saja tenaganya kalah kuat. Akhirnya Putri Tribuana lemas sendiri. Seorang perampok memasukkan tangannya ke dalam baju sang putri, tangannya yang kasar menemukan gundukan kenyal dengan puting ditengahnya.

"Woouu.. kenyal sekali susunya, masih kenceng lagi." perampok itu dengan gemas meremas-remas payudara Putri Tribuana.

Sementara nasib Putri Ayu Pualam tidak jauh berbeda. Sang Putri sudah tidak berdaya dalam dekapan kuat Si brewok.

"Kakang, kita bawa ke mana mereka? Tak jauh dari sini ada gubuk kosong, kita bawa ke sana mereka. Totok dulu mereka"

Dua orang putri itu ditotok syarafnya sehingga tidak bisa bergerak. Lalu mereka dipanggul di pundak dan dibawa masuk lagi kedalam hutan. Gubuk itu tidak begitu luas, hanya mempunyai satu ruangan. Di dalamnya tidak ada tempat tidur, tapi ada beberapa tikar pandan. Putri Tribuana Tungga Dewi dan Putri Ayu Pualam ditidurkan di lantai dengan alas tikar pandan.

"Wahh.. mimpi apa aku semalam, pasti mereka masih perawan" kata seorang perampok sambil tangannya mulai membuka pakaian putri Tribuana.

Putri Tribuana hanya bisa menangis. Seorang perampok lalu menarik pakaian bawah Putri Tribuana hingga lepas. Perampok itu melotot memandang paha Putri Tribuana Tungga Dewi yang putih mulus karena selalu dirawat setiap hari. Sementara 'Veggy'nya yang bersih ditumbuhi bulu-bulu yang tidak begitu lebat.

"Waduuhh.. sampek gemeteran tanganku nyentuh paha putri keraton yang putih mulus ini" tangan perampok itu tampak agak gemetar waktu mengelus dan meraba-raba paha putri Tribuana.

Lalu menciumi paha yang mulus itu dengan nafas agak memburu. Mulut dan pipi perampok itu seakan ingin juga merasakan kemulusan dan kehangatan paha Putri Tribuana. Sementara perampok yang satunya mulai membuka pakaian atasnya hingga terlepas semua. Putri Tribuana sudah telanjang bulat. Payudaranya yang sedang ranum-ranumnya itu kelihatan montok, dengan puting yang berwarna kemerah-merahan.

"Waduh.. duh.. duuhh.. Elok tenan payudara Putri Tribuana."

Tangan kasar perampok itu lalu meremas-remas payudara montok Putri Tribuana dengan gemas. Puting payudara itu kadang dipilin-pilin dengan jari-jarinya. Lalu dia mulai menjilati puting susu yang kemerah-merahan itu. Perampok itu mulai menyedot-nyedot payudara kanan yang ranum milik Putri Tribuana, sementara tangan kanannya meremas-remas payudara yang kiri.

"Mmmaahh.. cuupp.. cuup.. wah.. kenyal banget"

Putri Tribuana hanya bisa terisak ketika perampok yang satu mulai mengelus-elus 'Veggy'nya. 'Veggy' yang selama ini dia rawat setiap hari, sehingga 'Veggy' itu selalu bersih mempunyai bau harum yang khas. Perampok itu membuka paha Putri Tribuana lebar-lebar, sehingga belahan 'Veggy' yang kemerah-merahan itu kelihatan. Perampok itu mengelus-elus belahan 'Veggy' itu dengan jari-jari tangannya dari bawah ke atas hingga menemukan kelentit sang putri. Setelah beberapa saat mempermainkan kelentitnya, lalu perampok itu mulai menjilati dan menciumi kelentit dan 'Veggy' Putri Tribuana.

"Aumm.. cuupp.. waahh harum sekali 'Veggy' Paduka."

Cukup lama perampok itu menjilati 'Veggy' dan kelentit sang putri. Sementara Putri Tribuana tanpa sadar merintih dalam tangisnya. Perampok itu tampak makin terangsang dan bersemangat melihat Putri Tribuana merintih. Lidahnya menjelajahi permukaan 'Veggy' yang kemerah- merahan. Lidah itu lalu menelusuri belahan 'Veggy' Putri Tribuana. Belahan 'Veggy' yang sudah mulai basah itu dijilat dan dikecup.

"Ahh.. cuupp.. cuupp.." Putri Tribuana tampak menggeliat dan menggeleng-gelengkan kepalanya ketika lidah perampok itu menjilati klitorisnya.

Daging kecil sebesar kacang itu semakin membesar ketika perampok itu mengecup dan menyedot-nyedot dengan bibirnya. Sementara 'Veggy'nya semakin basah oleh cairan yang keluar dari dalam.

Sementara itu, Putri Ayu Pualam juga bernasib sama dengan kakaknya. Seorang perampok tampak meremas-remas payudara Putri Ayu Pualam. Payudara Putri Ayu Pualam tidak begitu besar, tapi sudah mulai menonjol. Sementara puting susunya agak kecil berwarna merah muda. Perampok itu tampak nafsu sekali meremas susu setengah ranum itu. Kadang mulutnya menyedut-nyedot puting susunya, lalu tangan yang satunya memilin-milin puting susu satunya. Sementara si brewok mulai melepas pakaian bawah Putri Ayu Pualam. Hingga kini Putri Ayu Pualam telanjang bulat.

Putri Ayu Pualam yang baru berumur 15 tahun itu hanya bisa menangis. Tubuhnya yang putih mulus tanpa cacat itu di gerayangi dua orang perampok. 'Veggy' Putri Ayu Pualam tampak menggembung mulus tanpa ditumbuhi bulu sedikitpun. Si brewok tidak sabar lalu menjilati 'Veggy' mulus itu, 'Veggy' Putri Ayu Pualam dijelajahi seluruhnya oleh lidah si brewok, lalu si brewok mulai menghisap hisap 'Veggy' itu. Putri Ayu Pualam merintih perlahan, dia tak kuasa menahan gejolak dan rangsangan yang muncul. Si brewok lalu membuka lebar-lebar paha Putri Ayu Pualam. Mulutnya mengecup-ngecup 'Veggy' Putri Ayu Pualam yang tampak menggembung. Lalu klitoris yang kemerahan milik putri juga di jilati dan dihisap-hisap dengan semangatnya.

"Mmmaahh.. cuup.. cuupp.. edan tenan, bener-bener daun muda ini, putri keraton lagi."

Sementara dua orang perampok yang menggarap Putri Tribuana Tungga Dewi mulai melepas pakaian mereka hingga telanjang bulat. Penis mereka sudah berdiri tegang. Putri Tribuana tak bisa berbuat apa-apa ketika seorang perampok menciumi wajahnya. Pipinya dicium dan dikecup-kecup, lalu bibirnya yang merah merekah dilumat oleh bibir perampok itu.

"Mmmaahh keraton Singosari."

Sang putri tidak bisa melawan ketika tangannya dengan dipegangi perampok itu dibimbing meremas-remas 'Mr. Penny'nya.

"Ahh.. enak sekali paduka.. yahhk..hangat dan empuk tangan tuan putri." Perampok itu merem-melek keenakan 'Mr. Penny'nya diremas-remas tangan Putri Tribuana, sementara perampok itu tetap meremas-remas payudara indah putri Tribuana.

"Kang, aku perawani ya, Putri ini."

Perampok yang satunya tampak menggosok-gosokkan 'Mr. Penny'nya yang sudah tegang di belahan 'Veggy' Putri Tribuana. 'Mr. Penny' yang hitam tapi tidak begitu panjang itu (kira-kira12 cm) menyusuri belahan 'Veggy' yang sudah basah dari bawah ke atas berulang ulang.

"Iya cepetan, gantian aku nanti. Wah.. wah.. wah.., Pangeran sejagat harus ngantri untuk dapat bersalaman dengan Putri Tribuana, ehh.. kita ini perampok jalanan malah bisa menikmati tubuhnya sepuas-puasnya."
"Iya kang, beruntung bener 'Mr. Penny'ku bisa masuk ke 'Veggy' Putri Tribuana." katanya sambil mulai memasukkan 'Mr. Penny'nya ke lobang 'Veggy' Putri Tribuana.

'Mr. Penny' itu agak susah masuknya, sambil tangannya memegangi perut sang putri, perampok itu penekan kuat tapi perlahan. Putri Tribuana meringis ketika kepala 'Mr. Penny' perampok itu mulai masuk ke dalam lubang 'Veggy'nya. Putri Tribuana menjerit ketika perampok itu semakin menekan kedalam 'Mr. Penny'nya.

"Waduh.. alot kang, susah masuknya."
"Iya, namanya juga masih perawan, tekan aja terus."

'Mr. Penny' perampok itu sudah terbenam separoh di dalam 'Veggy' Putri Tribuana. Lalu perampok itu menarik sedikit 'Mr. Penny'nya, lalu dimasukkan lagi. Setelah berulang-ulang akhirnya 'Mr. Penny' itu terbenam semuanya. Perampok itu berhenti mengambil napas. Kemudian dia mulai mengocok 'Mr. Penny'nya keluar-masuk 'Veggy' perlahan-lahan. Agaknya dia ingin menikmati gesekan 'Mr. Penny'nya dengan dinding 'Veggy' Putri Tribuana Tungga Dewi.

"Ahh.. sshh..enak tenan 'Veggy' tuan putri, hangat, masih rapet lagi, ahh.. sshh..oouuhh "

Perampok itu perlahan-lahan mulai mempercepat gerakannya. 'Mr. Penny' yang hitam itu mulai bergerak cepat keluar masuk 'Veggy' Putri Tribuana yang putih kemerahan. 'Veggy' itu menjepit 'Mr. Penny' hitam itu dengan ketat.

"Ahh.. oouuhh.. sshh.." Perampok itu mendesis desis keenakan.

Sementara itu si brewok juga sudah telanjang. 'Mr. Penny'nya yang hitam tidak begitu besar tapi agak panjang. Si brewok tampak kesulitan memasukkan 'Mr. Penny'nya ke 'Veggy' Putri Ayu Pualam yang sudah kemerah-merahan itu akibat ciuman dan kecupan-kecupan si brewok. Setelah agak lama, akhirnya si brewok berhasil juga memasukkan 'Mr. Penny'nya sampai seperoh di 'Veggy' putri Ayu Pualam. 'Veggy' Putri Ayu Pualam tampak menjepit erat 'Mr. Penny' si brewok. Si brewok tampak diam merem-melek menikmati jepitan 'Veggy' putri Ayu Pualam. Putri Ayu Pualam menjerit keras ketika dengan buasnya si brewok menekan kuat-kuat 'Mr. Penny'nya. Si brewok lalu dengan buasnya mengocok 'Mr. Penny'nya keluar masuk.

"Ahh..oohh.. mmhh.." mulut si brewok mendesis-desis keenakan.

Sementara perampok yang menyetubuhi Putri Tribuana semakin cepat gerakannya.

"Ahh.. oohh.. oohh.. ahh.. ahh.." 'Mr. Penny'nya keluar masuk dengan cepat.

Agaknya dia akan orgasme. Putri Tribuana merintih, kepedihannya ia merasakan sensasi luar biasa. Sensasi yang selama ini belum pernah ia rasakan. Tubuhnya mengejang, tangannya yang menggenggam dan mengocok 'Mr. Penny' perampok yang satunya tampak meremas kuat dan kocokannya semakin cepat. Sementara perampok yang di kocok 'Mr. Penny'nya itu tampak merem melek keenakan.

"Ahh.. ss.. terus tuan putri.. ahh yaa.. begituu.. ohh.."

Sementara tangannya tak berhenti meremas-remas buah dada Putri Tribuana. Sementara Gerakan perampok satunya semakin cepat, tubuhnya mengejang, matanya mendelik ketika 'Mr. Penny'nya menyemburkan sperma ke dalam rahim Putri Tribuana Tungga Dewi.

"Ahh.. aahh.. ohh.." Agak lama 'Mr. Penny'nya masih terbenam di 'Veggy' sang putri.
"Dah, ayo ganti aku! Aku juga pingin ngerasain nikmatnya 'Veggy' Putri Tribuana Tungga Dewi. Cepet minggir!"

Perampok satunya tampak tidak sabar. Perampok itu akhirnya mencabut 'Mr. Penny'nya, lalu menyingkir duduk dipojok ruangan. Perampok satunya lalu mulai memasukkan 'Mr. Penny'nya yang hitam besar ke 'Veggy' Putri Tribuana. "Bleess.., 'Mr. Penny' itu amblas seluruhnya ke dalam 'Veggy' dengan mudah, karena 'Veggy' putri Tribuana sudah sangat licin oleh sperma temannya.

"Ahh.. ahh.. ohh.."

perampok itu langsung tancap gas.'Mr. Penny'nya keluar masuk dengan cepat. Sementara tangannya meremas-remas payudara tuan putri. "Ohh.. sshh.. ahh.." Ketika mendekati klimak, perampok itu mendekap erat tubuh Putri Tribuana, bibirnya mengecup erat bibir sang putri. 'Mr. Penny'nya mengejang dan berhenti bergerak di dalam 'Veggy' Sang Putri. Sambil menekan kuat-kuat 'Mr. Penny'nya ke 'Veggy' Putri Tribuana, perampok itu mencapai klimak dengan menyemburkan banyak sekali sperma ke dalam 'Veggy' Putri Tribuana.

Sementara itu si brewok tampak membalikkan tubuh Putri Ayu Pualam sehingga nungging. Lalu dari belakang kemudian si brewok menusukkan 'Mr. Penny'nya ke 'Veggy' sang putri. Dengan posisi itu si brewok makin leluasa mengocok 'Mr. Penny'nya. Serangannya semakin hebat.

"Ahh.. ahh.. sshh.. ahh.." si brewok merintih rintih keenakan.
"Ahh.. cah ayuu.. sshh.. putri ayuu.. uuhh.. enak sekali. 'Veggy'mu.. ahh..ohh.."

Si brewok menyemburkan mani banyak sekali ke dalam 'Veggy' Putri Ayu Pualam sambil tangannya meremas payudara sang putri.

"Ahh..aahh.."

*****

Malam itu Putri Tribuana Tungga Dewi dan Putri Ayu Pualam digilir secara bergantian oleh keempat perampok itu. Si brewok sampai 3 kali menyetubuhi Putri Ayu Pualam dan 2 kali menyetubuhi Putri Tribuana Tunggadewi.
readmore>> »»  

Petaka Laut Selatan

Suara ombak berkejaran melebur pantai Karang Bolong yang sepi dan jarang dikunjungi manusia di kawasan angker Pelabuhan ratu. Suara burung camar bersahutan membelah suara deburan ombak yang menepi. Di tepi pantai tergolek sesosok tubuh mungil yang sepertinya habis mengalami suatu malapetaka yang telah membuatnya terdampar di kawasan yang asing dan sepi tersebut.

Tiba-tiba sekelebat bayangan merah menghampiri anak itu.

"Hmm.. Masih hidup," gumam sosok bayangan merah tersebut setelah memeriksa nadi anak itu. Sekali sambar tubuh anak tak berdaya tersebut dipanggul dan hilang dalam sekejapan mata.
"Ciaak.. Ciaak..." suara kelelawar dan burung hantu memecah keheningan malam dari luar sebuah gua batu yang sudah berusia ribuan tahun.
"Where am I?," desah sebuah mulut mungil yang ternyata adalah sosok anak lelaki bermata biru dan berkulit bule dengan wajah bingung dan penuh keheranan.

Sepasang bola matanya berputar mengelilingi ruang batu yang temaram karena hanya diterangi oleh sebatang obor kayu yang menempel di dinding gua. Bola matanya terkesiap saat memandang satu sudut goa yang berbentuk cekungan celah yang sempit namun tinggi dan melebar (nah lo..). Sesosok makhluk berjubah merah dengan mata terpejam dan tangan bersidekap di dada. Yang membuatnya heran dan takjub juga sedikit takut adalah posisi makhluk tersebut yang tak lazim karena kaki tegak lurus ke atas dan kepalanya di bawah, yang luar biasanya lagi kepala makhluk tersebut mengambang di udara sekitar 1 meteran dari lantai goa.

"Sudah siuman rupanya kau," tiba-tiba makhluk itu berkata.
"Who are.. You" kata anak asing itu dengan terbata-bata.
"Hi.. Hi.. Hi.." tawa makhluk itu menggelegar mengguncang seluruh goa. Anak itu terjatuh dengan menekap kedua telinganya dan tak lama kemudian ia pingsan lagi.

Laut selatan pulau Jawa bergelombang tenang, dalam radius beberapa puluh mil dari pantai Pelabuhan Ratu berlayar sebuah kapal besar yang pada dinding kapal bertuliskan "COmmoDORE" yang sedang melintas menuju sebuah pulau yang pada suatu saat kita kenal dengan Negara Australia. Kapal tersebut memuat sebuah keluarga bangsawan dan sekitar 11 awak kapal dari negara Amerika yang sedang berimigrasi mencari daerah baru yang kaya akan mineral dan sumber daya alamnya untuk dijadikan hunian baru.

Keluarga bangsawan tersebut terdiri dari sepasang suami istri dan sepasang anak laki-laki dan perempuan. Nama pasangan Bangsawan tersebut adalah George Michael Jordan yang berumur 38 tahun dan Demi Moore Jordan yang berumur 34 tahun dengan anak mereka yang berusia 10 dan 7 tahun. Yang laki-laki bernama Joe Jordan dan adiknya Chintya Jordan.

Ketenangan laut selatan tiba-tiba terusik oleh kemunculan Kapal berbendera gambar tengkorak yang dibawahnya bertuliskan "OJO DUMEH" yang merupakan gerombolan bajak laut yang sangat ditakuti di kawasan laut selatan dan sekitarnya karena kesadisan dan kebengisannya. Bejo Prakoso yang lebih dikenal dengan julukan Siluman Bajak Laut Selatan sebagai pimpinan bajak laut itu dengan panglimanya Gogon Batara dengan julukan Siluman Homo Laut Selatan karena ia memang hanya suka dengan sejenisnya.

Kapal bajak laut itu dengan cepat merapat lalu melempar tali ke kapal Commodore dan dengan waktu singkat kapal itu sudah dikuasai oleh gerombolan bajak laut itu.

"Hua.. Ha.. Ha rezeki besar kita hari ini" seru Bejo kepada panglima dan anak buahnya yang berjumlah sekitar 30 orang.
"Damn.. You," umpat George seraya meludah ke wajah Bejo.
"Sialan kau!" hardik Bejo sambil melayangkan tangannya ke wajah George.
"Plaak," keras sekali tamparan sampai George terbanting dan terlempar 5 langkah.
"Don't touch my husband," teriak Demi sambil memeluk suaminya.

Pandangan Bejo langsung terkesiap melihat kecantikan Demi. Wajahnya yang cantik, kulitnya yang putih mulus kebulean, matanya yang biru, tubuh yang tinggi sekal dengan buah dada yang sedikit mencuat lipatannya karena memakai gaun bangsawan yang mewah. Dihampirinya Demi dan sekali sentak diangkat dan dipeluknya tubuh Demi,

"Hmm.. Cantik dan wangi sekali kau"
"Breet, breet, breet..." tiga sabetan golok besar membelah udara merobek gaun bagian atas Demi hingga tersembullah dua payudaranya.
"Oh, noo..." jerit Demi ketakutan sambil berusaha menutupi buah dadanya.

Bejo yang sudah bernafsu dengan buas menciumi wajah Demi dan berusaha menepis kedua tangan Demi dari buah dadanya yang besar dan sekal itu. Demi terus berontak hingga Bejo kewalahan dan marah besar.

"Bunuh anak itu!" Perintah Bejo kepada anak buahnya.
"Noo... i'll give up," seru Demi seraya mengangkat tangannya tanda menyerah ketika melihat anak buah Bejo menghunus golok dan mendekati salah satu anaknya tanpa memperdulikan sepasang payudaranya yang menggantung indah terbuka.
"Berhenti! Jangan dibunuh, ibunya sudah menyerah dan biarkan anak itu dan suaminya menyaksikan ibu dan istrinya kita ganyang," kata Bejo.

Bejo dengan nafsu yang tadi sempat terpendam langsung memeluk Demi dan menciuminya penuh nafsu tanpa malu. Demi dengan airmata menetes hanya diam dan pasrah menerima perlakuan Bejo yang semakin liar. Dengan buas Bejo mencium pipi dan bibir Demi. Merasa tidak puas, Bejo menunjuk mulut Demi agar membalas ciumannya itu. Demi membalas ciuman Bejo dengan terpaksa hingga bibir dan lidah mereka saling memilin.

Puas mnikmati bibir, Bejo beralih ke payudara Demi. Diciumi dan dijilatinya payudara Demi dari pangkal, belahan hingga akhir sampai pada puncaknya yang berwarna merah muda.

"Gila, baru kali ini gua melihat pentil warna begini," batin Bejo kagum dan kegirangan.

Diisap-isapnya pentil Demi dengan sesekali dibarengi gigitan kecil yang mau tak mau membuat Demi mendesah geli terkena kumis dan brewok kasar Bejo yang memang memberangas di wajah Bejo.

"Akkh.. Sst.. Sst," desah Demi pelan tanpa ia sadari karena rangsangan Bejo.

Dengan tidak sabar dilucutinya gaun Demi hingga tidak bersisa sehelai benang lagi di tubuh Demi. Air liur Panglima Gogon dan anak buahnya menetes menyaksikan adegan itu. Panglima Gogon yang dasar homo menghampiri George yang memang sangat tampan itu dengan nafsu yang menggelegak. Dengan cepat ia membuka celana komprang hitamnya dan menciumi George yang sudah pasrah karena takut terjadi apa-apa dengan kedua anaknya dengan penuh nafsu. Gogon mengangsurkan penisnya ke wajah George yang terduduk sambil menunjuk mulutnya agar George mengerti kemauannya untuk mengoral Gogon.

"Sst.. Akh.. Uff, terus... terus..." erang Gogon keenakan.

Kembali pada Bejo. Dengan santai bejo membuka kancing baju dan celananya yang depannya sudah timbul menahan nafsu.

"What the hell..." gumam Demi terbelalak melihat penis Bejo yang sudah sangat menegang itu.

Keterkejutan Demi bukan olah-olah saat melihat penis Bejo yang memang sangat aneh dan antik. Penis Bejo memiliki cabang atas bawah yang berarti ia memiliki 2 kepala dan 2 batang penis namun 1 pangkal. Penis atas berukuran diluar normal dengan panjang 30 cm dan diameter 8 cm, sedangkan yang bawah panjang 20 cm dan diameter 5 cm. Bejo menjambak rambut Demi untuk menunduk. Demi mengerti maksud Bejo, dengan perasaan ngeri dan takut kedua tangan Demi memegang kedua penis atas dan bawah Bejo lalu mengocoknya dengan perlahan-lahan. Dengan rasa heran dan ketakutan Demi mulai menciumi dan menjilat penis atas Bejo dan terus mengocok penis bawah dengan tangannya.

Sedikit demi sedikit Demi mulai mengulum kedua penis itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Penis atas yang sangat besar tidak muat dan hanya bisa masuk seperempatnya saja dan penis bawah bisa masuk setengahnya.

"Yah.. Terus.. Terus, heran kau ya' ngeliat punyaku, nanti rasakan kenikmatannya punyaku ini!" kata Bejo dengan bangga.

Lima belas menit lebih Demi menghisap kedua penis Bejo, hingga akhirnya Demi ditelentangkan bejo di lantai kapal.

"Hegk.. Aa.. Hurt..." teriak Demi ketika kedua penis itu mulai mencoba masuk ke vagina dan anus Demi sekaligus!

Dengan kasar Bejo menghentakkan penisnya ke dalam vagina Demi hingga hampir masuk seluruhnya. Hentakan-hentakan dan teriakan kesakitan Demi bersahutan dengan suara ombak dan teriakan-teriakan anak buah Bejo yang menyemangati "pertandingan" tersebut.

Seep.. Bless.. Seep.. Bless, dengan semangat Bejo memompa Kedua lubang Demi. Teriakan-teriakan Demi perlahan-lahan berubah menjadi desah dan erang kenikmatan setelah kedua lubangnya sudah lancar menerima kedua penis Bejo. Tetes-tetes keringat yang membasahi Demi membuat tubuhnya berkilat-kilat terkena cahaya matahari sore yang tidak begitu terik.

"Aachk.. Sst.. Shht.. Yeah..." desah Demi berkepanjangan saat mencapai orgasmenya.
"Hua.. Ha.. Ha... keluar juga loe, ku bilang juga apa! punyaku kagak ada yang samain," seru Bejo dengan penuh kemenangan.

Bejo semakin mempercepat dorongannya, lalu tiba-tiba ia melepas penisnya dan menyorongkan ke wajah dan mulut Demi,

"Aakkh..".
Croot.. Creett.. Creet lebih dari 8 kali sperma Bejo memancar dari kedua penis Bejo membasahi wajah dan mulut Demi. Dipaksanya Demi untuk menjilati dan menelan sisa-sisa sperma yang ada di kemaluan Bejo.

Panglima gogon yang menyodomi George telah terlebih dulu mencapai kepuasan sebelum Bejo usai menuntaskan hajatnya pada Demi.

"Bagaimana ketua, apa kita bunuh saja sekarang semua orang asing ini," kata Gogon.
"Bunuh saja penumpang lain kecuali 4 orang sekeluarga ini, aku masih ingin bermain yang lebih seru dengan mereka "
"Siap, ketua laksanakan!"
"Bunuh dan buang ke laut orang asing itu kecuali mereka," perintah Gogon pada anak buahnya.

Banjir darah dan pekik kematian membahana dari 11 penumpang yang digorok dan dilempar ke laut oleh anak buah bajak laut "OJO DUMEH" tanpa rasa kemanusiaan sedikitpun.

"Gogon, bawa keluarga itu ke sini," perintah Bejo.
"Seret keluarga orang asing itu kesini," Gogon memerintahkan 4 orang anak buahnya.
"What do you want from us," Demi berkata lirih kepada Bejo dengan keadaan masih tanpa sehelai benangpun dan basah akibat diguyur air oleh anak buah Bejo sehingga terlihat sangat menggairahkan dalam keadaan basah tersebut.
"Aku kaga' ngerti apa katamu, yang penting sekarang kau turutin perintahku," kata bajak laut sambil tangannya menunjukkan bahasa isyarat agar Demi mengerti untuk mematuhi segala perintahnya.
"Anak-anak, sekarang lihat apa yang akan ketua kalian buat, setelah itu kalian boleh berpesta dengan perempuan asing ini," seru Bejo.
"Horee!!" pekik kegirangan anak buah Bejo.
"Buka celana anak laki-laki loe," perintah Bejo pada Demi dengan garang.
"Whaat..?," Demi tersentak kaget.
"Lakukan! bentak Bejo sambil menempelkan golok ke leher Joe. Dengan terpaksa Demi membuka celana Joe.
"Hisap dan puaskan penis anakmu, cepat!".

Dengan ragu-ragu Demi mulai mengocok penis Joe yang pelan-pelan mulai bereksi. Sambil menahan tangis Demi mencium dan menjilati kemaluan Joe. Zzrett, bagai terkena aliran listrik dirasakan Joe ketika penisnya dikulum dan dihisap oleh mamanya.

"What happened with me, ookh it's so good," desah Joe. Mendengar desahan anaknya Demi semakin sedih dan teriris hatinya namun tiada daya, dipercerpatnya gerakan kepalanya agar adegan itu cepat terselesaikan.

"Aakh..." Joe semakin bernafsu hingga tangannya menjambak rambut Demi menggerakan kepala Demi maju mundur dengan cepat hingga suatu ketika dihentakkannya kepala Demi dalam-dalam ke selangkangannya. Seerr.. Seerr.. Seerr, air kencing Joe memancar dari lubang penisnya karena Joe memang belum dewasa. Air kencing itu tertelan semua oleh mulut Demi. Joe terjatuh karena kakinya merasa goyah dan lemas. Demi terbatuk dan merasa mual berusaha memuntahkannya.

"I am sorry Ma..." Joe berkata lirih. Demi hanya memandang Joey dengan kasih sayang yang tulus dan wajah penuh iba.
"Ha.. Ha.. Ha... gimana enakkan penismu diisap ibumu, Gogon, sekarang bawa ayah dan anak perempuannya itu kesini".
"Siap Ketua".

Diseretnya tubuh George dan Chintya ke hadapan Bejo.

"Angkat ayahnya sampai ia berdiri dan suruh anak perempuannya menghisap punya ayahnya sendiri".
"Siap ketua".

Diberdirikannya George yang juga masih telanjang dihadapan wajah putrinya yang masih duduk.

"Hai! kamu mamanya, coba tolong bantu ajari anak perempuanmu memuaskan ayahnya sampai keluar," perintah Bejo kepada Demi.

Dituntunnya tangan Chintya untuk mengelus-elus penis ayahnya dan perlahan-lahan dimasukkannya penis itu kedalam mulut Chintya. Dengan sedikit memaksa, dengan waktu tak berapa lama akhirnya sampai juga George mencapai orgasmenya di dalam mulut Chintya.

Croot.. Croot.. Croot... Spema George meluncur ke dalam mulut Chintya hingga menetes ke sela-sela bibirnya.

"Sreet..." tiba-tiba golok Bejo berkelebat cepat. Kepala George menggelinding di lantai kapal dengan wajah yang masih menampakkan kenikmatan orgasme.
"Daaddy..." teriak Demi dan kedua anaknya yang langsung pingsan melihat ayahnya terbunuh dengan mengerikan.

Melihat adegan tersebut hingga selesai membuat nafsu anak buah Bejo menggelegak hebat.

"Anak-anak sekarang waktu buat kalian berpesta dan bila ia pingsan sebelum melayani kalian semua, bunuh anaknya!" seru Bejo kepada anak buahnya.
"Hai, kalian harus antri menerima giliran ha.. ha.. ha.." Tambah Gogon.

Lima orang anak buah Bejo maju bersamaan dengan liar dan ganas. Mereka meremas, mencubit, menjilat, menghisap dan menciumi setiap jengkal tubuh Demi dengan nafsu. Demi kewalahan melayani mereka dan berbuat sebisa mungkin agar mereka cepat orgasme dan berharap supaya ia tidak terlalu terkuras staminanya. Semua lubang dan tangan dipergunakan oleh Demi untuk memuaskan anak buah Bejo. Peluh bercampur sperma membasahi seluruh tubuh dan wajah Demi hingga dan terhitung sudah 5 kali ia mencapai orgasme sampai akhirnya anak buah Bejo yang terakhir selesai, Demi langsung tak sadarkan diri.

"Ayo anak-anak kita pergi dan ledakkan kapal ini," Bejo kepada anak buahnya.

Sesaat sebelum Kapal COMMODORE diledakkan ternyata Demi sadar terlebih dahulu. Dengan cepat dibangunkannya kedua anaknya dan disuruh cepat melompat dari kapal dan hanya berpesan satu kata "REVENGE!!".

"Blaarr," kapal COMMODORE perlahan-lahan hilang ditelan laut selatan yang membisu dan menyimpan banyak misteri.
readmore>> »»  

Kerajaan Gaib Laut Selatan

Tak terasa waktu 10 tahun berlalu dengan singkat. Malam yang sunyi sepi di tepi pantai laut selatan yang saat itu begitu hening dan tenang. Terlihat setitik cahaya api dari kejauhan di salah satu sudut kawasan pantai dari sebuah pulau yang hampir-hampir tidak pernah didatangi oleh manusia karena memang tidak dapat dilihat dengan mata biasa karena terdapat suatu lapisan pelindung dari kekuatan gaib yang sangat tinggi yang melapisi keberadaan pulau itu.

"Suatu kejadian baik, buruk, kebahagiaan, kesengsaraan, keberuntungan, kesialan, dan lain sebagainya adalah merupakan hal yang selalu dan harus diterima oleh setiap makhluk yang hidup di dunia fana ini yang merupakan perjalanan panjang dari sisi hidup dan kehidupan. Hal yang indah bisa menjadi malapetaka yang pada akhirnya dapat membuat seorang insan menemukan jati diri dan alur kehidupannya. Ilmu, harta, kuasa dan wanita hanyalah sebagai nikmat yang dianugerahkan dari yang Maha Kuasa kepada manusia yang bisa mendatangkan berbagai cobaan kepada manusia itu sendiri. Itu adalah 4 hal wajib yang harus diingat olehmu," terdengar panjang lebar penuh makna suara berat nan berwibawa dari makhluk berjubah merah kepada seorang pemuda berambut gondrong berpakai warna derah muda dan berikat kepala yang serasi dengan warna pakaian yang dikenakannya, berusia 20 tahunan berwajah sangat tampan tetapi asing, bertubuh tegap dan kekar sebagai tanda hasil tempaan keras dengan tinggi 180 cm dan kulit bule agak kecoklatan terkena sinar matahari pantai namun menambah keperkasaan dan kejantanannya. (tentang asal-usul pemuda ini baca " Petaka Laut Selatan")

"Dengar suara hati kecil, menimbang dengan fikiran yang jernih dan bertindak sesuai keadaan adalah 3 cara untuk untuk menjaga diri dan keselamatan manusia dan jangan sekali-kali kau bertindak berdasarkan nafsu amarah atau dendam yang akan membakar dirimu sendiri. Menegakkan kebenaran dan keadilan adalah 2 tugas yang paling utama bagimu dalam mengamalkan ilmu yang telah kau dapat untuk kemashlatan umat banyak. Untuk selalu kau ingat dan kau jaga berbagai hal utama yang telah kusebutkan maka akan kutanam guratan 234 di atas kemaluanmu yang khasiatnya akan dirasakan sendiri olehmu sebagai pegangan hidupmu dalam mengarungi dunia luas yang penuh kekacauan dan kemunafikan dan mulai saat ini aku memberimu nama Joe Edan dengan gelar Pendekar Pasak Bumi 234. Untuk melengkapi ilmu yang telah kau dapat, dapatkanlah senjata maha sakti Tongkat Pasak Bumi yang konon bahannya terbuat dari logam yang jatuh dari langit berjuta-juta tahun yang lalu dan menimbulkan kejadian dan perubahan di muka bumi. Senjata itu tersimpan di sebuah Kerajaan Gaib Laut Selatan yang dipimpin oleh seorang Ratu yang dikenal dengan Ratu Laut Selatan yang bernama Nyi Roro Kidul".

"Dimanakah letak kerajaan itu Guru?"
"Kerajaan itu terletak di dasar laut selatan yang paling dalam juga kerajaan kasat mata sama halnya dengan pulau ini dan hanya manusia yang dikehendaki atau memiliki kunci untuk membuka jalan ke kerajaan tersebut"
"Jadi, bagaimana saya dapat mencapainya Guru, kalau memang keberadaannya seperti itu," dengan heran
"Ambillah seruling gading ini untuk membuka pintu laut selatan yang dijaga makhluk Jin yang sangat hebat ilmunya dan serahkan surat ini dan kalahkan ia sebagai syarat mutlak yang harus kau lakukan"
"Satu hal lagi yang harus kau ingat, senjata itu terlihat hanya salah satu ujungnya saja sedang ujung yang satu lagi tertanam hingga belahan dunia bagian utara"
"Hahh, lalu bagaimana saya bisa mencabutnya Guru?" tanya Joe terbengong-bengong dengan tampang bloon.
"Bila senjata itu memang berjodoh denganmu maka tidak akan sulit untuk mencabutnya namun kau harus memikirkan sendiri caranya"
"Hmm, murid akan berusaha melaksanakan dan menjalani semua amanat Guru, namun satu hal lagi yang akan kutanyakan pada Guru?"
"Apa itu muridku"
"Siapakah Guru ini sebenarnya?"
"He.. He.. He... pada saatnya tiba kaupun akan tahu siapa aku"
"Baik Guru, muridmu mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas segala ilmu dan bimbinganmu selama ini, selamat tinggal dan jaga dirmu baik-baik!".

Joe menjura dan mencium tangan dengan penuh hormat kepada Gurunya dan dalam hitungan kedipan mata ia menghilang dari hadapan gurunya!

"Selamat jalan muridku, jaga juga dirimu baik-baik, aku berharap keberadaanmu dapat menjaga kedamaian di dunia persilatan," setelah berkata seperti itu lalu iapun menghilang dari pandangan dan tempat itu kembali diselimuti sepi yang mencekam.

Laut selatan yang semula tenang, tiba-tiba bergelombang dahsyat dan angin berderu kencang saat di tengah laut terlihat sebuah rakit dengan seorang pemuda di atasnya tengah bermain suling dengan irama yang sangat merdu mendayu-dayu yang ternyata adalah seorang pendekar muda yang telah diketahui kita bernama Joe Edan yangsedang melaksanakan perintah gurunya untuk menemukan Kerajaan laut selatan. Hembusan angin dan riak gelombang semakin menggila seiring dengan kerasnya lengkingan seruling yang ditiup Joe.

Blaar..!! tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras pertanda terbukanya selimut gaib yang menyelimuti perairan laut selatan di kawasan itu. Anehnya setelah ledakan terjadi, alam menjadi tenang kembali bahkan terasa sangat sunyi bahkan tanpa riak air sedikitpun!

"Wahai manusia, lancang sekali kau membuka dan memasuki kawasan Kerajaan Laut Selatan, apa kau sudah bosan hidup?"

Terdengar suara tanpa wujud yang sangat menusuk telinga dan bahkan dapat membunuh manusia yang tidak memiliki kepandaian cukup tinggi.

"Hai, makhluk apapun kau adanya bicara yang sopan pakai peradatan dengan memperlihatkan dirimu, ngancam segala lagi, apa kau malu karena kau sangat jelek, he.. He.. He..!" balas Joe dengan gaya konyol, tanpa gentar sedikitpun.
"Manusia kurang ajar!" beraninya kau berlaku tolol di daerah kekuasaanku"

Wuuzz, tiba-tiba gulungan sinar biru menyambar ke arah Joe. Tak berlaku ayal, Joe merapal jurus pertahanan sekaligus menyerang balik, tapak kiri terlebih dulu mengeluarkan sinar putih dan tapak kiri menyusul mengeluarkan sinar merah muda. Daarr... sinar putih melabrak langsung sinar biru dan sinar merah muda terus menyambar ke arah sinar putih berasal. Joe, terjajar dua langkah kebelakang, tak urung pergelangan kirinya terasa pegal dan kesemutan.

"Akkhh..." terdengar jerit tertahan saat sinar merah muda sampai ke tempat serangan sinar biru itu berasal.
"Menerima bala, mencuri hati! apa hubunganmu dengan pemilik jurus itu!" kejut suara tanpa wujud mengenali jurus yang dikeluarkan oleh Joe.

Melihat lawan mengenali jurusnya, tak urung membuat Joe heran, ia menjawab asal dan balik bertanya, "Beli dong di mall (emangnya jaman itu udah ada mall) bagaimana kau bisa tahu jurusku, makhluk jelek! sambil garuk-garuk rambutnya yang tidak gatal dengan warna agak pirang kemerahan itu.

"Baik, aku akan menunjukkan wujudku tapi kau harus janji untuk jawab pertanyaanku dengan jujur," suara tanpa wujud itu sedikit melunak.
"Tak masalah, yang penting kau tidak menanyakan hal yang aneh-aneh padaku," sahut Joe denganb cengengesan bercanda.

Tiba-tiba di ujung rakit yang mengangkut Joe hadir sesosok gadis yang sangat cantik dengan bentuk wajah oval telur, bermata kecil namun bening dan jernih dan sedikit nakal, hidung mancung serasi, bibir merekah warna merah ranum dan tubuh yang indah dengan sepasang payudara yang seimbang dengan bentuk tubuhnya yang seksi yang dibalut dengan pakaian kemben tanpa lengan (pakaian adat jawa) berbahan beludru warna gelap yang kontras dengan kulitnya semakin memancarkan kecantikannya. Joe termangu melihat kehadiran gadis tersebut sambil cengar-cengir dan pandangan yang penuh selidik nan genit dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Hei, manusia asing! siapa dan punya kepentingan apa yang membuatmu berani mengantarkan nyawa ke Kerajaan Gaib Laut Selatan ini?" gadis itu dengan pandangan galak.
"Namaku Joe Edan dan maksud kedatanganku kesini untuk mengantarkan surat dari guruku kepada jin penjaga pintu gerbang pintu alam gaib Kerajaan Laut Selatan"
"Pantas! tingkahmu memang konyol dan edan seperti namamu, ketahuilah, aku Wulandari, jin yang kau cari itu! mana surat yang kau ingin berikan kepadaku?"
"Ah! aku tidak percaya bahwa kau adalah jin yang sedang kucari, mana ada jin secantik dirimu," Joe menjawab dengan penuh keraguan.
"Jangan-jangan kau hanya setan laut atau kuntianak yang nyasar ditengah laut selatan ini" tambah Joe.
"Kalau kau tidak percaya, ya sudah! Akan kututup kembali pintu Kerajaan gaib dan kau boleh kembali ke duniamu," ucap gadis itu seraya mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan mengeluarkan sinar putih berkilauan.
"Eh, tunggu dulu, aku percaya padamu, tapi bila kau menipuku aku tak segan menurunkan tangan kasar walau pada makhluk cantik sepertimu," ujar Joe khawatir gadis itu tidak berbohong sambil melempar gulungan surat yang diambil dari balik pakaiannya.

Surat itu melayang ringan ke arah gadis cantik itu dan tiba-tiba dalam jarak 1 langkah surat itu berhenti dan dalam posisi tertahan di udara surat itu terbuka di depan wajah gadis itu. Dengan cepat gadis itu membacanya. Setelah selesai, surat itu melipat dengan sendirinya lalu melayang kembali ke Joe Edan. Ditangkapnya kembali surat itu lalu dimasukkan ke dalam balik bajunya.

"Baik, aku sudah mengerti maksud kedatanganmu, namun sebelum kau kuantar ke Istana Laut selatan tentunya kau sudah tahu syarat yang harus kau penuhi, bila kau merasa tidak mampu kau boleh angkat kaki dari sini sekarang juga".
"Aku sudah siap menerima syaratmu, silahkan kau menyerang terlebih dahulu!" Joe berkata sambil menyiapkan kuda-kuda pertahanannya.
"Ha.. Ha.. Ha... apa yang mau kau lakukan? Kau pikir syaratnya adalah bertarung denganku?," gadis itu berkata sambil tertawa renyah dan agak genit.
Dengan rasa bingung, sambil Joe garuk rambutnya bertanya, "Lalu apa syaratnya?"
"Buka semua pakaianmu lalu bercinta denganku, bila kau sanggup membuatku mencapai puncak, maka kau lulus dan akan kuantarkan ke Istana Laut selatan," kata gadis itu.

Seusai berkata begitu Wulandari mendekati Joe sambil membuka ikatan belakang kembennya hingga bagian atas tubuhnya terlepas semua dan kini hanya kain dan selendang yang melingkari pinggang saja yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Joe terbelalak melihat pemandangan yang sangat indah itu. Kedua payudara yang montok dan licin dengan puting yang merah muda kecoklatan terlihat sangat serasi dengan kulit dan ukuran tubuhnya. Joe hanya termangu saat jarak antara ia dan Wulandari hanya tinggal sejengkal saja.

"Apa kau tidak pernah bercinta dengan seorang wanita sebelumnya heh, kok, bengong saja, peganglah kedua payudaraku ini," desah lembut Wulandari dengan mengangkat kedua tangan Joe dan meletakkannya pada kedua payudaranya.
"Ti.. dak, aku belum per.. nah melakukan ini sebe.. lumnya," ucap Joe dengan terbata-bata.
"Baiklah, akan kuajari kau bagaimana bercinta tapi bila kau mencapai puncak terlebih dahulu maka kau berarti tidak dapat memenuhi persyaratan yang berlaku," senyum Wulandari percaya dan dengan hati yang sangat gembira karena akan mendapatkan keperjakaan seorang pendekar muda yang tampan perkasa.

Dibukanya ikatan baju Joe yang nafasnya sudah memburu dan hati yang tak karuan hingga tanpa disadari kejantanannya mulai tersembul dari balik celananya yang agak gombrong itu. Wulandari terkagum-kagum melihat tubuh Joe yang terlihat kekar dan perkasa dengan tonjolan otot-otot hasil tempaan Gurunya di pulau karang hantu. Diciumi dan dijilatinya permukaan dada Joe yang bidang dengan lembut dan penuh penghayatan.

Joe yang masih terdiam tegak mulai merasakan aliran darah yang panas yang merambat ke seluruh tubuh dan menggetarkan urat-urat syaraf hingga Joe tak tahan untuk menunduk dan mulai mencium rambut Wulandari. Lidah Joe kemudian merambat kesela-sela telinga yang membuat Wulandari menggelinjang antara geli dan nikmat. Tak kalah panas Wulandari menarik wajah Joe dan kemudian mencium bibir Joe dengan lumatan-lumatan yang menggairahkan. Kedua bibir bertaut erat dan lidah mereka saling menghisap dan memilin dengan kuat. Payudara Wulandari semakin mengeras saat kedua tangan Joe meremas-remas dan memainkan putingnya.

Dengus panas nafas Joe merambat turun menelusuri dagu, leher dan kemudian berlabuh di lembah sepasang payudara Wulandari. Bermain sebentar di lembah bukit yang hangat itu sebentar, lidah dan bibir Joe dengan perlahan mendaki bukit sebelah kanan dan kiri bergantian. Dengan gemas dijilatinya puting yang sudah keras dan meruncing, dikulum dan dihisapnya kuat-kuat dengan sesekali digigit-gigit kecil yang membuat mata Wulandari meredup dan mendesah-desah dalam buaian nafsu dan nikmat. Sementara itu tangan Wulandari mulai mengelus dan mengusap bagian luar selangkangan Joe kemudian tangan itu mulai menyelusup masuk.

"Wow, luar biasa sekali kejantanan pemuda ini," batin Wulandari terkejut bukan kepalang saat tangannya menggenggam penis Joe yang sebenarnya belum ereksi penuh. Dengan tidak sabar dilepaskan ikatan celana Joe.

Srrtt... celana Joe meluncur turun dengan sendirinya ketika ikatan tali celananya dilepas dan terbentanglah pemandangan yang menakjubkan Wulandari dengan mata kepala sendiri begitu perkasanya penis Joe yang menjulang tegar dan perkasa dengan panjang kira-kira 25 cm dan diameter 10 cm dengan tingkat ketegangan yang sangat tinggi. Penis Joe diremas lembut, dikocok-kocok, kemudian ia berlutut mulai menyapu kepala penis dengan lidahnya.

Dengan pelan ia memasukkan penis itu kedalam mulut mungilnya. Ukuran penis yang besar itu membuat mulut mungil Wulandari tidak dapat menampung setengahnya, ia malah tersedak saat mencoba memaksakan penis itu masuk lebih dalam lagi. Sadar akan keterbatasannya, Wulandari akhirnya hanya mengulum dan menghisap semampunya. Kepala Wulandari terlihat sibuk maju mundur dengan giat dan lincah berharap agar pendekar yang masih 'hijau' itu mencapai klimaksnya.

Sekian lamanya Wulandari mengoral hingga mulutnya terasa pegal dan linu namun pendekar muda itu belum ada tanda-tanda akan klimaks, hanya erangan dan desahan keenakan yang meluncur pelan dari mulutnya. Dengan sedikit kesal dilepaskannya penis Joe dari mulutnya. Hati Wulandari terkesiap kaget saat pandangan matanya tertumbuk pada guratan angka 234 yang terukir di persis di atas rambut kemaluan dan dibawah pusar. Batinnya langsung resah dan ragu karena ia memang mengetahui makna dan kekuatan yang tersembunyi pada guratan angka tersebut dan ternyata hal itu merupakan pantangan yang yang tidak boleh dilanggar oleh seluruh anggota Kerajaan Laut Selatan.

Wulandari segera menarik tubuhnya menjauh dari Joe dan cepat mengenakan pakaiannya kembali. Melihat hal tersebut Pendekar Pasak Bumi 234 heran dan merasa sedikit dongkol karena sudah telanjur spanning.

"Hai, kenapa berhenti? Kita belum tuntas melaksanakan syarat itu?" tanya Joe kesal.
"Tidak perlu! Kau kunyatakan lulus syarat itu dan aku bersedia mengantarkan kau ke Istana Laut Selatan, kenakan pakaianmu dan telan ini!" seru Wulandari dengan rasa sesal di dalam hati, ia melemparkan sebutir obat sebesar ukuran kotoran kambing pada Joe.
"Tapi..".
"Sudah jangan banyak tanya! Cepat telan dan ikuti aku, jangan salahkan aku bila kau tertinggal dan tersesat di alam ini".

Byuurr.. Wulandari dengan cepat melompat ke dalam laut. Tak mau tertinggal Joe segera menelan obat itu yang nantinya ia akan mengerti khasiat dari obat itu.

Byuurr.. Joe melesat ke dalam air menyusul Wulandari dan hilang dari pandangan. Pintu gaib Kerajaan Laut Selatan menutup kembali dengan sendirinya ditandai lenyapnya rakit yang ditumpangi oleh Joe.
readmore>> »»  

Memperdaya Artis Idola

Jay berjalan menyusuri lorong lokasi syuting. Ia adalah salah satu figuran dalam sinetron ini, yang berkisah tentang dunia kampus. Ketika ia melintasi sebuah ruangan berwarna kuning yang menarik perhatiannya, ia melongok ke dalam dan melihat ada kursi sofa kulit warna hitam dan meja kecil dengan kotak donat diatasnya. Disebelah kanan sofa tersebut terdapat lemari pakaian, dan disebelah kiri ada cermin panjang.

"Ooo..donat..!!" kata Jay dalam hati. Diambilnya beberapa buah, lalu disambarnya sebuah majalah dan iapun membaringkan diri di sofa tersebut. Tak beberapa lama iapun mengantuk dan tertidur di sofa tersebut.

Feby Febiola bergegas masuk ke dalam ruangan ganti pribadi yang disediakan untuknya dan suaminya, Bruce, yang berkebangsaan Perancis. Karena sibuknya shooting sinetron, Feby dan suaminya jarang mempunyai waktu luang untuk mereka, sehingga Bruce sering datang ke lokasi shooting agar bisa mendapatkan waktu untuk bercinta dengan Feby Febiola, istrinya yang cantik. Bagi Feby, Bruce adalah pria pertama dan satu-satunya yang pernah menikmati kemulusan tubuh Bintang Lux tersebut. Bruce sangat pandai dalam bercinta, dan hampir tiap kali membuat Feby merasakan nikmatnya sex. Bruce piawai menggunakan lidahnya, menyapu bibir vagina dan klitoris Feby, membuat istrinya itu menggelinjang dan merintih-rintih kenikmatan. Walaupun demikian, Feby tidak pernah mau mengulum penis Bruce, apalagi melakukan anal sex seperti yang sering diminta oleh pria Perancis itu.

Feby adalah tokoh utama dari sinetron ini, dimana ia memerankan seorang mahasiswi kembang kampus yang juga seorang cheerleader. Pada pengambilan gambar sebelumnya, ia menggunakan rok cheerleader yang tingginya 4 cm diatas lutut, sehingga mempertontonkan kemulusan pahanya, serta t-shirt putih ketat yang tak mampu menyembunyikan keindahan buah dadanya. Feby melihat bahwa "Bruce" (atau orang yang disangkanya sebagai Bruce) sedang tertidur lelap diatas sofa. "Kasihan..dia pasti lelah menunggu syuting. Aku harus memberikan alasan yang bagus agar dia terbangun. " pikir Feby. Feby pun kemudian membuka lemari pakaian untuk berganti.

Tepat pada saat itu, Jay terbangun, dan melihat bahwa ada orang sedang berganti pakaian. "Waduh..gawat!! " pikirnya. Ia kemudian melihat bahwa pintu kamar mandi terbuka, dan cepat-cepat ia masuk bersembunyi di dalamnya. Dari kamar mandi Jay kemudian mengintip keluar, dan ia tidak bisa mempercayai matanya.

Feby Febiola!! Bintang sinetron yang sering menghiasi mimpi-mimpi seksual Jay, kini sedang melepas pakaiannya satu persatu di hadapan mata pria itu. T-shirt ketat Feby Febiola sudah ditanggalkan, dan sekarang bintang cantik itu melepaskan BH-nya. Feby lalu mengagumi buah dadanya sendiri di kaca, buah dada yang bulat dan penuh, dengan puting yang kemerahan. Feby tahu bahwa Bruce-pun menyukai payudaranya, asal ia tidak terlalu keras meremas-remasnya, Feby senang dengan perlakuan Bruce pada buah dadanya itu. Sementara itu di kamar mandi, Jay tak henti-hentinya mengocoki kemaluannya melihat adegan telanjang Feby Febiola.

Lalu Feby mengenakan t-shirt tanpa bra, dan kembali ke dalam ruangan untuk menemui "Bruce". Tetapi didapatinya sofa tersebut kosong. "Kemana dia?" tanya Feby dalam hati. "Padahal aku ingin memberikan pelayanan untuknya"
Jay yang ada di kamar mandi sudah tidak kuat lagi menahan nafsunya. "Aku harus bisa meniduri Feby Febiola" katanya. Pelan-pelan ia keluar, dan mendekati Feby Febiola dari belakang. "Sekarang atau tidak sama sekali" tekad Jay. Ia memeluk Feby dari belakang dan mencium lehernya yang jenjang nan mulus.

"Oh..dari mana saja kamu..? Tanya Feby sambil kegelian ketika lidah Jay menyapu leher hingga belakang telinganya. Tangan Jay telah berada pada payudara bulat dan montok milik Feby. Ia seakan bermimpi ketika meremasi buah dada bintang pujaannya itu. Keindahan buah dada Feby Febiola mungkin hanya kalah dari Tamara Blezinski.

"Ooohh..Bruce.." Feby mendesah merasakan nikmatnya payudaranya diremas-remas oleh Jay. "Ayo sayang..aku sudah kepingin.." pinta Feby. Jay kemudian mendorong tubuh Feby hingga Feby berlutut di sofa, dan menarik turun celana dalamnya. Pantat Feby yang bulat indah itupun tampak di hadapan mata Jay, menyebabkan kemaluan Jay yang sudah tegang seakan mau meledak. Tanpa berlama-lama Jay membuka celananya sendiri dan segera menaruh kemaluannya di depan liang vagina Feby.

"Ooohh.." Desah Feby dan Jay bersamaan ketika penis Jay menembus liang vagina Feby Febiola. Jay dengan cepat menggenjot Feby doggie style. Liang vagina Feby masih rapat walaupun sudah setahun lebih menikah. Karena nafsunya sudah di puncak, Jay mulai merasakan penisnya berdenyut-denyut, siap menumpahkan air maninya dalam lubang kemaluan Feby. Dipercepatnya kocokan dalam kemaluan artis cantik itu, dan dalam sekejap Jay pun menumpahkan spermanya dalam kemaluan Feby Febiola. Tapi Jay terus memompa penisnya keluar masuk vagina Feby sehingga tak lama kemudian, Feby pun mencapai orgasme.

Feby terkapar lemas di sofa menikmati sisa-sisa orgasmenya setelah digarap Jay. Sperma Jay sebagian mengalir keluar dari vaginanya. Tapi Jay sepertinya belum puas karena penisnya kembali mengeras.
"Dia cantik sekali!!" seru Jay dalam hati. Iapun berkeinginan untuk merasakan jepitan payudara Feby yang montok itu. Matanya mencari-cari di sekeliling dan ia menemukan sehelai selendang yang kemudian diambilnya. "Ini harusnya cukup" pikirnya. Ia lalu menutup mata Feby Febiola dan membalikkan tubuh mulus artis pujannya itu. Jay kemudian meremas-remas payudara Feby dengan lembut. Kemudian ia menciumi bongkahan payudara yang montok itu. Feby menggelinjang-gelinjang kegelian: " Ooohh..Bruce.." rintih Feby manja.

Jay kemudian mengangkangi tubuh Feby dan meletakkan penisnya yang sudah tegang itu di belahan dada montok yang selalu dimimpikannya. Feby menekan kedua buah dadanya sehingga penis Jay terjepit erat ditengah. Jay tidak membuang waktu dan segera memaju mundurkan penisnya di tengah jepitan payudara Feby. Dalam sekejap penis Jay memuntahkan sperma yang mengalungi leher jenjang Feby. Dengan tiba-tiba Jay memasukkan penisnya kedalam mulut Feby tepat ketika penisnya menyemprotkan muntahan sperma kedua. Mau tak mau Feby Febiola menelan sperma Jay dan membuat bintang film cantik itu ingin muntah. Seumur hidup belum pernah ada kemaluan lelaki, bahkan suaminya sekalipun, yang masuk ke mulutnya. Kini ia harus menelan spermanya pula.

Feby cepat-cepat bankit berdiri berusaha memuntahkan sperma di mulutnya. Namun Jay menangkap tubuh mulus Feby dan melempar kemabli ke sofa. Jay kemudian menunggingkan Feby sehingga pantatnya yang padat itu terangkat ke atas. Ia kemudian menyibakkan belahan pantat Feby dan menaruh ujung penisnya di depan anus perawan Feby Febiola.

"Bruce!! Jangan!! Kamu kan tahu saya tidak mau..AAHH!!" Feby Febiola menjerit keras kesakitan ketika anusnya ditembus oleh penis Jay. Lubang pantatnya yang sempit dan masih perawan itu diperkosa dengan kasar oleh Jay.

"KELUARKAN BRUCE!! SAKIITT!! OOHH!! " Feby berteriak-teriak merasakan anusnya robek oleh kemaluan Jay. Wanita cantik itu menangis sambil meremasi sofa tempat ia digagahi melalui anus oleh "suaminya". Tak lama kemudian, Jay memuntahkan spermanya dalam lubang anus Feby.

"Ooohh..Bruce..kamu tega sekali.." tangis Feby kesakitan. Darah bercampur sperma mengalir keluar dari liang anus Feby yang baru saja diperawani Jay. Jay kemudian mengambil celana dalam Feby. Diusapnya darah dan sperma dari pantat bintang Lux yang cantik itu dengan celana dalamnya. Dan kemudian Jay pun keluar meninggalkan kamar Feby Febiola dengan senyum kepuasan.
readmore>> »»  

Mr. Bean X : Kencan

Mr. Bean sudah banyak dikenal pemirsa televisi sebagai film komedi yang penuh dengan banyolan segar dan dapat diterima oleh segala jenis penonton manca negara. Bahkan karena telah cukup sukses dan terkenal, serial Mr. Bean pernah pula dIbuat dalam format layar lebar. Kali ini penulis mencoba mengetengahkan Mr. Bean dalam tulisan cerita yang akan banyak mengandung unsur sex.

*****

Telah lama Mr. Bean tidak melakukan sex dengan wanita. Keinginan itu sudah sangat kuat, tapi ia belum menemukan wanita yang cocok dengan hatinya. Bisa saja Mr. Bean melakukan sex dengan para pelacur jalanan tapi hal itu tak berkenan dihatinya.

Kali ini ia sedang mengincar seorang karyawati di sebelah museum tempat ia kerja. Wanita yang diincarnya itu benar-benar sesuai dengan seleranya. Menurut taksirannya, wanita itu berumur tak lebih dari 25 tahun. Wajah anggun disertai dandanannya yang sederhana dan lekuk-lekuk tubuhnya benar-benar membuat Mr. Bean rela melakukan apa saja demi angan-angannya untuk bercinta dengan wanita itu. Wanita itu bernama Anna dan baru sebulan bekerja di gedung sebelah museum.

Tiap pagi sebelum masuk kerja, Mr. Bean sengaja berlama-lama di luar museum untuk menatap wanita incarannya itu. Selama ia menatap wanita itu, waktu bagaikan hilang dengan cepat. Berbagai taktik dan cara Mr. Bean lakukan untuk menatapnya lebih dekat sebelum ia mantap untuk berkenalan dengannya.

Sekali waktu Mr. Bean mendapati Anna sedang santai istirahat dari aktivitas kerjanya dari sebuah jendela kaca yang besar tempat Mr. Bean bekerja. Tanpa sepengetahuan Anna, Mr. Bean mengawasinya dari jauh dengan teropong yang sudah ia siapkan.

Waktu itu Anna sedang duduk di depan komputernya sambil makan sandwichnya. Sambil terus memainkan tangan kanannya pada mouse komputernya, setelah selasai menghabiskan sandwich, Anna mengambil pisang dari kotak makan siangnya. Semuanya itu tak luput dari pengawasan Mr. Bean.

Tak jelas apa yang sedang dilihat oleh Anna di layar monitornya, tapi yang jelas ia tidak sedang bekerja (mungkinkah Anna sedang mengklik situs 17Tahun.com?). Tangan kirinya kali ini turun ke bawah meja dan terlihat oleh Mr. Bean sedang bergerak-gerak seperti mengelus bagian bawah tubuhnya sendiri. Anna tampak keasyikan sendiri. Hal itu membuat hasrat Mr. Bean melambung ke langit. Apalagi dilihatnya tangan kanan Anna sudah melepaskan genggaman pada mouse komputer dan ganti menggegam pisang yang sudah siap ia masukkan ke mulutnya.

Tengok kanan kirinya, karena sepi Mr. Bean merasa aman untuk menggunakan kesempatan itu untuk mengkhayal. Sambil terus meneropong Anna, tangan kiri Mr. Bean masuk ke dalam celananya dan menggosok-gosok batang kemaluannya yang sudah menegang. Beberapa menit kemudian ia mengeluarkan batang kemaluannya sambil terus mengocoknya. Lalu Mr. Bean mendehem,
" Hmm.. Ssshh.. Emmhh.." dan batang kemaluannya mengeluarkan muatannya pada kaca jendela, "Crot.. Crot.. Crot.."

Belum sempat Mr. Bean beristirahat, ia mendengar pintu ruangannya dibuka seorang temannya. Ia pun segera bergegas menjauhi jendela, merapikan celananya dan menyembunyikan teropongnya, tapi ia melupakan bercak di kaca jendela akibat cairan hasratnya yang ia semprotkan. Ketika teman Mr. Bean yang baru saja memasuki ruangan itu melewati jendela kaca itu, ia menanyakan bercak itu. Dengan gaya lugu Mr. Bean menggeleng-gelengkan kepala tanda tak tahu menahu soal asal bercak itu.

Setelah temannya keluar dari ruangan itu, Mr. Bean mengambil lagi teropongnya untuk melihat kembali Anna. Kali ini dilihatnya seorang karyawati teman Anna berdiri di dekat Anna sambil ikut asyik melihat monitor komputernya Anna. Mr. Bean hanya menggeleng-gelengkan kepala lalu segera meninggalkan jendela kaca itu untuk kembali bekerja sebelum khayalannya yang tidak-tidak kembali muncul.

Padahal apa yang dilihat Anna di layar monitornya adalah sebuah situs tentang cara memijat kaki. Dan sewaktu Mr. Bean meneropong tadi, Anna sebenarnya sedang mempraktekkan memijat kakinya sendiri karena merasa sangat capek.

Bagai gayung bersambut, beberapa hari setelah itu Mr. Bean akhirnya mantap dan berhasil berkenalan dengan Anna. Bahkan mereka berdua juga telah membuat janji untuk makan malam bersama pada akhir pekan. Rupanya daya tarik Mr. Bean masih mampu memikat wanita yang lumayan itu.

Sepulang kerja pada hari itu juga, Mr. Bean segera menuju sebuah toko buku untuk membeli buku tentang teknik bercinta ala kamasutra. Harapannya tak lain adalah agar dapat meningkatkan teknik bercintanya dan membuat kagum Anna.

Selama beberapa hari Mr.Bean mempelajari semua hal tentang bercinta dari buku yang baru saja dibelinya di sela-sela waktunya. Merasa mampu menyerap dan mempraktekkan hampir semua isi buku itu, ia mengalihkan perhatiannya pada persiapan lainnya.

Mr. Bean berusaha agar kencan dengan Anna nanti berjalan dengan lancar. Maka ia mendaftar semua persiapan yang telah ia lakukan maupun yang belum. Dalam daftarnya, satu persiapan penting hampir terlewatkan, yaitu "kondom". Sadar bahwa hal ini bukan masalah sepele, ia pun membuka semua laci lemarinya dengan agak panik mencari sisa simpanan kondom yang ia miliki. Tapi yang didapatinya hanyalah bungkus-bungkus kondom yang telah kosong. Ia baru ingat bahwa sebulan yang lalu ia telah menghabiskan semua persediaan kondomnya karena ia pakai untuk mainan dengan cara ia tiup sehingga jadi balon-balon lucu.

Melihat jam di pergelangan tangannya, Mr. Bean segera menghambur keluar apartemennya menuju toko besar beberapa blok dari tempat tinggalnya. Ia pun segera ke bagian tempat menjual kondom. Setelah mendapati bagian itu, bukannya senang tapi ia tambah bingung karena dijumpainya banyak pilihan. Mulai pilihan harga, ukuran, rasa, warna, dan masih banyak lagi. Wajah Mr. Bean makin menampakkan kebodohannya setiap kali mengamati dan membandingkan kotak-kotak kondom tersebut. Yang ia butuhkan hanyalah satu kotak, tapi ia ingin yang benar-benar pas baginya.

Tiba-tiba wajah Mr. Bean berubah berseri-seri, karena dalam otaknya muncul sebuah ide cemerlang sewaktu tak sengaja melihat kamar ganti untuk mencoba pakaian. Mr. Bean segera saja mengambil beberapa kotak kondom dan menuju kamar ganti tersebut untuk ia coba.

Didalam kamar ganti, Mr. Bean segera membuka celananya dan mengeluarkan serta menggosok-gosok batang kemaluannya. Setelah batang kemaluannya tegak berdiri, ia pun segera mengeluarkan sebuah kondom dari masing-masing kotak yang ia ambil. Lalu ia mencobanya secara bergantian. Bak mencoba pakaian, setiap kali mencoba sebuah kondom, Mr. Bean bergaya di depan cermin dalam kamar ganti itu seakan siap bercinta dengan menggebu-gebu.

Untuk memilih rasa kondom yang akan ia pilih, Mr. Bean tanpa ragu menjilati setiap kondom yang telah ia coba. Akhirnya ia menjatuhkan pilihan pada kondom rasa pisang karena menurut perkiraannya Anna sangat menyukai pisang. Menemukan sebuah kondom yang benar-benar pas serta cocok rasanya, sekarang Mr. Bean sungguh puas dan memastikan pilihan kondom yang akan dibelinya dengan wajah menyeringai khas Mr. Bean.

Namun hal itu tak lama, karena ia kini bingung setelah sadar bahwa di lantai kamar ganti yang ia pakai berceceran kondom-kondom yang telah ia coba. Ia memungut sebuah kondom yang telah ia coba dan mencoba memasukkannya kembali ke tempatnya tapi tidak berhasil. Karena merasa bertanggung jawab, wajah Mr. Bean menunjukkan kekesalan. Tapi bukan Mr. Bean namanya kalau tidak menemukan solusi meski sekonyol apapun.

Kali ini pun demikian juga. Melihat sebuah pakaian yang baru saja dicoba oleh orang lain sebelumnya masih tergantung pada gantungan pakaian, ide cemerlangnya kembali muncul. Ia punguti semua kondom yang telah ia coba lalu ia gantung pada setiap gantungan pakaian dalam kamar ganti itu hingga tak bersisa.

Mr. Bean keluar dari kamar ganti itu dengan suka cita menuju kasir. Baru beberapa langkah ia mendengar teriakan seorang Ibu-Ibu yang akan masuk ke kamar ganti bekas ia pakai dan kaget melihat banyak kondom bergelantungan didalamnya. Mendengar teriakan itu, Mr. Bean bergegas ke kasir dengan mimik wajah tanpa salah dan membayar sekotak kondom pilihannya. Dan Mr. Bean pun segera pulang dan istirahat karena merasa capek setelah memilih kondom selama 2 jam dan telah mencoba satu persatu semua kondom yang ditawarkan toko tadi.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu Mr. Bean tiba. Cuaca petang itu sungguh hangat membuat suasana makan malam antara Mr. Bean dengan Anna makin romantis. Mereka berdua mengobrol sambil menikmati santapan lezat. Bagi Mr. Bean, harga makanan di restoran tersebut benar-benar membuatnya merasa dirampok. Maka ia pun berlama-lama dalam restoran itu bersama Anna menikmati malam yang indah hingga menjelang tutupnya restoran itu. Dengan begitu Mr. Bean merasa "fair" dengan harga makanan yang ia bayarkan, walau hal tersebut sempat membuat para pelayan restoran itu bersungut-sungut karena ulah Mr. Bean.

Sepulang dari restoran, Mr. Bean menggandengan Anna dengan mesra. Entah karena alkohol dalam anggur merah yang ia minum atau memang daya pesona Mr. Bean, Anna pun menanggapinya dengan serta merta. Berdua saling rangkul dan akhirnya langkah mereka menuju tempat mobil Mr. Bean diparkir terhenti. Keduanya saling berpelukan dan berciuman bibir dibawah remang-remang lampu di sisi trotoar.

Mr. Bean bisa merasakan buah dada sintal milik Anna bergesek dengan dadanya. Walau berdua masih mengenakan mantel, tapi rasa gesekan itu menembus hingga permukaan kulit dada Mr. Bean. Sebaliknya Anna merasakan sebuah benjolan dari celana Mr. Bean menggesek rok-nya hingga terasa pada selakangannya. Mabuk asmara bercampur dengan mabuk nafsu dan tak ketinggalan pengaruh sebotol anggur merah yang mereka habiskan berdua membuat keduanya makin tak sabar lagi. Bergegas masuk ke dalam mobil, Mr. Bean segera tancap gas menuju aparteman Anna.

Di dalam aparteman Anna, Mr. Bean kembali mencium bibir Anna menghidupkan kembali bara nafsu dan hasrat mereka berdua yang hampir padam karena perjalanan dingin ke apartemen Anna. Lalu Mr. Bean menghentikan ciuman tersebut dengan sopan dan menelanjangi dirinya sendiri dengan pelan. Anna-pun segera mengikutinya. Dalam keadaan bugil, terlihat batang kemaluan Mr. Bean sudah bagai tonggak berdiri bagai tombak yang siap menghunjam sasaran. Tanpa selembar benang, tubuh Anna tampak aduhai. Buah dada sintal diramu dengan pinggul serta pantat yang menawan. Perut datar nan elok menuju otot bagian bawah perut yang agak menonjol ditumbuhi rambut halus. Lubang kenikmatannya kemerah-merahan menyeruak diantara rambut-rambut halus tersebut.

Anna menghampirinya dan menggegamkan batang Mr. Bean seakan menggandeng batangnya menuju tempat tidurnya.
" Mmmhh..", desah Mr. Bean merasakan batangnya ditarik sambil mengikuti Anna. Mr. Bean seperti orang buta yang digandeng tongkat penunjuknnya, tapi yang digandeng oleh Anna bukan sembarang tongkat melainkan batang kemaluan Mr. Bean yang sudah mengeras.

Di sisi tempat tidur, Anna melepas gandengannya pada batang Mr. Bean dan duduk di sisi tempat tidur. Belum sempat Mr. Bean bergerak, Anna sudah mengulum batangnya dengan bibirnya. Dalam keadaan berdiri Mr. Bean berkali-kali mendesah keenakan,

" Ssshh, ahh.. Sshh".

Walau Anna sempat memainkan lidahnya juga, Mr. Bean sekuat tenaga menahan hasratnya dengan berusaha tidak terlalu larut dalam kenikmatan tersebut. Rupanya Mr. Bean mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya.

Anna menyudahi kulumannya dan berbaring di tengah tempat tidur. Mr. Bean segera naik ke ranjang dan menempatkan kepalanya di selakangan Anna. Senyuman Anna bak undangan bagi Mr. Bean. Ia ganti mengulum liang kenikmatan Anna dengan lembut dan penuh perasaan. Kuluman bibir Mr. Bean membasahi liang kenikmatannya disambut dengan desahan pelan dari mulut Anna.

Dan ketika Mr. Bean menjulur-julurkan lidahnya pada saat mengulum, Anna merasakan sebuah perasahaan hebat disekujur tubuhnya hingga ia menjerit keenakan tanpa disadarinya,

" Ahh.. Ahh.. Oh.. Bean.. Ohh..".

Seluruh tubuh Anna bergerak-gerak belingsatan hingga kedua tangan Mr. Bean memegang kedua pinggul Anna menahannya. Dan lidahnya makin menjulur bergerak-gerak memasuki liang kenikmatan Anna makin dalam. Merasa tambah nikmat Anna berusaha lebih banyak bergerak dan semakin menggesekkan bibir dan lidah Mr. Bean pada kemaluannya. Mr. Bean pun menambah sedotan-sedotan pada kulumannya.

Tak ayal lagi, dalam beberapa saat kemudian Anna tak mampu menahan hasratnya lagi. Kedua tangannya menarik kepala Mr. Bean hingga Anna mengejang hebat disertai jeritan dan desahan kenikmatan,

"Aaahh..".

Bersamaan dengan itu mengalirlah cairan kenikmatannya dari dalam liang kenikmatan bercampur dengan air liur Mr. Bean mengisi pundi-pundi kepuasannya. Lalu Anna-pun terpejam dan terbaring lemas sambil menarik nafas dalam-dalam. Mr. Bean dapat melihat buah dada dan perut Anna bergerak ke atas ke bawah mengikuti alur nafasnya yang cepat sambil menyeringai puas.

Menunggu sebentar Anna yang sedang mengisi tenaganya kembali, Mr. Bean berbaring santai di sebelahnya sambil tetap menjaga batang kemaluannya agar tetap berdiri kokoh sebelum permainan utama usai. Beberapa menit kemudian dirasakan ciuman bibir Anna mendarat di pipinya. Kemudian Anna berbisik pelan di telinganya,

"Bean, aku mau cari tahu apakah batangmu senikmat lidahmu".

Belum sempat Mr. Bean menjawab, Anna sudah melakukan ciuman antar bibir yang dalam sambil bergerak naik ke perut Mr. Bean. Selakangannya yang masih basah menggeser-geser perut Mr. Bean maju mundur dan sesekali pantatnya menyentuh batang tonggak Mr. Bean.

Berhadapan dengan Mr. Bean dengan posisi diatas, Anna melepas ciumannya dari bibir Mr. Bean dan tangannya menggegam batang Mr. Bean dan mengarahkannya ke dalam liang kenikmatannya.

"Sebentar aku pakai kondom dulu", bisik Mr. Bean.

"Tak perlu sayang, aku ingin yang aslinya", cegah Anna sewaktu Mr. Bean akan bergerak.

"Tapi..", kata Mr. Bean yang terpotong oleh,"Ssshh.. Ahh..", desahan mereka berdua ketika bibir kemaluan Anna mulai menyentuh, membuka dan menaungi batang kemaluan Mr. Bean. Pelan tapi pasti seluruh batang kemaluan Mr. Bean masuk ke dalam liang kenikmatan Anna.

Awalnya Anna hanya menggerak-gerakkan pinggulnya pelan, tapi lama kelamaan makin cepat hingga ia berkeringat. Tak mau ketinggalan Mr. Bean juga ikut menggerak-gerakkan tubuhnya meskipun terbatas. Tak lama kemudian Anna mendekap Mr. Bean hingga buah dadanya saling menggesek dengan dada Mr. Bean. Anna mendesah sambi berbisik,

"Ssshh.. Bean aku tak kuat.. Ahh.."

Bersamaan dengan itu tubuh Anna kaku menegang dan tak bergerak lagi. Bermaksud mengikuti orgasme Anna, Mr. Bean makin cepat membuat gerakan naik turun. Tapi cairan dalam liang kenikmatan Anna sudah terburu keluar. Tubuh Anna-pun lemas lunglai diatas dekapan tubuh Mr. Bean. Meski begitu batang kemaluan Mr. Bean masih menancap keras dalam liang kenikmatan Anna.

Mr. Bean menggulingkan tubuh Anna ke samping sambil berusaha batang kemaluan tak lepas dari jepitan kemaluan Anna. Sekarang, Mr. Bean berhasil menempati posisi atas dan mengulum bibir Anna. Tapi Anna masih lemas dan tak membalas. Mr. Bean terus menciumi lehernya dan mulai mengulum telinganya. Kali ini Anna mulai terangsang kembali dan kedua tangannya menekan-nekan pantat Mr. Bean.

Seakan memperoleh tanda, Mr. Bean segera menggerakkan pinggulnya, naik-turun, kiri-kanan, putar kiri-kanan dan gerakan-gerakan lainnya. Sehingga gesekan hebat antara batang kemaluannya dengan dinding-dinding liang kenikmatan Anna membuahkan hasrat yang mendalam dan mengalir hingga ke ubun-ubun mereka berdua. Desahan demi desahan saling bersambut diantara keduanya.

Beberapa menit kemudian keduanya saling mengejang dan mengeluarkan hasratnya. Ledakan hebat dari batang kemaluan Mr. Bean menembus keluar menghujamkan cairan hangat ke dinding-dinding liang kenikmatan Anna yang paling dalam hingga Anna pun akhirnya ikut orgasme lagi.

Setelah itu mereka berdua terbaring lemas diatas ranjang dan tertidur hingga pagi hari. Ketika Mr. Bean mulai membuka kelopak mata, dilihatnya Anna memegangi dan memperhatikan batang kemaluannya yang sudah berdiri tegak sambil tersenyum padanya.

"Hi, kagum ya?", tanya Mr. Bean pada Anna dengan nada bangga dan sedikit sombong.

"Iya, ini mirip punyaku dulu, kurang lebih ukurannya juga sama seperti ini", kata Anna sambil memegang batang kemaluan Mr. Bean yang tiba-tiba jadi lemas.

Mr. Bean hanya dapat diam tak bersuara dengan mulut terbuka dan mata terbelalak serta mimik wajah bagai orang bodoh sambil menatap tubuh Anna yang masih bugil.
readmore>> »»  

One Piece XXX : Woman Island

Setting cerita ini One Piece XXX : Woman Island adalah pada saat Luffy, Zorro, Usopp, Tony Chopper, Sanji, Vivi dan Nami, sedang melanjutkan perjalanan menuju Arabasta. Pada suatu hari saat dalam perjalanan, Usopp mengatakan bahwa ia telah menemukan sebuah pulau yang penuh dengan kota, lalu Nami mengatakan bahwa itu adalah Woman Island, keterangannya tidak lengkap, kotanya lumayan besar, penduduknya semuanya adalah wanita, dan Nami mengatakan bahwa mereka tidak akan menemukan hal yang menarik disana, tetapi karena Sanji kekurangan bahan makanan ia merekomendasikan kepada Luffy agar mampir terlebih dahulu. (percakapan tokoh tokoh di cerita saya memakai sistem naskah drama).

Sanji: "Hey Luffy, kita kekurangan makanan apa sebaiknya kita mampir terlebih dahulu?"
Luffy: "Tidak masalah he he, aku juga mau bertualang. Nanti beli daging yang banyak ya Sanji, he he"
Zorro: "Dasar bodoh, kau mau bertualang kemana? Seluruh pulau itu dipadati kota".
Luffy: "Tidak masalah, yang penting bertualang!"
Zorro: "Memangnya kau mengerti apa yang kubicarakan?"
Chopper: "Sudahlah Zorro, aku juga mau beli obat obatan disana."

Chopper lalu mendekati Nami.

Chopper: "Nami, bisa minta 50.000 berry? Aku mau beli peralatan dokter sekaligus obatnya"
Nami: "Tentu saja boleh, tapi bunganya 3x lipat"
Chopper: "Apaa? Mentang mentang aku rusa, Bukankah ini untuk kita bersama?"
Nami: "Tugas dokter bukan urusanku, mau atau tidak?"

Setelah dengan berat hati chopper pun menerimanya.

Sanji: "Apa kau keberatan Vivi sayaang?" ^_^
Vivi: "Kalau Cuma sekedar membeli perbekalan sih tidak apa apa kok Sanji, lagipula kata Nami arabasta jaraknya tak begitu jauh lagi."
Sanji: "Oke Vivii ^_^!"

Merekapun merapat, tetapi disana tidak ada orang sama sekali. Sanji pergi ke toko bahan makanan, Usopp pergi bersama chopper ke toko peralatan. Nami tinggal dikapal, Luffy menemaninya untuk jaga jaga agar Nami aman dari musuh, Vivi pergi bersama Karuu dan Zorro berjalan jalan mengelilingi pulau tetapi mereka berpisah di tengah jalan karena Zorro tiba tiba mengantuk. Lalu tidur siang.

Karuu: "Kwek?" (sambil menujuk Zorro dengan sayapnya)
Vivi: "Biarkan saja Mr Bushido tidur (panggilan Vivi terhadap Zorro), lebih baik kita mencari seseorang dipulau ini."

Sementara itu dikapal, Luffy yang sedang bengong mulai menggerutu.

Luffy: "Huh.. Kenapa aku yang harus menemanimu?"
Nami: "Kenapa? Kau keberatan bersamaku?
Luffy: "Aku kan juga mau lihat lihat isi pulau itu."
Nami: "Kita harus waspada, siapa tahu disini banyak angkatan laut yang menunggu untuk menyergap kita."
Luffy: "Ah gampang, aku kan bisa menghajar mereka semua?"
Nami: "Kau benar benar susah diatur, anggap saja kau temani aku sebagai ganti kau merusakkan jaket dinginku dulu di drum island"
Luffy: "Waah (hu-uh).. Kau curang"
Nami: "Terserah apa katamu" Luffy pun duduk menunggu sambil cemberut.

Di bukit. Zorro yang sedang tertidur diangkat seseorang dan dibawa entah kemana. Dia tidak menyadarinya karena ia tidur pulas sekali. Di toko peralatan sebuah kerangkeng besi jatuh dan mengurung Chooper. Ia sangat terkejut sekali, Lalu sebuah boneka setan-setanan jatuh dari atap dan membuat Usopp jatuh pingsan dengan mulut berbuih. Mereka lalu dibawa seseorang di toko makanan, sekumpulan wanita mengepung Sanji dan menangkapnya, Sanji tidak bisa melawan wanita karena ia adalah orang yang sangat menghargai wanita, saat diseret ia malah kegirangan sambil berkata yang bukan bukan.

Vivi dan Karuu aman aman saja. Di kapal ada seorang ninja wanita memasuki dek diam diam lalu membuka sebuah botol aneh yang menyebarkan bau wangi. Saat Luffy menciumnya badannya terasa panas dan merasa ada perubahan yang aneh pada barang pribadinya, saat melihatnya ia pun panik.

Luffy: "Whuaa.. Namii!"

Luffy berlari ke arah Nami yang sedang duduk di dekat pohon jeruknya sambil minum teh dengan santai.

Nami: "Kenapa ribut ribut?"

Luffy membuka celananya lalu menarik penisnya hingga panjang sekali (dia kan manusia karet jadi wajar dong) lalu ditunjukkannya ke Nami.

Luffy: "Kenapa barangku menjadi keras begini Nami?"

Wajah Nami memerah saat Luffy menunjukkan penisnya.

Nami: "Singkir kan itu dari pandangan ku!"
Luffy: "Iya iya kok marah sih? Tapi apa kau tahu aku ini kenapa?"

Kata Luffy sambil menarik lagi celananya sambil merasa cemas.

Nami: "Masa begitu saja kau tak tahu? Kau kan sudah dewasa, itu tandanya kau terangsang Luffy."
Luffy: "Emangnya apa yang membuatku terangsang begini Nami?"
Nami: "Yah.. Macam macam bisa pikiran jorok atau jangan jangan kau melihat perempuan tanpa busana didekat sini ya? Dasar jahil"

Ninja wanita yang memberikan obat tersebut keheranan melihat Luffy masih bisa mengendalikan diri walau sudah terangsang, iapun menambah dosisnya. Tapi tanpa sengaja aroma obat itu juga mengenai Nami, muka Nami pun perlahan-lahan memerah.

Nami: "Haah.. Kenapa tiba tiba udara panas ya?"
Luffy: "Ah masa? Biasa saja kok! Jangan jangan sakit yang kemarin kambuh lagi? (bagi yang setia menonton anime one piece pasti tahu Nami dulu sakit apa), aku antar ya kekamar ya Nami."

Luffy lalu mengangkat Nami, Nami sedikit terkejut, jantungnya berdebar debar, dalam hatinya ia berpikir mengapa ia merasa begitu, tapi Luffy sama sekali tak bermaksud apa apa, dia hanya mau menolong Nami. Tanpa sengaja Luffy memegang pantat Nami yang membuat rangsangannya semakin menjadi jadi, vagina Nami sedikit demi sedikit mengalirkan cairan dari liang kewanitaannya, celana dalam Namipun menjadi lembab.

Nami: "Uhh ah.." Desahnya pelan.
Luffy: "Kenapa Nami?"
Nami: ".. Eng.. Tidak apa apa.."

Mereka akhirnya sampai ke kamar Nami, Luffy lalu menidurkan Nami, Nami terlihat menderita, dia memegang selangkangannya terus sambil merem melek menghembuskan nafas hangat, Luffypun heran.

Luffy: "Istirahat ya Nami, aku keluar dulu mencari rusa kutub (chopper), biar ia mengobatimu"

Saat Luffy mau beranjak keluar tiba tiba Nami bangkit dari kasur dan berlari menghalangi pintu.

Luffy: "Lho kok cepat sekali sembuhnya Nami?"

Luffy sedikit bingung wajah Nami yang merah dan menyipit itu terlihat haus akan sesuatu, dia lalu mendekati Luffy secara perlahan. Luffy yang melihatnya, berulang kali merasa heran. Nami lalu mencengkram kedua tangan Luffy menariknya dan merebahkannya ke ranjang.

Luffy: "Waa Nami, kau kenapa?"

Tanpa memberi aba aba Nami lalu mencium bibirnya Luffy secara bernafsu sekali dan membuat bibir manusia karet itu sedikit tertarik tarik, Luffy terkejut tapi ia membiarkan Nami bergerak bebas diatas tubuhnya. Setelah itu Nami membuka kancing baju Luffy dan celana pendeknya, dia mengambil topi jerami dari kepala Luffy lalu dilemparkan ke atas meja, Nami meraih penis Luffy dan mulai mengulumnya.

Luffy: "Ah ha ha ah haa haa! Nami geli nih ah ahaa ha ha! Aduh duh"

Luffy tertawa tawa kegelian akibat kuluman Nami yang mengilukan. Nami lalu mengocoknya hingga penis Luffy memanjang memendek seperti karet yang ditarik tarik tetapi Luffy menikmatinya sambil tertawa tawa, Nami membuka baju atasan nya dan celana roknya juga baju dalam nya. Dan akhirnya Namipun bugil dihadapan Luffy, mata Luffy mendongak melihat keadaan itu. Payudara Nami yang besar itu membuat rangsangan di penis Luffy semakin menjadi jadi.

Nami: "Peluk aku Luffy.."

Pinta Nami memelas. Luffy akhirnya memeluknya lalu Nami membalikkan badannya higga Nami berada dibawah sekarang, payudara Nami yang bergoyang goyang itupun diraih Luffy dan diremasnya, remasan Luffy membuat Nami menggigit jari kenikmatan, lalu Luffypun mengulum pentil dada Nami yang merah muda itu, Nami merintih dengan lembut, Nami mengambil penisnya Luffy lalu diarahkan ke arah vaginanya yang berbulu tipis itu, Luffy sedikit terkejut.

Nami: "Uhh teruskan Luffy jangan ditahan ahh."
Luffy: "Nami, dimasukin nih? Memangnya enggak apa apa?"

Luffy berkata begitu karena melihat Nami memejamkan mata sambil mengerutkan dahi serta mengeratkan gigi, Nami terlihat sakit dimata Luffy yang polos itu.

Nami: "Tidak, aku tidak apa apa.. Ahh.. Tekan Luffy, tekan.. Ah.."

Luffy pun menurut dia mengangkat kedua paha Nami sehingga kedua paha Nami berada dipundaknya sekarang, sambil menahan paha Nami, Luffy lalu menekan penis nya di vagina Nami, awalnya hanya kepala penisnya saja yang masuk tapi sedikit demi sedikit pun penis Luffy akhirnya masuk seluruhnya.

Luffy: "Eghh.. Hangat.. Nami"

Nami membuka mulutnya dan menghembus kan nafas seperti tersengal sengal.

Nami: "Hah.. Hah.. Hah.. Ah luf.. Fy hah.. Hah.."

Luffy pun menggenjotnya dengan penuh semangat, Nami mengelepar gelepar seperti ikan yang jatuh didarat, badan atas nya berkali kali berputar kekanan kiri, Nami menjerit keras dan akhirnya mengalami orgasme, cairan hangat mengalir di antara vaginanya, sedikit darah mencampuri cairan itu akibat selaput dara Nami yang robek. Sekitar 20 menit permainan itu berlangsung, Nami meminta Luffy terlentang dan ia memasukkan penis Luffy kembali ke dalam vaginanya, sekarang Nami yang menguasai permainan.

Sementara mereka asyik bermain, Zorro yang sedang terikat dengan tambang merasa dirinya terancam melihat sekumpulan prajurit wanita berusaha menelanjanginya ia lalu melepas sepatunya dan meraih pedangnya dengan kakinya, dan dengan pedang dikakinya Zorro membabat habis mereka. Setelah memotong tambang yang mengikat dirinya Zorro pun pergi dari situ. Sementara itu Usopp sedang diikat ditiang dan 3 orang wanita cantik sedang berebut membuka celananya bermaksud menelanjanginya tetapi Usopp berpikir lain.

Usopp: "Waa! Kalian mau apa? Waa! Dagingku tidak enak! Menyingkir sanaa! Rusa kecil yang disana lebih enak, dia masih muda!"

Chopper: "Apaa? Ti, tidak!, dagingku tercemar kutu urat, aku tidak enak dimakan, lagipula hidungku biru. Makan saja dia!"

Wanita 1: "Berisik! Aku tidak ada urusan denganmu rusa kecil, memangnya siapa yang mau memakan kalian? Tapii, mungkin teman kami yang satu ini mau."

Wanita 3: "(slrpp) Rusa kecil yang bisa bicara, tampaknya lezat! sini maniss.."

Chopper lalu menjerit jerit karena prajurit wanita yang bertubuh gemuk berusaha memasaknya dikuali yang mendidih. Chopper yang ketakutan pun berubah menjadi wujud manusianya dan menghancurkan kerangkeng lalu menghajar semua wanita dan menyelamatkan Usopp.

Mereka pun pergi dari situ sementara itu Sanji sibuk melayani 6 wanita. Sanji kelihatan sangat senang sekali.

Sanji: "Kalian sungguh mempesona dan menggairahkan ha ha ha, apa tidak sebaiknya aku memanggil teman temanku kesini? gadis gadis?"
Wanita: "Kau tinggal saja disini sayang, temanmu yang dikapal itu sedang diincar pembunuh kami, tinggal saja bersama kami, kau akan mendapat kepuasan setiap dan sepanjang hari"

Sanji yang terkejut mendengar perkataan itu segera mencabut penisnya dari wanita keempat dan membuat mereka semua pingsan dengan memukul leher mereka secara perlahan.

Sanji: "Sial! mudah-mudahan Nami tidak apa apa, jangan-jangan Luffy bodoh itu meninggalkannya sendirian.

Sanji pun segera menuju kekapal setelah memakai busananya.
readmore>> »»