Kerajaan Gaib Laut Selatan

Tak terasa waktu 10 tahun berlalu dengan singkat. Malam yang sunyi sepi di tepi pantai laut selatan yang saat itu begitu hening dan tenang. Terlihat setitik cahaya api dari kejauhan di salah satu sudut kawasan pantai dari sebuah pulau yang hampir-hampir tidak pernah didatangi oleh manusia karena memang tidak dapat dilihat dengan mata biasa karena terdapat suatu lapisan pelindung dari kekuatan gaib yang sangat tinggi yang melapisi keberadaan pulau itu.

"Suatu kejadian baik, buruk, kebahagiaan, kesengsaraan, keberuntungan, kesialan, dan lain sebagainya adalah merupakan hal yang selalu dan harus diterima oleh setiap makhluk yang hidup di dunia fana ini yang merupakan perjalanan panjang dari sisi hidup dan kehidupan. Hal yang indah bisa menjadi malapetaka yang pada akhirnya dapat membuat seorang insan menemukan jati diri dan alur kehidupannya. Ilmu, harta, kuasa dan wanita hanyalah sebagai nikmat yang dianugerahkan dari yang Maha Kuasa kepada manusia yang bisa mendatangkan berbagai cobaan kepada manusia itu sendiri. Itu adalah 4 hal wajib yang harus diingat olehmu," terdengar panjang lebar penuh makna suara berat nan berwibawa dari makhluk berjubah merah kepada seorang pemuda berambut gondrong berpakai warna derah muda dan berikat kepala yang serasi dengan warna pakaian yang dikenakannya, berusia 20 tahunan berwajah sangat tampan tetapi asing, bertubuh tegap dan kekar sebagai tanda hasil tempaan keras dengan tinggi 180 cm dan kulit bule agak kecoklatan terkena sinar matahari pantai namun menambah keperkasaan dan kejantanannya. (tentang asal-usul pemuda ini baca " Petaka Laut Selatan")

"Dengar suara hati kecil, menimbang dengan fikiran yang jernih dan bertindak sesuai keadaan adalah 3 cara untuk untuk menjaga diri dan keselamatan manusia dan jangan sekali-kali kau bertindak berdasarkan nafsu amarah atau dendam yang akan membakar dirimu sendiri. Menegakkan kebenaran dan keadilan adalah 2 tugas yang paling utama bagimu dalam mengamalkan ilmu yang telah kau dapat untuk kemashlatan umat banyak. Untuk selalu kau ingat dan kau jaga berbagai hal utama yang telah kusebutkan maka akan kutanam guratan 234 di atas kemaluanmu yang khasiatnya akan dirasakan sendiri olehmu sebagai pegangan hidupmu dalam mengarungi dunia luas yang penuh kekacauan dan kemunafikan dan mulai saat ini aku memberimu nama Joe Edan dengan gelar Pendekar Pasak Bumi 234. Untuk melengkapi ilmu yang telah kau dapat, dapatkanlah senjata maha sakti Tongkat Pasak Bumi yang konon bahannya terbuat dari logam yang jatuh dari langit berjuta-juta tahun yang lalu dan menimbulkan kejadian dan perubahan di muka bumi. Senjata itu tersimpan di sebuah Kerajaan Gaib Laut Selatan yang dipimpin oleh seorang Ratu yang dikenal dengan Ratu Laut Selatan yang bernama Nyi Roro Kidul".

"Dimanakah letak kerajaan itu Guru?"
"Kerajaan itu terletak di dasar laut selatan yang paling dalam juga kerajaan kasat mata sama halnya dengan pulau ini dan hanya manusia yang dikehendaki atau memiliki kunci untuk membuka jalan ke kerajaan tersebut"
"Jadi, bagaimana saya dapat mencapainya Guru, kalau memang keberadaannya seperti itu," dengan heran
"Ambillah seruling gading ini untuk membuka pintu laut selatan yang dijaga makhluk Jin yang sangat hebat ilmunya dan serahkan surat ini dan kalahkan ia sebagai syarat mutlak yang harus kau lakukan"
"Satu hal lagi yang harus kau ingat, senjata itu terlihat hanya salah satu ujungnya saja sedang ujung yang satu lagi tertanam hingga belahan dunia bagian utara"
"Hahh, lalu bagaimana saya bisa mencabutnya Guru?" tanya Joe terbengong-bengong dengan tampang bloon.
"Bila senjata itu memang berjodoh denganmu maka tidak akan sulit untuk mencabutnya namun kau harus memikirkan sendiri caranya"
"Hmm, murid akan berusaha melaksanakan dan menjalani semua amanat Guru, namun satu hal lagi yang akan kutanyakan pada Guru?"
"Apa itu muridku"
"Siapakah Guru ini sebenarnya?"
"He.. He.. He... pada saatnya tiba kaupun akan tahu siapa aku"
"Baik Guru, muridmu mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas segala ilmu dan bimbinganmu selama ini, selamat tinggal dan jaga dirmu baik-baik!".

Joe menjura dan mencium tangan dengan penuh hormat kepada Gurunya dan dalam hitungan kedipan mata ia menghilang dari hadapan gurunya!

"Selamat jalan muridku, jaga juga dirimu baik-baik, aku berharap keberadaanmu dapat menjaga kedamaian di dunia persilatan," setelah berkata seperti itu lalu iapun menghilang dari pandangan dan tempat itu kembali diselimuti sepi yang mencekam.

Laut selatan yang semula tenang, tiba-tiba bergelombang dahsyat dan angin berderu kencang saat di tengah laut terlihat sebuah rakit dengan seorang pemuda di atasnya tengah bermain suling dengan irama yang sangat merdu mendayu-dayu yang ternyata adalah seorang pendekar muda yang telah diketahui kita bernama Joe Edan yangsedang melaksanakan perintah gurunya untuk menemukan Kerajaan laut selatan. Hembusan angin dan riak gelombang semakin menggila seiring dengan kerasnya lengkingan seruling yang ditiup Joe.

Blaar..!! tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras pertanda terbukanya selimut gaib yang menyelimuti perairan laut selatan di kawasan itu. Anehnya setelah ledakan terjadi, alam menjadi tenang kembali bahkan terasa sangat sunyi bahkan tanpa riak air sedikitpun!

"Wahai manusia, lancang sekali kau membuka dan memasuki kawasan Kerajaan Laut Selatan, apa kau sudah bosan hidup?"

Terdengar suara tanpa wujud yang sangat menusuk telinga dan bahkan dapat membunuh manusia yang tidak memiliki kepandaian cukup tinggi.

"Hai, makhluk apapun kau adanya bicara yang sopan pakai peradatan dengan memperlihatkan dirimu, ngancam segala lagi, apa kau malu karena kau sangat jelek, he.. He.. He..!" balas Joe dengan gaya konyol, tanpa gentar sedikitpun.
"Manusia kurang ajar!" beraninya kau berlaku tolol di daerah kekuasaanku"

Wuuzz, tiba-tiba gulungan sinar biru menyambar ke arah Joe. Tak berlaku ayal, Joe merapal jurus pertahanan sekaligus menyerang balik, tapak kiri terlebih dulu mengeluarkan sinar putih dan tapak kiri menyusul mengeluarkan sinar merah muda. Daarr... sinar putih melabrak langsung sinar biru dan sinar merah muda terus menyambar ke arah sinar putih berasal. Joe, terjajar dua langkah kebelakang, tak urung pergelangan kirinya terasa pegal dan kesemutan.

"Akkhh..." terdengar jerit tertahan saat sinar merah muda sampai ke tempat serangan sinar biru itu berasal.
"Menerima bala, mencuri hati! apa hubunganmu dengan pemilik jurus itu!" kejut suara tanpa wujud mengenali jurus yang dikeluarkan oleh Joe.

Melihat lawan mengenali jurusnya, tak urung membuat Joe heran, ia menjawab asal dan balik bertanya, "Beli dong di mall (emangnya jaman itu udah ada mall) bagaimana kau bisa tahu jurusku, makhluk jelek! sambil garuk-garuk rambutnya yang tidak gatal dengan warna agak pirang kemerahan itu.

"Baik, aku akan menunjukkan wujudku tapi kau harus janji untuk jawab pertanyaanku dengan jujur," suara tanpa wujud itu sedikit melunak.
"Tak masalah, yang penting kau tidak menanyakan hal yang aneh-aneh padaku," sahut Joe denganb cengengesan bercanda.

Tiba-tiba di ujung rakit yang mengangkut Joe hadir sesosok gadis yang sangat cantik dengan bentuk wajah oval telur, bermata kecil namun bening dan jernih dan sedikit nakal, hidung mancung serasi, bibir merekah warna merah ranum dan tubuh yang indah dengan sepasang payudara yang seimbang dengan bentuk tubuhnya yang seksi yang dibalut dengan pakaian kemben tanpa lengan (pakaian adat jawa) berbahan beludru warna gelap yang kontras dengan kulitnya semakin memancarkan kecantikannya. Joe termangu melihat kehadiran gadis tersebut sambil cengar-cengir dan pandangan yang penuh selidik nan genit dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Hei, manusia asing! siapa dan punya kepentingan apa yang membuatmu berani mengantarkan nyawa ke Kerajaan Gaib Laut Selatan ini?" gadis itu dengan pandangan galak.
"Namaku Joe Edan dan maksud kedatanganku kesini untuk mengantarkan surat dari guruku kepada jin penjaga pintu gerbang pintu alam gaib Kerajaan Laut Selatan"
"Pantas! tingkahmu memang konyol dan edan seperti namamu, ketahuilah, aku Wulandari, jin yang kau cari itu! mana surat yang kau ingin berikan kepadaku?"
"Ah! aku tidak percaya bahwa kau adalah jin yang sedang kucari, mana ada jin secantik dirimu," Joe menjawab dengan penuh keraguan.
"Jangan-jangan kau hanya setan laut atau kuntianak yang nyasar ditengah laut selatan ini" tambah Joe.
"Kalau kau tidak percaya, ya sudah! Akan kututup kembali pintu Kerajaan gaib dan kau boleh kembali ke duniamu," ucap gadis itu seraya mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan mengeluarkan sinar putih berkilauan.
"Eh, tunggu dulu, aku percaya padamu, tapi bila kau menipuku aku tak segan menurunkan tangan kasar walau pada makhluk cantik sepertimu," ujar Joe khawatir gadis itu tidak berbohong sambil melempar gulungan surat yang diambil dari balik pakaiannya.

Surat itu melayang ringan ke arah gadis cantik itu dan tiba-tiba dalam jarak 1 langkah surat itu berhenti dan dalam posisi tertahan di udara surat itu terbuka di depan wajah gadis itu. Dengan cepat gadis itu membacanya. Setelah selesai, surat itu melipat dengan sendirinya lalu melayang kembali ke Joe Edan. Ditangkapnya kembali surat itu lalu dimasukkan ke dalam balik bajunya.

"Baik, aku sudah mengerti maksud kedatanganmu, namun sebelum kau kuantar ke Istana Laut selatan tentunya kau sudah tahu syarat yang harus kau penuhi, bila kau merasa tidak mampu kau boleh angkat kaki dari sini sekarang juga".
"Aku sudah siap menerima syaratmu, silahkan kau menyerang terlebih dahulu!" Joe berkata sambil menyiapkan kuda-kuda pertahanannya.
"Ha.. Ha.. Ha... apa yang mau kau lakukan? Kau pikir syaratnya adalah bertarung denganku?," gadis itu berkata sambil tertawa renyah dan agak genit.
Dengan rasa bingung, sambil Joe garuk rambutnya bertanya, "Lalu apa syaratnya?"
"Buka semua pakaianmu lalu bercinta denganku, bila kau sanggup membuatku mencapai puncak, maka kau lulus dan akan kuantarkan ke Istana Laut selatan," kata gadis itu.

Seusai berkata begitu Wulandari mendekati Joe sambil membuka ikatan belakang kembennya hingga bagian atas tubuhnya terlepas semua dan kini hanya kain dan selendang yang melingkari pinggang saja yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Joe terbelalak melihat pemandangan yang sangat indah itu. Kedua payudara yang montok dan licin dengan puting yang merah muda kecoklatan terlihat sangat serasi dengan kulit dan ukuran tubuhnya. Joe hanya termangu saat jarak antara ia dan Wulandari hanya tinggal sejengkal saja.

"Apa kau tidak pernah bercinta dengan seorang wanita sebelumnya heh, kok, bengong saja, peganglah kedua payudaraku ini," desah lembut Wulandari dengan mengangkat kedua tangan Joe dan meletakkannya pada kedua payudaranya.
"Ti.. dak, aku belum per.. nah melakukan ini sebe.. lumnya," ucap Joe dengan terbata-bata.
"Baiklah, akan kuajari kau bagaimana bercinta tapi bila kau mencapai puncak terlebih dahulu maka kau berarti tidak dapat memenuhi persyaratan yang berlaku," senyum Wulandari percaya dan dengan hati yang sangat gembira karena akan mendapatkan keperjakaan seorang pendekar muda yang tampan perkasa.

Dibukanya ikatan baju Joe yang nafasnya sudah memburu dan hati yang tak karuan hingga tanpa disadari kejantanannya mulai tersembul dari balik celananya yang agak gombrong itu. Wulandari terkagum-kagum melihat tubuh Joe yang terlihat kekar dan perkasa dengan tonjolan otot-otot hasil tempaan Gurunya di pulau karang hantu. Diciumi dan dijilatinya permukaan dada Joe yang bidang dengan lembut dan penuh penghayatan.

Joe yang masih terdiam tegak mulai merasakan aliran darah yang panas yang merambat ke seluruh tubuh dan menggetarkan urat-urat syaraf hingga Joe tak tahan untuk menunduk dan mulai mencium rambut Wulandari. Lidah Joe kemudian merambat kesela-sela telinga yang membuat Wulandari menggelinjang antara geli dan nikmat. Tak kalah panas Wulandari menarik wajah Joe dan kemudian mencium bibir Joe dengan lumatan-lumatan yang menggairahkan. Kedua bibir bertaut erat dan lidah mereka saling menghisap dan memilin dengan kuat. Payudara Wulandari semakin mengeras saat kedua tangan Joe meremas-remas dan memainkan putingnya.

Dengus panas nafas Joe merambat turun menelusuri dagu, leher dan kemudian berlabuh di lembah sepasang payudara Wulandari. Bermain sebentar di lembah bukit yang hangat itu sebentar, lidah dan bibir Joe dengan perlahan mendaki bukit sebelah kanan dan kiri bergantian. Dengan gemas dijilatinya puting yang sudah keras dan meruncing, dikulum dan dihisapnya kuat-kuat dengan sesekali digigit-gigit kecil yang membuat mata Wulandari meredup dan mendesah-desah dalam buaian nafsu dan nikmat. Sementara itu tangan Wulandari mulai mengelus dan mengusap bagian luar selangkangan Joe kemudian tangan itu mulai menyelusup masuk.

"Wow, luar biasa sekali kejantanan pemuda ini," batin Wulandari terkejut bukan kepalang saat tangannya menggenggam penis Joe yang sebenarnya belum ereksi penuh. Dengan tidak sabar dilepaskan ikatan celana Joe.

Srrtt... celana Joe meluncur turun dengan sendirinya ketika ikatan tali celananya dilepas dan terbentanglah pemandangan yang menakjubkan Wulandari dengan mata kepala sendiri begitu perkasanya penis Joe yang menjulang tegar dan perkasa dengan panjang kira-kira 25 cm dan diameter 10 cm dengan tingkat ketegangan yang sangat tinggi. Penis Joe diremas lembut, dikocok-kocok, kemudian ia berlutut mulai menyapu kepala penis dengan lidahnya.

Dengan pelan ia memasukkan penis itu kedalam mulut mungilnya. Ukuran penis yang besar itu membuat mulut mungil Wulandari tidak dapat menampung setengahnya, ia malah tersedak saat mencoba memaksakan penis itu masuk lebih dalam lagi. Sadar akan keterbatasannya, Wulandari akhirnya hanya mengulum dan menghisap semampunya. Kepala Wulandari terlihat sibuk maju mundur dengan giat dan lincah berharap agar pendekar yang masih 'hijau' itu mencapai klimaksnya.

Sekian lamanya Wulandari mengoral hingga mulutnya terasa pegal dan linu namun pendekar muda itu belum ada tanda-tanda akan klimaks, hanya erangan dan desahan keenakan yang meluncur pelan dari mulutnya. Dengan sedikit kesal dilepaskannya penis Joe dari mulutnya. Hati Wulandari terkesiap kaget saat pandangan matanya tertumbuk pada guratan angka 234 yang terukir di persis di atas rambut kemaluan dan dibawah pusar. Batinnya langsung resah dan ragu karena ia memang mengetahui makna dan kekuatan yang tersembunyi pada guratan angka tersebut dan ternyata hal itu merupakan pantangan yang yang tidak boleh dilanggar oleh seluruh anggota Kerajaan Laut Selatan.

Wulandari segera menarik tubuhnya menjauh dari Joe dan cepat mengenakan pakaiannya kembali. Melihat hal tersebut Pendekar Pasak Bumi 234 heran dan merasa sedikit dongkol karena sudah telanjur spanning.

"Hai, kenapa berhenti? Kita belum tuntas melaksanakan syarat itu?" tanya Joe kesal.
"Tidak perlu! Kau kunyatakan lulus syarat itu dan aku bersedia mengantarkan kau ke Istana Laut Selatan, kenakan pakaianmu dan telan ini!" seru Wulandari dengan rasa sesal di dalam hati, ia melemparkan sebutir obat sebesar ukuran kotoran kambing pada Joe.
"Tapi..".
"Sudah jangan banyak tanya! Cepat telan dan ikuti aku, jangan salahkan aku bila kau tertinggal dan tersesat di alam ini".

Byuurr.. Wulandari dengan cepat melompat ke dalam laut. Tak mau tertinggal Joe segera menelan obat itu yang nantinya ia akan mengerti khasiat dari obat itu.

Byuurr.. Joe melesat ke dalam air menyusul Wulandari dan hilang dari pandangan. Pintu gaib Kerajaan Laut Selatan menutup kembali dengan sendirinya ditandai lenyapnya rakit yang ditumpangi oleh Joe.
readmore>> »»  

Memperdaya Artis Idola

Jay berjalan menyusuri lorong lokasi syuting. Ia adalah salah satu figuran dalam sinetron ini, yang berkisah tentang dunia kampus. Ketika ia melintasi sebuah ruangan berwarna kuning yang menarik perhatiannya, ia melongok ke dalam dan melihat ada kursi sofa kulit warna hitam dan meja kecil dengan kotak donat diatasnya. Disebelah kanan sofa tersebut terdapat lemari pakaian, dan disebelah kiri ada cermin panjang.

"Ooo..donat..!!" kata Jay dalam hati. Diambilnya beberapa buah, lalu disambarnya sebuah majalah dan iapun membaringkan diri di sofa tersebut. Tak beberapa lama iapun mengantuk dan tertidur di sofa tersebut.

Feby Febiola bergegas masuk ke dalam ruangan ganti pribadi yang disediakan untuknya dan suaminya, Bruce, yang berkebangsaan Perancis. Karena sibuknya shooting sinetron, Feby dan suaminya jarang mempunyai waktu luang untuk mereka, sehingga Bruce sering datang ke lokasi shooting agar bisa mendapatkan waktu untuk bercinta dengan Feby Febiola, istrinya yang cantik. Bagi Feby, Bruce adalah pria pertama dan satu-satunya yang pernah menikmati kemulusan tubuh Bintang Lux tersebut. Bruce sangat pandai dalam bercinta, dan hampir tiap kali membuat Feby merasakan nikmatnya sex. Bruce piawai menggunakan lidahnya, menyapu bibir vagina dan klitoris Feby, membuat istrinya itu menggelinjang dan merintih-rintih kenikmatan. Walaupun demikian, Feby tidak pernah mau mengulum penis Bruce, apalagi melakukan anal sex seperti yang sering diminta oleh pria Perancis itu.

Feby adalah tokoh utama dari sinetron ini, dimana ia memerankan seorang mahasiswi kembang kampus yang juga seorang cheerleader. Pada pengambilan gambar sebelumnya, ia menggunakan rok cheerleader yang tingginya 4 cm diatas lutut, sehingga mempertontonkan kemulusan pahanya, serta t-shirt putih ketat yang tak mampu menyembunyikan keindahan buah dadanya. Feby melihat bahwa "Bruce" (atau orang yang disangkanya sebagai Bruce) sedang tertidur lelap diatas sofa. "Kasihan..dia pasti lelah menunggu syuting. Aku harus memberikan alasan yang bagus agar dia terbangun. " pikir Feby. Feby pun kemudian membuka lemari pakaian untuk berganti.

Tepat pada saat itu, Jay terbangun, dan melihat bahwa ada orang sedang berganti pakaian. "Waduh..gawat!! " pikirnya. Ia kemudian melihat bahwa pintu kamar mandi terbuka, dan cepat-cepat ia masuk bersembunyi di dalamnya. Dari kamar mandi Jay kemudian mengintip keluar, dan ia tidak bisa mempercayai matanya.

Feby Febiola!! Bintang sinetron yang sering menghiasi mimpi-mimpi seksual Jay, kini sedang melepas pakaiannya satu persatu di hadapan mata pria itu. T-shirt ketat Feby Febiola sudah ditanggalkan, dan sekarang bintang cantik itu melepaskan BH-nya. Feby lalu mengagumi buah dadanya sendiri di kaca, buah dada yang bulat dan penuh, dengan puting yang kemerahan. Feby tahu bahwa Bruce-pun menyukai payudaranya, asal ia tidak terlalu keras meremas-remasnya, Feby senang dengan perlakuan Bruce pada buah dadanya itu. Sementara itu di kamar mandi, Jay tak henti-hentinya mengocoki kemaluannya melihat adegan telanjang Feby Febiola.

Lalu Feby mengenakan t-shirt tanpa bra, dan kembali ke dalam ruangan untuk menemui "Bruce". Tetapi didapatinya sofa tersebut kosong. "Kemana dia?" tanya Feby dalam hati. "Padahal aku ingin memberikan pelayanan untuknya"
Jay yang ada di kamar mandi sudah tidak kuat lagi menahan nafsunya. "Aku harus bisa meniduri Feby Febiola" katanya. Pelan-pelan ia keluar, dan mendekati Feby Febiola dari belakang. "Sekarang atau tidak sama sekali" tekad Jay. Ia memeluk Feby dari belakang dan mencium lehernya yang jenjang nan mulus.

"Oh..dari mana saja kamu..? Tanya Feby sambil kegelian ketika lidah Jay menyapu leher hingga belakang telinganya. Tangan Jay telah berada pada payudara bulat dan montok milik Feby. Ia seakan bermimpi ketika meremasi buah dada bintang pujaannya itu. Keindahan buah dada Feby Febiola mungkin hanya kalah dari Tamara Blezinski.

"Ooohh..Bruce.." Feby mendesah merasakan nikmatnya payudaranya diremas-remas oleh Jay. "Ayo sayang..aku sudah kepingin.." pinta Feby. Jay kemudian mendorong tubuh Feby hingga Feby berlutut di sofa, dan menarik turun celana dalamnya. Pantat Feby yang bulat indah itupun tampak di hadapan mata Jay, menyebabkan kemaluan Jay yang sudah tegang seakan mau meledak. Tanpa berlama-lama Jay membuka celananya sendiri dan segera menaruh kemaluannya di depan liang vagina Feby.

"Ooohh.." Desah Feby dan Jay bersamaan ketika penis Jay menembus liang vagina Feby Febiola. Jay dengan cepat menggenjot Feby doggie style. Liang vagina Feby masih rapat walaupun sudah setahun lebih menikah. Karena nafsunya sudah di puncak, Jay mulai merasakan penisnya berdenyut-denyut, siap menumpahkan air maninya dalam lubang kemaluan Feby. Dipercepatnya kocokan dalam kemaluan artis cantik itu, dan dalam sekejap Jay pun menumpahkan spermanya dalam kemaluan Feby Febiola. Tapi Jay terus memompa penisnya keluar masuk vagina Feby sehingga tak lama kemudian, Feby pun mencapai orgasme.

Feby terkapar lemas di sofa menikmati sisa-sisa orgasmenya setelah digarap Jay. Sperma Jay sebagian mengalir keluar dari vaginanya. Tapi Jay sepertinya belum puas karena penisnya kembali mengeras.
"Dia cantik sekali!!" seru Jay dalam hati. Iapun berkeinginan untuk merasakan jepitan payudara Feby yang montok itu. Matanya mencari-cari di sekeliling dan ia menemukan sehelai selendang yang kemudian diambilnya. "Ini harusnya cukup" pikirnya. Ia lalu menutup mata Feby Febiola dan membalikkan tubuh mulus artis pujannya itu. Jay kemudian meremas-remas payudara Feby dengan lembut. Kemudian ia menciumi bongkahan payudara yang montok itu. Feby menggelinjang-gelinjang kegelian: " Ooohh..Bruce.." rintih Feby manja.

Jay kemudian mengangkangi tubuh Feby dan meletakkan penisnya yang sudah tegang itu di belahan dada montok yang selalu dimimpikannya. Feby menekan kedua buah dadanya sehingga penis Jay terjepit erat ditengah. Jay tidak membuang waktu dan segera memaju mundurkan penisnya di tengah jepitan payudara Feby. Dalam sekejap penis Jay memuntahkan sperma yang mengalungi leher jenjang Feby. Dengan tiba-tiba Jay memasukkan penisnya kedalam mulut Feby tepat ketika penisnya menyemprotkan muntahan sperma kedua. Mau tak mau Feby Febiola menelan sperma Jay dan membuat bintang film cantik itu ingin muntah. Seumur hidup belum pernah ada kemaluan lelaki, bahkan suaminya sekalipun, yang masuk ke mulutnya. Kini ia harus menelan spermanya pula.

Feby cepat-cepat bankit berdiri berusaha memuntahkan sperma di mulutnya. Namun Jay menangkap tubuh mulus Feby dan melempar kemabli ke sofa. Jay kemudian menunggingkan Feby sehingga pantatnya yang padat itu terangkat ke atas. Ia kemudian menyibakkan belahan pantat Feby dan menaruh ujung penisnya di depan anus perawan Feby Febiola.

"Bruce!! Jangan!! Kamu kan tahu saya tidak mau..AAHH!!" Feby Febiola menjerit keras kesakitan ketika anusnya ditembus oleh penis Jay. Lubang pantatnya yang sempit dan masih perawan itu diperkosa dengan kasar oleh Jay.

"KELUARKAN BRUCE!! SAKIITT!! OOHH!! " Feby berteriak-teriak merasakan anusnya robek oleh kemaluan Jay. Wanita cantik itu menangis sambil meremasi sofa tempat ia digagahi melalui anus oleh "suaminya". Tak lama kemudian, Jay memuntahkan spermanya dalam lubang anus Feby.

"Ooohh..Bruce..kamu tega sekali.." tangis Feby kesakitan. Darah bercampur sperma mengalir keluar dari liang anus Feby yang baru saja diperawani Jay. Jay kemudian mengambil celana dalam Feby. Diusapnya darah dan sperma dari pantat bintang Lux yang cantik itu dengan celana dalamnya. Dan kemudian Jay pun keluar meninggalkan kamar Feby Febiola dengan senyum kepuasan.
readmore>> »»  

Mr. Bean X : Kencan

Mr. Bean sudah banyak dikenal pemirsa televisi sebagai film komedi yang penuh dengan banyolan segar dan dapat diterima oleh segala jenis penonton manca negara. Bahkan karena telah cukup sukses dan terkenal, serial Mr. Bean pernah pula dIbuat dalam format layar lebar. Kali ini penulis mencoba mengetengahkan Mr. Bean dalam tulisan cerita yang akan banyak mengandung unsur sex.

*****

Telah lama Mr. Bean tidak melakukan sex dengan wanita. Keinginan itu sudah sangat kuat, tapi ia belum menemukan wanita yang cocok dengan hatinya. Bisa saja Mr. Bean melakukan sex dengan para pelacur jalanan tapi hal itu tak berkenan dihatinya.

Kali ini ia sedang mengincar seorang karyawati di sebelah museum tempat ia kerja. Wanita yang diincarnya itu benar-benar sesuai dengan seleranya. Menurut taksirannya, wanita itu berumur tak lebih dari 25 tahun. Wajah anggun disertai dandanannya yang sederhana dan lekuk-lekuk tubuhnya benar-benar membuat Mr. Bean rela melakukan apa saja demi angan-angannya untuk bercinta dengan wanita itu. Wanita itu bernama Anna dan baru sebulan bekerja di gedung sebelah museum.

Tiap pagi sebelum masuk kerja, Mr. Bean sengaja berlama-lama di luar museum untuk menatap wanita incarannya itu. Selama ia menatap wanita itu, waktu bagaikan hilang dengan cepat. Berbagai taktik dan cara Mr. Bean lakukan untuk menatapnya lebih dekat sebelum ia mantap untuk berkenalan dengannya.

Sekali waktu Mr. Bean mendapati Anna sedang santai istirahat dari aktivitas kerjanya dari sebuah jendela kaca yang besar tempat Mr. Bean bekerja. Tanpa sepengetahuan Anna, Mr. Bean mengawasinya dari jauh dengan teropong yang sudah ia siapkan.

Waktu itu Anna sedang duduk di depan komputernya sambil makan sandwichnya. Sambil terus memainkan tangan kanannya pada mouse komputernya, setelah selasai menghabiskan sandwich, Anna mengambil pisang dari kotak makan siangnya. Semuanya itu tak luput dari pengawasan Mr. Bean.

Tak jelas apa yang sedang dilihat oleh Anna di layar monitornya, tapi yang jelas ia tidak sedang bekerja (mungkinkah Anna sedang mengklik situs 17Tahun.com?). Tangan kirinya kali ini turun ke bawah meja dan terlihat oleh Mr. Bean sedang bergerak-gerak seperti mengelus bagian bawah tubuhnya sendiri. Anna tampak keasyikan sendiri. Hal itu membuat hasrat Mr. Bean melambung ke langit. Apalagi dilihatnya tangan kanan Anna sudah melepaskan genggaman pada mouse komputer dan ganti menggegam pisang yang sudah siap ia masukkan ke mulutnya.

Tengok kanan kirinya, karena sepi Mr. Bean merasa aman untuk menggunakan kesempatan itu untuk mengkhayal. Sambil terus meneropong Anna, tangan kiri Mr. Bean masuk ke dalam celananya dan menggosok-gosok batang kemaluannya yang sudah menegang. Beberapa menit kemudian ia mengeluarkan batang kemaluannya sambil terus mengocoknya. Lalu Mr. Bean mendehem,
" Hmm.. Ssshh.. Emmhh.." dan batang kemaluannya mengeluarkan muatannya pada kaca jendela, "Crot.. Crot.. Crot.."

Belum sempat Mr. Bean beristirahat, ia mendengar pintu ruangannya dibuka seorang temannya. Ia pun segera bergegas menjauhi jendela, merapikan celananya dan menyembunyikan teropongnya, tapi ia melupakan bercak di kaca jendela akibat cairan hasratnya yang ia semprotkan. Ketika teman Mr. Bean yang baru saja memasuki ruangan itu melewati jendela kaca itu, ia menanyakan bercak itu. Dengan gaya lugu Mr. Bean menggeleng-gelengkan kepala tanda tak tahu menahu soal asal bercak itu.

Setelah temannya keluar dari ruangan itu, Mr. Bean mengambil lagi teropongnya untuk melihat kembali Anna. Kali ini dilihatnya seorang karyawati teman Anna berdiri di dekat Anna sambil ikut asyik melihat monitor komputernya Anna. Mr. Bean hanya menggeleng-gelengkan kepala lalu segera meninggalkan jendela kaca itu untuk kembali bekerja sebelum khayalannya yang tidak-tidak kembali muncul.

Padahal apa yang dilihat Anna di layar monitornya adalah sebuah situs tentang cara memijat kaki. Dan sewaktu Mr. Bean meneropong tadi, Anna sebenarnya sedang mempraktekkan memijat kakinya sendiri karena merasa sangat capek.

Bagai gayung bersambut, beberapa hari setelah itu Mr. Bean akhirnya mantap dan berhasil berkenalan dengan Anna. Bahkan mereka berdua juga telah membuat janji untuk makan malam bersama pada akhir pekan. Rupanya daya tarik Mr. Bean masih mampu memikat wanita yang lumayan itu.

Sepulang kerja pada hari itu juga, Mr. Bean segera menuju sebuah toko buku untuk membeli buku tentang teknik bercinta ala kamasutra. Harapannya tak lain adalah agar dapat meningkatkan teknik bercintanya dan membuat kagum Anna.

Selama beberapa hari Mr.Bean mempelajari semua hal tentang bercinta dari buku yang baru saja dibelinya di sela-sela waktunya. Merasa mampu menyerap dan mempraktekkan hampir semua isi buku itu, ia mengalihkan perhatiannya pada persiapan lainnya.

Mr. Bean berusaha agar kencan dengan Anna nanti berjalan dengan lancar. Maka ia mendaftar semua persiapan yang telah ia lakukan maupun yang belum. Dalam daftarnya, satu persiapan penting hampir terlewatkan, yaitu "kondom". Sadar bahwa hal ini bukan masalah sepele, ia pun membuka semua laci lemarinya dengan agak panik mencari sisa simpanan kondom yang ia miliki. Tapi yang didapatinya hanyalah bungkus-bungkus kondom yang telah kosong. Ia baru ingat bahwa sebulan yang lalu ia telah menghabiskan semua persediaan kondomnya karena ia pakai untuk mainan dengan cara ia tiup sehingga jadi balon-balon lucu.

Melihat jam di pergelangan tangannya, Mr. Bean segera menghambur keluar apartemennya menuju toko besar beberapa blok dari tempat tinggalnya. Ia pun segera ke bagian tempat menjual kondom. Setelah mendapati bagian itu, bukannya senang tapi ia tambah bingung karena dijumpainya banyak pilihan. Mulai pilihan harga, ukuran, rasa, warna, dan masih banyak lagi. Wajah Mr. Bean makin menampakkan kebodohannya setiap kali mengamati dan membandingkan kotak-kotak kondom tersebut. Yang ia butuhkan hanyalah satu kotak, tapi ia ingin yang benar-benar pas baginya.

Tiba-tiba wajah Mr. Bean berubah berseri-seri, karena dalam otaknya muncul sebuah ide cemerlang sewaktu tak sengaja melihat kamar ganti untuk mencoba pakaian. Mr. Bean segera saja mengambil beberapa kotak kondom dan menuju kamar ganti tersebut untuk ia coba.

Didalam kamar ganti, Mr. Bean segera membuka celananya dan mengeluarkan serta menggosok-gosok batang kemaluannya. Setelah batang kemaluannya tegak berdiri, ia pun segera mengeluarkan sebuah kondom dari masing-masing kotak yang ia ambil. Lalu ia mencobanya secara bergantian. Bak mencoba pakaian, setiap kali mencoba sebuah kondom, Mr. Bean bergaya di depan cermin dalam kamar ganti itu seakan siap bercinta dengan menggebu-gebu.

Untuk memilih rasa kondom yang akan ia pilih, Mr. Bean tanpa ragu menjilati setiap kondom yang telah ia coba. Akhirnya ia menjatuhkan pilihan pada kondom rasa pisang karena menurut perkiraannya Anna sangat menyukai pisang. Menemukan sebuah kondom yang benar-benar pas serta cocok rasanya, sekarang Mr. Bean sungguh puas dan memastikan pilihan kondom yang akan dibelinya dengan wajah menyeringai khas Mr. Bean.

Namun hal itu tak lama, karena ia kini bingung setelah sadar bahwa di lantai kamar ganti yang ia pakai berceceran kondom-kondom yang telah ia coba. Ia memungut sebuah kondom yang telah ia coba dan mencoba memasukkannya kembali ke tempatnya tapi tidak berhasil. Karena merasa bertanggung jawab, wajah Mr. Bean menunjukkan kekesalan. Tapi bukan Mr. Bean namanya kalau tidak menemukan solusi meski sekonyol apapun.

Kali ini pun demikian juga. Melihat sebuah pakaian yang baru saja dicoba oleh orang lain sebelumnya masih tergantung pada gantungan pakaian, ide cemerlangnya kembali muncul. Ia punguti semua kondom yang telah ia coba lalu ia gantung pada setiap gantungan pakaian dalam kamar ganti itu hingga tak bersisa.

Mr. Bean keluar dari kamar ganti itu dengan suka cita menuju kasir. Baru beberapa langkah ia mendengar teriakan seorang Ibu-Ibu yang akan masuk ke kamar ganti bekas ia pakai dan kaget melihat banyak kondom bergelantungan didalamnya. Mendengar teriakan itu, Mr. Bean bergegas ke kasir dengan mimik wajah tanpa salah dan membayar sekotak kondom pilihannya. Dan Mr. Bean pun segera pulang dan istirahat karena merasa capek setelah memilih kondom selama 2 jam dan telah mencoba satu persatu semua kondom yang ditawarkan toko tadi.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu Mr. Bean tiba. Cuaca petang itu sungguh hangat membuat suasana makan malam antara Mr. Bean dengan Anna makin romantis. Mereka berdua mengobrol sambil menikmati santapan lezat. Bagi Mr. Bean, harga makanan di restoran tersebut benar-benar membuatnya merasa dirampok. Maka ia pun berlama-lama dalam restoran itu bersama Anna menikmati malam yang indah hingga menjelang tutupnya restoran itu. Dengan begitu Mr. Bean merasa "fair" dengan harga makanan yang ia bayarkan, walau hal tersebut sempat membuat para pelayan restoran itu bersungut-sungut karena ulah Mr. Bean.

Sepulang dari restoran, Mr. Bean menggandengan Anna dengan mesra. Entah karena alkohol dalam anggur merah yang ia minum atau memang daya pesona Mr. Bean, Anna pun menanggapinya dengan serta merta. Berdua saling rangkul dan akhirnya langkah mereka menuju tempat mobil Mr. Bean diparkir terhenti. Keduanya saling berpelukan dan berciuman bibir dibawah remang-remang lampu di sisi trotoar.

Mr. Bean bisa merasakan buah dada sintal milik Anna bergesek dengan dadanya. Walau berdua masih mengenakan mantel, tapi rasa gesekan itu menembus hingga permukaan kulit dada Mr. Bean. Sebaliknya Anna merasakan sebuah benjolan dari celana Mr. Bean menggesek rok-nya hingga terasa pada selakangannya. Mabuk asmara bercampur dengan mabuk nafsu dan tak ketinggalan pengaruh sebotol anggur merah yang mereka habiskan berdua membuat keduanya makin tak sabar lagi. Bergegas masuk ke dalam mobil, Mr. Bean segera tancap gas menuju aparteman Anna.

Di dalam aparteman Anna, Mr. Bean kembali mencium bibir Anna menghidupkan kembali bara nafsu dan hasrat mereka berdua yang hampir padam karena perjalanan dingin ke apartemen Anna. Lalu Mr. Bean menghentikan ciuman tersebut dengan sopan dan menelanjangi dirinya sendiri dengan pelan. Anna-pun segera mengikutinya. Dalam keadaan bugil, terlihat batang kemaluan Mr. Bean sudah bagai tonggak berdiri bagai tombak yang siap menghunjam sasaran. Tanpa selembar benang, tubuh Anna tampak aduhai. Buah dada sintal diramu dengan pinggul serta pantat yang menawan. Perut datar nan elok menuju otot bagian bawah perut yang agak menonjol ditumbuhi rambut halus. Lubang kenikmatannya kemerah-merahan menyeruak diantara rambut-rambut halus tersebut.

Anna menghampirinya dan menggegamkan batang Mr. Bean seakan menggandeng batangnya menuju tempat tidurnya.
" Mmmhh..", desah Mr. Bean merasakan batangnya ditarik sambil mengikuti Anna. Mr. Bean seperti orang buta yang digandeng tongkat penunjuknnya, tapi yang digandeng oleh Anna bukan sembarang tongkat melainkan batang kemaluan Mr. Bean yang sudah mengeras.

Di sisi tempat tidur, Anna melepas gandengannya pada batang Mr. Bean dan duduk di sisi tempat tidur. Belum sempat Mr. Bean bergerak, Anna sudah mengulum batangnya dengan bibirnya. Dalam keadaan berdiri Mr. Bean berkali-kali mendesah keenakan,

" Ssshh, ahh.. Sshh".

Walau Anna sempat memainkan lidahnya juga, Mr. Bean sekuat tenaga menahan hasratnya dengan berusaha tidak terlalu larut dalam kenikmatan tersebut. Rupanya Mr. Bean mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya.

Anna menyudahi kulumannya dan berbaring di tengah tempat tidur. Mr. Bean segera naik ke ranjang dan menempatkan kepalanya di selakangan Anna. Senyuman Anna bak undangan bagi Mr. Bean. Ia ganti mengulum liang kenikmatan Anna dengan lembut dan penuh perasaan. Kuluman bibir Mr. Bean membasahi liang kenikmatannya disambut dengan desahan pelan dari mulut Anna.

Dan ketika Mr. Bean menjulur-julurkan lidahnya pada saat mengulum, Anna merasakan sebuah perasahaan hebat disekujur tubuhnya hingga ia menjerit keenakan tanpa disadarinya,

" Ahh.. Ahh.. Oh.. Bean.. Ohh..".

Seluruh tubuh Anna bergerak-gerak belingsatan hingga kedua tangan Mr. Bean memegang kedua pinggul Anna menahannya. Dan lidahnya makin menjulur bergerak-gerak memasuki liang kenikmatan Anna makin dalam. Merasa tambah nikmat Anna berusaha lebih banyak bergerak dan semakin menggesekkan bibir dan lidah Mr. Bean pada kemaluannya. Mr. Bean pun menambah sedotan-sedotan pada kulumannya.

Tak ayal lagi, dalam beberapa saat kemudian Anna tak mampu menahan hasratnya lagi. Kedua tangannya menarik kepala Mr. Bean hingga Anna mengejang hebat disertai jeritan dan desahan kenikmatan,

"Aaahh..".

Bersamaan dengan itu mengalirlah cairan kenikmatannya dari dalam liang kenikmatan bercampur dengan air liur Mr. Bean mengisi pundi-pundi kepuasannya. Lalu Anna-pun terpejam dan terbaring lemas sambil menarik nafas dalam-dalam. Mr. Bean dapat melihat buah dada dan perut Anna bergerak ke atas ke bawah mengikuti alur nafasnya yang cepat sambil menyeringai puas.

Menunggu sebentar Anna yang sedang mengisi tenaganya kembali, Mr. Bean berbaring santai di sebelahnya sambil tetap menjaga batang kemaluannya agar tetap berdiri kokoh sebelum permainan utama usai. Beberapa menit kemudian dirasakan ciuman bibir Anna mendarat di pipinya. Kemudian Anna berbisik pelan di telinganya,

"Bean, aku mau cari tahu apakah batangmu senikmat lidahmu".

Belum sempat Mr. Bean menjawab, Anna sudah melakukan ciuman antar bibir yang dalam sambil bergerak naik ke perut Mr. Bean. Selakangannya yang masih basah menggeser-geser perut Mr. Bean maju mundur dan sesekali pantatnya menyentuh batang tonggak Mr. Bean.

Berhadapan dengan Mr. Bean dengan posisi diatas, Anna melepas ciumannya dari bibir Mr. Bean dan tangannya menggegam batang Mr. Bean dan mengarahkannya ke dalam liang kenikmatannya.

"Sebentar aku pakai kondom dulu", bisik Mr. Bean.

"Tak perlu sayang, aku ingin yang aslinya", cegah Anna sewaktu Mr. Bean akan bergerak.

"Tapi..", kata Mr. Bean yang terpotong oleh,"Ssshh.. Ahh..", desahan mereka berdua ketika bibir kemaluan Anna mulai menyentuh, membuka dan menaungi batang kemaluan Mr. Bean. Pelan tapi pasti seluruh batang kemaluan Mr. Bean masuk ke dalam liang kenikmatan Anna.

Awalnya Anna hanya menggerak-gerakkan pinggulnya pelan, tapi lama kelamaan makin cepat hingga ia berkeringat. Tak mau ketinggalan Mr. Bean juga ikut menggerak-gerakkan tubuhnya meskipun terbatas. Tak lama kemudian Anna mendekap Mr. Bean hingga buah dadanya saling menggesek dengan dada Mr. Bean. Anna mendesah sambi berbisik,

"Ssshh.. Bean aku tak kuat.. Ahh.."

Bersamaan dengan itu tubuh Anna kaku menegang dan tak bergerak lagi. Bermaksud mengikuti orgasme Anna, Mr. Bean makin cepat membuat gerakan naik turun. Tapi cairan dalam liang kenikmatan Anna sudah terburu keluar. Tubuh Anna-pun lemas lunglai diatas dekapan tubuh Mr. Bean. Meski begitu batang kemaluan Mr. Bean masih menancap keras dalam liang kenikmatan Anna.

Mr. Bean menggulingkan tubuh Anna ke samping sambil berusaha batang kemaluan tak lepas dari jepitan kemaluan Anna. Sekarang, Mr. Bean berhasil menempati posisi atas dan mengulum bibir Anna. Tapi Anna masih lemas dan tak membalas. Mr. Bean terus menciumi lehernya dan mulai mengulum telinganya. Kali ini Anna mulai terangsang kembali dan kedua tangannya menekan-nekan pantat Mr. Bean.

Seakan memperoleh tanda, Mr. Bean segera menggerakkan pinggulnya, naik-turun, kiri-kanan, putar kiri-kanan dan gerakan-gerakan lainnya. Sehingga gesekan hebat antara batang kemaluannya dengan dinding-dinding liang kenikmatan Anna membuahkan hasrat yang mendalam dan mengalir hingga ke ubun-ubun mereka berdua. Desahan demi desahan saling bersambut diantara keduanya.

Beberapa menit kemudian keduanya saling mengejang dan mengeluarkan hasratnya. Ledakan hebat dari batang kemaluan Mr. Bean menembus keluar menghujamkan cairan hangat ke dinding-dinding liang kenikmatan Anna yang paling dalam hingga Anna pun akhirnya ikut orgasme lagi.

Setelah itu mereka berdua terbaring lemas diatas ranjang dan tertidur hingga pagi hari. Ketika Mr. Bean mulai membuka kelopak mata, dilihatnya Anna memegangi dan memperhatikan batang kemaluannya yang sudah berdiri tegak sambil tersenyum padanya.

"Hi, kagum ya?", tanya Mr. Bean pada Anna dengan nada bangga dan sedikit sombong.

"Iya, ini mirip punyaku dulu, kurang lebih ukurannya juga sama seperti ini", kata Anna sambil memegang batang kemaluan Mr. Bean yang tiba-tiba jadi lemas.

Mr. Bean hanya dapat diam tak bersuara dengan mulut terbuka dan mata terbelalak serta mimik wajah bagai orang bodoh sambil menatap tubuh Anna yang masih bugil.
readmore>> »»  

One Piece XXX : Woman Island

Setting cerita ini One Piece XXX : Woman Island adalah pada saat Luffy, Zorro, Usopp, Tony Chopper, Sanji, Vivi dan Nami, sedang melanjutkan perjalanan menuju Arabasta. Pada suatu hari saat dalam perjalanan, Usopp mengatakan bahwa ia telah menemukan sebuah pulau yang penuh dengan kota, lalu Nami mengatakan bahwa itu adalah Woman Island, keterangannya tidak lengkap, kotanya lumayan besar, penduduknya semuanya adalah wanita, dan Nami mengatakan bahwa mereka tidak akan menemukan hal yang menarik disana, tetapi karena Sanji kekurangan bahan makanan ia merekomendasikan kepada Luffy agar mampir terlebih dahulu. (percakapan tokoh tokoh di cerita saya memakai sistem naskah drama).

Sanji: "Hey Luffy, kita kekurangan makanan apa sebaiknya kita mampir terlebih dahulu?"
Luffy: "Tidak masalah he he, aku juga mau bertualang. Nanti beli daging yang banyak ya Sanji, he he"
Zorro: "Dasar bodoh, kau mau bertualang kemana? Seluruh pulau itu dipadati kota".
Luffy: "Tidak masalah, yang penting bertualang!"
Zorro: "Memangnya kau mengerti apa yang kubicarakan?"
Chopper: "Sudahlah Zorro, aku juga mau beli obat obatan disana."

Chopper lalu mendekati Nami.

Chopper: "Nami, bisa minta 50.000 berry? Aku mau beli peralatan dokter sekaligus obatnya"
Nami: "Tentu saja boleh, tapi bunganya 3x lipat"
Chopper: "Apaa? Mentang mentang aku rusa, Bukankah ini untuk kita bersama?"
Nami: "Tugas dokter bukan urusanku, mau atau tidak?"

Setelah dengan berat hati chopper pun menerimanya.

Sanji: "Apa kau keberatan Vivi sayaang?" ^_^
Vivi: "Kalau Cuma sekedar membeli perbekalan sih tidak apa apa kok Sanji, lagipula kata Nami arabasta jaraknya tak begitu jauh lagi."
Sanji: "Oke Vivii ^_^!"

Merekapun merapat, tetapi disana tidak ada orang sama sekali. Sanji pergi ke toko bahan makanan, Usopp pergi bersama chopper ke toko peralatan. Nami tinggal dikapal, Luffy menemaninya untuk jaga jaga agar Nami aman dari musuh, Vivi pergi bersama Karuu dan Zorro berjalan jalan mengelilingi pulau tetapi mereka berpisah di tengah jalan karena Zorro tiba tiba mengantuk. Lalu tidur siang.

Karuu: "Kwek?" (sambil menujuk Zorro dengan sayapnya)
Vivi: "Biarkan saja Mr Bushido tidur (panggilan Vivi terhadap Zorro), lebih baik kita mencari seseorang dipulau ini."

Sementara itu dikapal, Luffy yang sedang bengong mulai menggerutu.

Luffy: "Huh.. Kenapa aku yang harus menemanimu?"
Nami: "Kenapa? Kau keberatan bersamaku?
Luffy: "Aku kan juga mau lihat lihat isi pulau itu."
Nami: "Kita harus waspada, siapa tahu disini banyak angkatan laut yang menunggu untuk menyergap kita."
Luffy: "Ah gampang, aku kan bisa menghajar mereka semua?"
Nami: "Kau benar benar susah diatur, anggap saja kau temani aku sebagai ganti kau merusakkan jaket dinginku dulu di drum island"
Luffy: "Waah (hu-uh).. Kau curang"
Nami: "Terserah apa katamu" Luffy pun duduk menunggu sambil cemberut.

Di bukit. Zorro yang sedang tertidur diangkat seseorang dan dibawa entah kemana. Dia tidak menyadarinya karena ia tidur pulas sekali. Di toko peralatan sebuah kerangkeng besi jatuh dan mengurung Chooper. Ia sangat terkejut sekali, Lalu sebuah boneka setan-setanan jatuh dari atap dan membuat Usopp jatuh pingsan dengan mulut berbuih. Mereka lalu dibawa seseorang di toko makanan, sekumpulan wanita mengepung Sanji dan menangkapnya, Sanji tidak bisa melawan wanita karena ia adalah orang yang sangat menghargai wanita, saat diseret ia malah kegirangan sambil berkata yang bukan bukan.

Vivi dan Karuu aman aman saja. Di kapal ada seorang ninja wanita memasuki dek diam diam lalu membuka sebuah botol aneh yang menyebarkan bau wangi. Saat Luffy menciumnya badannya terasa panas dan merasa ada perubahan yang aneh pada barang pribadinya, saat melihatnya ia pun panik.

Luffy: "Whuaa.. Namii!"

Luffy berlari ke arah Nami yang sedang duduk di dekat pohon jeruknya sambil minum teh dengan santai.

Nami: "Kenapa ribut ribut?"

Luffy membuka celananya lalu menarik penisnya hingga panjang sekali (dia kan manusia karet jadi wajar dong) lalu ditunjukkannya ke Nami.

Luffy: "Kenapa barangku menjadi keras begini Nami?"

Wajah Nami memerah saat Luffy menunjukkan penisnya.

Nami: "Singkir kan itu dari pandangan ku!"
Luffy: "Iya iya kok marah sih? Tapi apa kau tahu aku ini kenapa?"

Kata Luffy sambil menarik lagi celananya sambil merasa cemas.

Nami: "Masa begitu saja kau tak tahu? Kau kan sudah dewasa, itu tandanya kau terangsang Luffy."
Luffy: "Emangnya apa yang membuatku terangsang begini Nami?"
Nami: "Yah.. Macam macam bisa pikiran jorok atau jangan jangan kau melihat perempuan tanpa busana didekat sini ya? Dasar jahil"

Ninja wanita yang memberikan obat tersebut keheranan melihat Luffy masih bisa mengendalikan diri walau sudah terangsang, iapun menambah dosisnya. Tapi tanpa sengaja aroma obat itu juga mengenai Nami, muka Nami pun perlahan-lahan memerah.

Nami: "Haah.. Kenapa tiba tiba udara panas ya?"
Luffy: "Ah masa? Biasa saja kok! Jangan jangan sakit yang kemarin kambuh lagi? (bagi yang setia menonton anime one piece pasti tahu Nami dulu sakit apa), aku antar ya kekamar ya Nami."

Luffy lalu mengangkat Nami, Nami sedikit terkejut, jantungnya berdebar debar, dalam hatinya ia berpikir mengapa ia merasa begitu, tapi Luffy sama sekali tak bermaksud apa apa, dia hanya mau menolong Nami. Tanpa sengaja Luffy memegang pantat Nami yang membuat rangsangannya semakin menjadi jadi, vagina Nami sedikit demi sedikit mengalirkan cairan dari liang kewanitaannya, celana dalam Namipun menjadi lembab.

Nami: "Uhh ah.." Desahnya pelan.
Luffy: "Kenapa Nami?"
Nami: ".. Eng.. Tidak apa apa.."

Mereka akhirnya sampai ke kamar Nami, Luffy lalu menidurkan Nami, Nami terlihat menderita, dia memegang selangkangannya terus sambil merem melek menghembuskan nafas hangat, Luffypun heran.

Luffy: "Istirahat ya Nami, aku keluar dulu mencari rusa kutub (chopper), biar ia mengobatimu"

Saat Luffy mau beranjak keluar tiba tiba Nami bangkit dari kasur dan berlari menghalangi pintu.

Luffy: "Lho kok cepat sekali sembuhnya Nami?"

Luffy sedikit bingung wajah Nami yang merah dan menyipit itu terlihat haus akan sesuatu, dia lalu mendekati Luffy secara perlahan. Luffy yang melihatnya, berulang kali merasa heran. Nami lalu mencengkram kedua tangan Luffy menariknya dan merebahkannya ke ranjang.

Luffy: "Waa Nami, kau kenapa?"

Tanpa memberi aba aba Nami lalu mencium bibirnya Luffy secara bernafsu sekali dan membuat bibir manusia karet itu sedikit tertarik tarik, Luffy terkejut tapi ia membiarkan Nami bergerak bebas diatas tubuhnya. Setelah itu Nami membuka kancing baju Luffy dan celana pendeknya, dia mengambil topi jerami dari kepala Luffy lalu dilemparkan ke atas meja, Nami meraih penis Luffy dan mulai mengulumnya.

Luffy: "Ah ha ha ah haa haa! Nami geli nih ah ahaa ha ha! Aduh duh"

Luffy tertawa tawa kegelian akibat kuluman Nami yang mengilukan. Nami lalu mengocoknya hingga penis Luffy memanjang memendek seperti karet yang ditarik tarik tetapi Luffy menikmatinya sambil tertawa tawa, Nami membuka baju atasan nya dan celana roknya juga baju dalam nya. Dan akhirnya Namipun bugil dihadapan Luffy, mata Luffy mendongak melihat keadaan itu. Payudara Nami yang besar itu membuat rangsangan di penis Luffy semakin menjadi jadi.

Nami: "Peluk aku Luffy.."

Pinta Nami memelas. Luffy akhirnya memeluknya lalu Nami membalikkan badannya higga Nami berada dibawah sekarang, payudara Nami yang bergoyang goyang itupun diraih Luffy dan diremasnya, remasan Luffy membuat Nami menggigit jari kenikmatan, lalu Luffypun mengulum pentil dada Nami yang merah muda itu, Nami merintih dengan lembut, Nami mengambil penisnya Luffy lalu diarahkan ke arah vaginanya yang berbulu tipis itu, Luffy sedikit terkejut.

Nami: "Uhh teruskan Luffy jangan ditahan ahh."
Luffy: "Nami, dimasukin nih? Memangnya enggak apa apa?"

Luffy berkata begitu karena melihat Nami memejamkan mata sambil mengerutkan dahi serta mengeratkan gigi, Nami terlihat sakit dimata Luffy yang polos itu.

Nami: "Tidak, aku tidak apa apa.. Ahh.. Tekan Luffy, tekan.. Ah.."

Luffy pun menurut dia mengangkat kedua paha Nami sehingga kedua paha Nami berada dipundaknya sekarang, sambil menahan paha Nami, Luffy lalu menekan penis nya di vagina Nami, awalnya hanya kepala penisnya saja yang masuk tapi sedikit demi sedikit pun penis Luffy akhirnya masuk seluruhnya.

Luffy: "Eghh.. Hangat.. Nami"

Nami membuka mulutnya dan menghembus kan nafas seperti tersengal sengal.

Nami: "Hah.. Hah.. Hah.. Ah luf.. Fy hah.. Hah.."

Luffy pun menggenjotnya dengan penuh semangat, Nami mengelepar gelepar seperti ikan yang jatuh didarat, badan atas nya berkali kali berputar kekanan kiri, Nami menjerit keras dan akhirnya mengalami orgasme, cairan hangat mengalir di antara vaginanya, sedikit darah mencampuri cairan itu akibat selaput dara Nami yang robek. Sekitar 20 menit permainan itu berlangsung, Nami meminta Luffy terlentang dan ia memasukkan penis Luffy kembali ke dalam vaginanya, sekarang Nami yang menguasai permainan.

Sementara mereka asyik bermain, Zorro yang sedang terikat dengan tambang merasa dirinya terancam melihat sekumpulan prajurit wanita berusaha menelanjanginya ia lalu melepas sepatunya dan meraih pedangnya dengan kakinya, dan dengan pedang dikakinya Zorro membabat habis mereka. Setelah memotong tambang yang mengikat dirinya Zorro pun pergi dari situ. Sementara itu Usopp sedang diikat ditiang dan 3 orang wanita cantik sedang berebut membuka celananya bermaksud menelanjanginya tetapi Usopp berpikir lain.

Usopp: "Waa! Kalian mau apa? Waa! Dagingku tidak enak! Menyingkir sanaa! Rusa kecil yang disana lebih enak, dia masih muda!"

Chopper: "Apaa? Ti, tidak!, dagingku tercemar kutu urat, aku tidak enak dimakan, lagipula hidungku biru. Makan saja dia!"

Wanita 1: "Berisik! Aku tidak ada urusan denganmu rusa kecil, memangnya siapa yang mau memakan kalian? Tapii, mungkin teman kami yang satu ini mau."

Wanita 3: "(slrpp) Rusa kecil yang bisa bicara, tampaknya lezat! sini maniss.."

Chopper lalu menjerit jerit karena prajurit wanita yang bertubuh gemuk berusaha memasaknya dikuali yang mendidih. Chopper yang ketakutan pun berubah menjadi wujud manusianya dan menghancurkan kerangkeng lalu menghajar semua wanita dan menyelamatkan Usopp.

Mereka pun pergi dari situ sementara itu Sanji sibuk melayani 6 wanita. Sanji kelihatan sangat senang sekali.

Sanji: "Kalian sungguh mempesona dan menggairahkan ha ha ha, apa tidak sebaiknya aku memanggil teman temanku kesini? gadis gadis?"
Wanita: "Kau tinggal saja disini sayang, temanmu yang dikapal itu sedang diincar pembunuh kami, tinggal saja bersama kami, kau akan mendapat kepuasan setiap dan sepanjang hari"

Sanji yang terkejut mendengar perkataan itu segera mencabut penisnya dari wanita keempat dan membuat mereka semua pingsan dengan memukul leher mereka secara perlahan.

Sanji: "Sial! mudah-mudahan Nami tidak apa apa, jangan-jangan Luffy bodoh itu meninggalkannya sendirian.

Sanji pun segera menuju kekapal setelah memakai busananya.
readmore>> »»  

Penguasa Samudra

Namaku adalah Han. Aku adalah perwira dari kerajaan Ming. Aku ditugaskan untuk mengantar ratusan pedagang dari wilayah utara ke negeri selatan yang bernama Majapahit. Kerajaan itu dikabarkan sebagai kerajaan terkuat di Asia tenggara karena berhasil mengalahkan pasukan Mongolia. Aku merasa tidak sabar untuk mengunjungi negeri tersebut. Aku terus-terusan menanyai kapten kapal pertanyaan yang sama setiap hari, yaitu kapan kita semua akan tiba dinegeri itu. Akhirnya jawaban yang aku harapkan terwujud. Sang kapten mengatakan bahwa kita akan tiba di negeri Majapahit pada keesokan paginya.

Maka malam itu juga aku beristirahat di kamar lebih cepat dari biasanya, agar aku dapat bangun dengan mudah dipagi hari. Namun tiba-tiba kapten kapal membangunkan aku pada malam itu. Ternyata kapalku diserang bajak laut. Aku segera berlari ke atas kapal dengan membawa pedangku. Terlihatlah puluhan kapal kecil disekeliling kapal besarku. Aku memerintahkan para tentara untuk mengeluarkan meriam dan menembaki kapal-kapal kecil tersebut. Meriam pun segera dipersiapkan dan pada saat aku memeberi aba-aba maka puluhan meriam pun ditembakkan. Namun kapal bajak laut yang kecil itu bergerak cepat sekali. Seluruh tembakan meriam tidak berhasil menghancurkan kapal mereka. Salah seorang perompak itu melempar pisau kecil dan tepat mengenai lengan kiriku.

Lalu mereka melempar bambu-bambu kecil yang berisi minyak. Kapalku langsung terbakar dan api itu merembes sampai karung-karung yang berisi bubuk mesiu untuk meriam.

"DUAR!!"

Kapalku meledak dan terbelah menjadi dua. Ombak laut bertambah besar dan kapalku mulai tenggelam. Aku berusaha memegang tiang kapal namun angin kencang meniupku terbang dan jatuh ke dalam air. Ombak menyeretku tanpa arah. Aku melihat puluhan bajak laut loncat ke dalam air dan menyelam, lalu beberapa diantaranya naik kembali ke kapal dengan membawakan emas, dan perak yang berasal dari kapalku.
"Siapakah mereka sebenarnya? Mengapa mereka bisa bergerak seperti ikan". Sebelum mataku tertutup aku melihat kapal mereka ada tulisan 'Ombak Menari'. Lalu aku pingsan.

Pada saat aku bangun hari sudah siang dan aku bisa merasa kalau aku tiduran diranjang. Aku mencoba bangun namun badanku terasa sakit semua. Seluruh badanku kaku dan tidak bisa bergerak. Bahkan mulutku tidak bisa terbuka. Tiba-tiba aku mendengar suara seorang kakek dan wanita berbicara tentang kondisiku.

"Aku harap dukun kita bisa kembali kesini sebelum malam tiba, kalau tidak maka pemuda ini akan mati karena racun dilengan kirinya" kata kakek itu.

Aku tidak dapat melihat siapa yang bicara karena mataku tertutup. Lalu aku kembali tidur. Saat aku bangun aku mendengar suara jangkrik, berarti malam sudah tiba. Lalu aku mendengar suara kakek itu lagi. Kali ini ia melarng semua orang untuk datang dan menggangu proses pengobatan. Lalu aku mendengar suara wanita itu lagi, dan setelah selesai ia bicara, ia masuk ke kamar ini. Lalu aku mendengar langkah kaki tanda semua orang meninggalkan wanita itu untuk mengobatiku.

Tak lama kemudian aku merasa ada getaran disampingku tanda wanita itu duduk disebelahku, lalu tiba-tiba bibirku terasa dicium oleh bibir wanita itu. Wah apa yang terjadi lalu lidah wanita itu mencoba membuka mulutku secara pelan-pelan dan tiba-tiba cairan pahit memenuhi mulutku. Ternyata wanita itu melakukan pemindahan obat dari mulutnya ke dalam mulutku, karena aku tidak bisa minum seperti biasanya. Walaupun obat itu pahit namun aku merasa nikmat dicium oleh wanita itu. Lalu setelah obat itu habis, aku merasa baju dan celanaku dibuka oleh wanita itu. Lalu ia membersihkan badanku dengan kain basah dan air hangat.

Aku merasa telapak tanggannya meraba-raba dada dan perutku yang berotot. Tak lama kemudian penisku berdiri sendiri. Lalu wanita itu tersenyum. Aku rasa ia melihat penisku yang berdiri. Lalu ia membersihkan penisku dengan cara mengosoknya dan mengocoknya. Aku tidak tahan dan akhirnya spermaku memuncrat sedikit keluar. Lalu wanita itu kembali tertawa kecil dan menjilati seluruh sperma serta mengulum penisku. Wah nikmatnya. Kedua bijiku dikunyah dan batangku dijilat. Tak lama kemudian aku mendengar ia membuka bajunya. Wah tiba-tiba aku merasa ada payudara yang empuk menekan didadaku. Tangannya yang lembut memegang tanganku. Penisku berdiri dan batangku menyentuh pantatnya. Ia berbaring dan menempel didadaku. Lalu ia berbalik badan dan kembali menjilati penisku. Tangannya menekan-nekan vaginanya sendiri. Aku bisa mencium baru harum vaginanya. Tak lama kemudian ada cairan menetes diwajahku. Cairan itu harum dan sebagian masuk kemulutku. Wah manis sekali rasanya. Ternyata itu adalah cairan yang keluar dari vaginanya. Ternyata wanita itu berorgasme.

Lalu Ia kembali bertukar posisi dan memasukan penisku ke vaginanya. Ia duduk dipahaku dan bergoyang atas dan bawah. Aku merasa penisku terkocok dalam vagina hangatnya. Tak lama kemudian ia bergerak maju mundur. Penisku sudah ingin meletuskan cairan sperma. Aku mendengar desahan kuat darinya dan tiba-tiba ia menggerakan pinggulnya tiga ratus enam puluh derajat. Wah aku tidak tahan lagi. Penisku dipijit dalam vagina hangatnya lalu spermaku pun memuncrat keluar dan aku merasa lemas. Tiba-tiba ia jatuh dan menempel ditubuhku, lalu ia memelukku dan kami tidur bersama. Tubuh hangatnya membuatku tidak merasa dingin dan darahku dalam tubuhku semua kembali berjalan lancar.

Pada keesokan paginya aku bisa menggerakkan badanku lagi. Saat aku bangun wanita itu masih tidur dan memelukku. Kulihat wajahnya yang ternyata luar biasa cantiknya. Badannya pun seksi dan kulitnya yang putih kecoklatan membuat penisku berdiri kembali. Lalu kucium bibirnya dan meraba pantatnya. Ia pun terbangun dan kaget. Ia berusaha bangun dari ranjang namun kurangkul tubuh seksinya dan menciumnya. Pada saat pertama ia memberontak sedikit dan mendesah, "Mmmhh" setelah itu badannya melemas dan pahanya memelukku. Kupeluk balik wanita itu dengan pelan-pelan dan kemudian penisku mulai masuk ke vaginannya. Tanganku meraba-raba pantat dan punggungnya, sedangkan payudaranya menempel didadaku.

Tak lama kemudian terdengar suara langkah orang dari jauh. Wanita itu segera bangun dan memakai baju. Aku pun memakai baju kembali pura-pura tidur. Lalu tak lama kemudian orang-orang masuk ke kamarku dan membangunkanku. Aku lalu bangun dan berterima kasih kepada semua orang. Aku bertemu dengan kakek yang kemarin malam, ia berkata kepadaku bahwa aku perlu bersyukur karena dapat selamat dari bahaya.

"Kakek, siapakah perompak laut itu, Mereka begitu kuat dan bergerak cepat" tanyaku.
"Mereka adalah penguasa samudra ini. Nama mereka adalah Ombak Menari. Mereka tidak takut badai maupun bahaya lain depan mereka"

Lalu setelah lama aku berbincang-bincang wanita yang meniduriku itu datang dan memperkenalkan diri. Namanya adalah Wanti. Tingginya sepundakku, rambutnya panjang, dan badannya super seksi. Aku berterima kasih kepadanya karena ia menolongku. Tak lama kemudian aku mendengar ada rombongan pedagang akan berangkat ke negeri China. Maka aku pun segera pamit karena aku harus melaporkan seluruh kejadian kepada atasanku. Lalu aku kembali ke kamar bersama Wanti. Ia membantuku memakai baju besi ku. Lalu setelah itu ia menangis karena akan kehilanganku. Aku lalu memeluknya dan berkata,

"Kalau kita berjodoh, kita pasti akan bertemu kembali".

Lalu aku memberinya sebuah kalung giok. Ia pun memberikan kalung mutiara. Lalu kami berciuman. Setelah itu aku berangkat. Didalam kapal aku terus memikirkannya sampai aku tiba dipelabuhan. Aku segera melapor pada atasanku.

Seminggu kemudian aku mendapat perintah dari atasanku untuk memimpin tiga ribu pasukan untuk pergi ke kerajaan Majapahit. Ternyata kerajaan Majapahit dan Ming memutuskan untuk mengabungkan kekuatan untuk menghancurkan kelompok perompak Ombak Menari beberapa hari yang lalu. Aku merasa senang karena dapat bertemu kembali dengan Wanti. Keesokan harinya kupimpin tiga kapal raksasa yang pada setiap kapal berisi seribu tentara. Aku terus memikirkan Wanti didalam kamarku. Tanpa disadari hari-hari pun berlalu dan kapten kapal menginformasikan bahwa kami sudah sampai.

Aku berlari ke atas kapal dan kemudian aku melihat desa-desa dipantai terbakar ludes. Aku menjadi kaget dan segera pergi kesana. Kutanya beberapa orang disana dan ternyata perompak Ombak Menari merampok mereka beberapa hari yang lalu, semua warga desa dibunuh dan para wanita diculik. Aku menjadi marah dan mencabut pedangku serta membelah pohon kelapa didaerah itu. Beberapa hari berikutnya pasukan Majapahit tiba dan bergabung dengan pasukanku. Aku menjadi binggung karena pasukan itu semua telanjang dada dan tidak mengenai baju besi. Kapal mereka jauh lebih kecil dari kapal raksasaku. Namun aku memerlukan mereka sebagai penunjuk arah.

Akhirnya malam itu kami berangkat ke sarang perompak itu. Beberapa jam berikutnya terlihat sebuah batu karang sebesar gunung dan ada goa pada batu karang itu. Ternyata itu adalah sarang perompak. Aku memerintahkan tentaraku menembaki sarang perampok dengan meriam secara ganas dan menghancurkan semua gerbang kayu yang mereka dirikan. Pos penjaga pun hancur karena tembakan meriamku, lalu muncullah puluhan kapal kecil menyerang ke arahku. Kapal Majapahit langsung menahan serangan mereka. Tentara Majapahit ternyata lebih gesit dan membantai para perompak itu. Pada saat itu aku baru sadar bahwa tentara itu tidak memakai baju besi agar dapat bergerak dengan mudah.

Perang didaratan memang berbeda dengan perang dilaut. Aku langsung memerintah kapten kapal untuk melaju kapal secepat kilat. Kapal raksasaku tidak terpengaruh sama sekali oleh ranjau kayu berduri yang disediakan oleh para perompak. Kapal-kapalku tiba dibatu karang raksasa itu dan ribuan tentara menyerang bersamaku membantai para perampok. Pedangku langsung kucabutkan dan memenggal semua musuh. Kami terus menyerang sampai ke bagian dalam sarang mereka.

Akhirnya aku melihat ketua perampok itu. Badannya besar dan berotot. Ia membawa palu raksasa dan menyerangku. Ia berhasil memukulku beberapa kali namun baju besiku menahan serangannya. Tak lama kemudian aku melangkah ke sebuah batu besar dan loncat ke arahnya sekaligus melukai lehernya. Ia berteriak kesakitan dan mengayunkan palu raksasanya ke arahku. Aku terhempas dan muntah darah. Baju besiku hancur. Pada saat aku berdiri aku melihat darah dilehernya mengucur deras, lalu ia pun mati.

Aku lalu memimpin pasukanku menelusuri seluruh daerah itu dan kami menemukan para budak yang diculik. Aku melihat Wanti, lalu aku berlari ke arahnya. Iapun melihatku dan berlari ke arahku. Lalu kami berpelukan, dan air matanya mengucur deras membasahi dadaku. Setelah itu aku pun kaget dan terbenggong-benggong. Aku melihat harta rampasan berupa emas, perak, dan sebagainya yang disusun setinggi bukit. Harta rampasan itu berasal dari pedagang China, Thailand, India, Srilanka, dan sebagainya. Lalu aku pun kembali ke kerajaan Ming.

Wanti kubawa juga ke China karena keluarganya sudah habis terbantai. Pada malam harinya ia duduk diranjang dan menangis didalam kapal, lalu aku memeluknya. Ia pun membalas pelukanku. Aku lalu menciumannya, tangannya langsung memelukku. Lidahnya kali ini bergerak ganas didalam mulutku, liurnya yang semanis gula kuhisap semuanya dan bau harum dari badannya membangkit selera seksku. Kamipun menelanjangkan diri kami masing-masing. Setelah lama berciuman, aku menghisap puting payudaranya. Ia pun mendesah kuat dan menjambak rambutku. Aku lalu bergerak makin bawah dan menjilati pahanya. Pahanya yang seksi dan kecoklatan itu membangkitkan seleraku.

Lalu kami bertukar ke posisi 69. Aku menghisap dan menjilati vaginanya. Ia pun mengulum batang dan biji penisku. Ia pun kejang-kejang dan cairan manis yang pernah kurasa, sekali lagi tumpah ke dalam mulutku. Setelah lama kemudian aku menjilati pantatnya. Pantatnya menjadi basah karena keringatnya dan air liurku. Lidahku masuk kepantatnya seperti cacing kepanasan. Ia pun mendesah, dan setelah itu aku memasukan penisku kepantatnya. Ia berbaring diranjang dan aku mencumbui pantatnya dengan gaya push-up. Tangannya memegang erat tanganku, dan ia mendesah keras karena sakit.

"Ah.. Ah.. Sayangku".

Kujilati punggung dan bahunya serta lehernya yang penuh keringat. Beberapa saat kemudian aku menarik keluar penisku dari pantatnya dan memasukan ke vaginanya. Lalu aku melanjutkan cumbuanku.

"Ah.. Nikmat.. Lagi.. Lagi.. Lagi.. Sayangku"

Mendengar hal itu cumbuan ku makin lama makin ganas. Kedua tanganku menekan bahu dan punggungnya. Cumbuanku membuat ia kelenger lemas di ranjang. Setelah agak lama kedua tanganku berpindah posisi dan meremas payudaranya.

"Uh.. Uh.. Nikmat" desahnya.

Lalu setelah itu akupun membalikkan badannya dan menjepitkan pahanya ke pinggangku. Aku lalu mencumbui vaginanya dengan keras, dan kedua tanganku meremas-remas payudaranya. Ia terus mendesah kuat dan tangannya memegang erat lenganku. Badannya lemas terbaring di ranjang. Tak lama kemudian aku mencapai tahap orgasme dan sperma hangatku memuncrat keluar dalam vaginanya. Aku pun jatuh dan menekan payudaranya. Lalu kami berpelukan. Ia pun bertanya,

"Sayang, apakah kamu mencintaiku?".
Aku menjawab"Tentu saja sayang. Kau akan kukawini setelah kita sampai ke China". Kukecup bibirnya dan ia tersenyum lalu tidur. Setelah itu aku baru mencabut keluar penisku dari vaginanya.

Aku lalu berpakaian dan naik ke atas kapal. Terlihatlah kapal-kapal Majapahit, dan mereka memohon pamit untuk kembali ke Nusantara setelah mengantar kapalku sekian lama. Lalu dalam sekejap, kapal mereka melaju balik dengan cepat dan dalam sekejap mata semua kapal mereka tak terlihat lagi.
Kapten kapal berkata padaku, "Mereka sangat mahir dalam mengontrol kapal mereka".
Aku pun berkata, "Mereka adalah Penguasa Samudra".
readmore>> »»  

Shin Chan X: Pelajaran Dari Mama

Serial kartun Shin Chan sudah tak asing bagi anak-anak, remaja mapun orang dewasa sekalipun. Dalam serial kartun yang rutin muncul da layar televisi itu diceritakan tentang kenakalan anak tunggal dari sebuah keluarga yang bernama Shin Chan. Dalam serial cerita saya, Shin Chan X adalah cerita mirip aslinya tapi khusus untuk dewasa karena mengandung unsur sex.

*****

Sudah satu minggu ini Shin Chan melihat papanya secara diam-diam mengambil botol ungu dari atas lemari obat didapur dan meminum sebutir obat warna merah dari dalamnya. Setiap kali Shin Chan bertanya pada papanya, ia selalu memperoleh jawaban yang tak memuaskan. Shin Chan berpikir bahwa yang diminum papanya setiap akan berangkat kerja itu adalah permen yang sangat enak rasanya dan disembunyikan darinya. Timbullah keinginannya untuk mencoba obat yang dikiranya permen enak itu.

Sepulang sekolah ia langsung kedapur karena lapar. Lalu ia mencoba berteriak memanggil mamanya tapi ia hanya mendengar jawaban samar-samar dari belakang. Mamanya meminta Shin Chan untuk sabar menunggu karena beliau masih sibuk mencuci pakaian. Duduk di depan meja makan pandangannya tertuju pada lemari obat yang ada dipojok dapur. Dilihatnya juga sebuah botol ungu diatasnya.
"Uhh, lapar begini paling enak makan permen dulu ya", katanya dalam hati.
Otaknya berputar mencari cara meraih botol ungu yang terlalu tinggi dari jangkauannya. Akhirnya ia mengambil kursi tinggi dan berhasil meraihnya. Di botol itu tertera "Penis Enlargement", (pembesar kelamin), tapi Shin Chan tak tahu maknanya dan dianggapnya isinya adalah permen manis. Ketika akan membuka didengarnya suara mamanya mulai mendekat ke dapur. Dengan buru-buru ia mengambil 2 butir dari dalam botol itu lalu ditutup dan dikembalikan ketempat asalnya. Sambil mengunyah 2 butir obat yang dikiranya permen itu ia mendorong kursi ketempat semula.

"Hmm, rasanya manis, enak", katanya dalam hati.
"Shin Chan, kamu makan apa?", tanya mamanya ketika melihat anaknya lagi mengunyah sesuatu.
"Permennya Papa", jawab Shin Chan santai tanpa rasa bersalah.
Tanpa memikirkan soal permen itu, mamanya Shin Chan kemudian menyiapkan makan siang Shin Chan. Sejak saat itu bila Shin Chan harus menunggu untuk makan siang ia pasti akan mengambil dan mengunyah permennya Papa tanpa sepengetahuan siapapun. Meskipun tidak setiap hari ia mengambil permennya Papa tapi setiap pengambilan bisa 2 sampai 3 butir. Hal itu ia lakukan selama hampir 3 bulan. Papa Shin Chan yang banyak disibukkan pekerjaan kantor tak pernah curiga akan singkatnya persediaan obatnya karena sering lupa dan selalu membeli lagi setelah habis.

Shin Chan sendiri tak pernah merasakan efek dari obat itu karena ia sama sekali tak mengerti. Efek yang ditimbulkan permen yang dikunyahnya adalah pembesaran alat kelamin pria hanya pada saat ereksi. Oleh karena Shin Chan kecil belum pernah ereksi maka ia pun tak merasakan apa-apa.

Suatu sore hari ketika Shin Chan menonton TV bersama mamanya, ia melihat penyanyi wanita yang hanya mengenakan bikini.
"Ma, Mama, yang nyanyi cantik ya Ma", kata Shin Chan pada mamanya.
"Cantik mana sama Mama?", tanya mamanya.
"Cantik Mama dikit, tapi banyakan penyanyi itu", jawab Shin Chan santai.
"Ehh, Shin Chan nakal ya", teriak mamanya.
"Kalau begitu nanti nggak kubuatkan mie kesukaanmu", sambung mamanya.
"Ma, Mama, buatkan mie-nya dong", rengek Shin Chan berkali-kali tanpa dihiraukan mamanya.
"Mama cantik kok, Mama lebih cantik dari penyanyi itu, sungguh Mama tambah cantik lagi kalau buatin Shin Chan mie kesukaan Shin Chan", rayu Shin Chan pada mamanya.
Akhirnya luluh juga hati mamanya mendengar rengekan dan rayuan anaknya semata wayang itu.
"Iya Shin Chan, Mama akan buatkan tapi nanti ya", ujar mamanya.
"Shin Chan mau sekarang Ma, Mama buatin sekarang dong, Shin Chan lapar sekali", rengek Shin Chan lagi.
Tak tahan mendengar rengekan Shin Chan, mamanya langsung ke dapur dan menyiapkan mie kesukaan Shin Chan.

"He, hehe, Shin Chan akan makan enak", katanya dalam hati sambil menonton goyangan penyanyi-penyanyi cantik di TV.
"Uhh, asyiik cantik-cantik goyang ngebor, ayo terus ngebor", kata Shin Chan dalam hati sambil terus mendekat ke arah TV dengan tengkurap.
Tanpa disadarinya, kemaluan Shin Chan bergeser dengan karpet yang ada dilantai. Semakin asyik, Shin Chan mengikuti irama lagu di TV dan menggerak-gerakkan pinggulnya. Semakin lama ia merasakan rasa yang enak kemaluannya ketika bergesek dengan karpet.
"Uhh, enaak, ayo terus goyang", kata Shin Chan.

Tiba-tiba kemaluan Shin Chan bertambah besar karena ereksi. Semakin lama semakin besar hingga panjangnya sekitar 20 cm, sebuah ukuran panjang kemaluan yang berlebihan untuk anak seusia Shin Chan. Karena celana Shin Chan ukurannya pas-pas-an untuk anak seukuran Shin Chan maka Shin Chan menjerit kesakitan karena kemaluannya yang panjang itu menabrak dan terjepit karet celananya.
"Aduh, Aduh, Mama, Mama sakit Ma", jerit Shin Chan pada mamanya.
Terkejut Mama Shin Chan langsung berlari ke ruang tengah dan mendapat Shin Chan lagi terlentang kelimpungan dengan tonjolan celananya yang sangat besar.
"Kamu kena? Mana yang sakit?", tanya mamanya pada Shin Chan kebingungan.
"Ini Ma, burung Shin Chan kejepit celana, tolong Ma, aduh sakit", teriak Shin Chan sambil meringis dan memegang burungnya.

Sekilas Mama Shin Chan juga melihat tontonan TV yang masih memeprlihatkan goyangan-goyangan erotis dari penyanyinya. Mengertilah Mama Shin Chan tapi tetap heran dengan besarnya tonjolan burung Shin Chan. Untuk mengurangi rasa sakit jepitan celana pada burung Shin Chan maka mamanya melorotkan celana Shin Chan yang lagi terlentang. Bertambah terkejutnya Mama Shin Chan setelah melihat burung Shin Chan yang berdiri tegak dengan ukuran melebihi milik suaminya. Dipegang dan diusap-usap burung Shin Chan oleh kedua tangan mamanya yang lembut.
"Enaak Ma, terus.", kata Shin Chan nakal sambil tersenyum lega.
"Shin Chan, ini akibatnya kalau kamu lihat TV yang seperti gituan", teriak mamanya dengan muka merah dan segera mematikan TV.
"Mama, Mama, maafin Shin Chan.", rengek Shin Chan hampir menangis.
Tapi tetap saja burung Shin Chan berdiri tegak karena usapan mamanya.

Mamanya Shin Chan tahu bahwa untuk menidurkan kembali burung Shin Chan ia harus menyudahi usapannya pada burung itu, tapi karena ia belum pernah melihat dan memegang penis pria sebesar itu maka dengan ia masih tetap berlama-lama menatap dan mengusap burung anaknya. Melihat jam dinding, dengan berat hati ia meninggalkan Shin Chan dan kedapur untuk menyiapkan makan malam suaminya yang akan tiba dari pulang kerja tak lama lagi.

"Ma, Mama, gimana ini, Shin Chan kok ditinggal", teriak Shin Chan.
"Lepas dulu aja celanamu, duduk dan tunggu aja, kalau burungmu sudah tidur pakai lagi celanamu", teriak mamanya dari dapur.
"Hihihi, dingin-dingin empuk", tawa Shin Chan sambil memijat-mijat burungnya sendiri.
Lupa akan perintah mamanya, Shin Chan lari berputar-putar diruang tengah tanpa celana menirukan aksi superhero kesayangannya ketika membasmi kejahatan.
"Hmm, mana monster-monster jahat itu biar kutembak dengan senjata baruku ini", teriak Shin Chan memegang burungnya dan memainkannya bak senjata.
Kelakuan Shin Chan yang belum tahu apa-apa ini, membuat burungnya tetap saja berdiri tegang tak mau segera tidur. Tapi Shin Chan malah senang karena punya mainan baru.

Mama Shin Chan yang telah usai menyiapkan makan malam keluarga, kembali keruang tengah untuk melihat kondisi anaknya.
"Ma, Mama, ayo Ma main superhero lawan monster, Shin Chan jadi superheronya, Mama jadi monsternya ya", teriak Shin Chan pada mamanya.
"Shin Chan kamu kok nakal banget sih, disuruh duduk kok malah lari-lari", teriak mamanya tak dihiraukan Shin Chan yang lagi asyik main dengan berlarian.
Mamanya berusaha menangkap Shin Chan untuk dipaksa duduk tenang, tapi Shin Chan malah menganggapnya bermain-main dan tetap terus menghindar dari tangkapan mamanya lalu sesekali memegang burung dan mengarahkannya pada mamanya sambil beraksi menembak.
"Dor, dor, dor", teriak Shin Chan.

Gemas campur marah mamanya Shin Chan mengancam tak memberinya mie, tapi Shin Chan nakal sudah tak mendengarkan lagi ancaman mamanya yang sudah dianggapnya monster yang berusaha menangkapnya.
"Ayo monster kalau bisa tangkap Super Shin Chan", ujar Shin Chan.
Mendengar kata-kata Shin Chan, mamanya punya akal untuk menangkapnya.
"Awas Super Shin Chan kalau ketangkap akan kuberi pelajaran", kata mamanya Shin Chan berlagak jadi monster.
Lalu mamanya Shin Chan segera mematikan lampu diruang tengah sehingga kondisinya menjadi remang-remang.

"Mama, Mama Shin Chan takut, nyalain lagi lampunya", jerit Shin Chan ketakutan sehingga tak mampu beranjak dari tempatnya berdiri.
Tiba-tiba dua tangan mamanya sudah menangkap tubuhnya dari belakang.
"Hehehe, ketangkap kamu", ujar mamanya Shin Chan dengan suara monster.
"Mama, Mama mainnya sudahan", ujar Shin Chan sambil merobohkan dirinya diatas karpet ruang tengah.
"Mamamu sudah tak ada, yang ada hanyalah monster yang akan memberimu pelajaran", kata mamanya bak monster jahat yang siap menerkam mangsanya.
Merasa tertantang, keberanian Shin Chan muncul kembali mengingat ia punya senjata pamungkas yaitu burungnya yang masih berdiri.

"Super Shin Chan tidak takut sama monster jelek, sini biar kutembak", teriak Shin Chan dengan memegang dan mengarahkan burungnya ke arah wajah mamanya yang mendekat.
"Aku bukan monster jelek tapi monster cantik dan tak takut dengan senjatamu, terimalah pelajaran dariku", ucap mamanya Shin Chan langsung menangkap dan menjilati burungnya Shin Chan yang mengarah kemukanya.
Shin Chan yang tak berdaya melepas tangannya dari burungnya dan terlentang mengaduh"Aduh, aduh, geli Ma, geli Ma".
Tak mendengarkan rintihan Shin Chan, mamanya terus menjilati dan mengulum batang kemaluan Shin Chan. Kuluman maju mundur pada ujung batang kemaluan Shin Chan ia tambahkan kocokan dengan tangannya pada pangkal batang kemaluan Shin Chan.
"Uhh, uuh, mmh, Ma, Ma, en, en, enaak", ucap Shin Chan terbata-bata.

"Teruus Ma, iya gitu, mmh, uhh, lagi Ma, mmff", kata Shin Chan yang membuat mamanya makin mempercepat kuluman dan kocokan pada batang kemaluan Shin Chan.
"Ma, Ma, Sin, Sin, Shin Chan mau.", belum habis ucapan Shin Chan, batang kemaluannya berdenyut hebat mengeluarkan cairan putih dan langsung menyemprot kedalam kerongkongan mamanya.
"Mmmh, mmh.", suara mamanya sambil terus menyedot batang kemaluan Shin Chan dan menelan cairan putih itu seperti menyedot plastik sedotan ketika minum es juice sirsak.

"Mama, Mama kok doyan sih Shin Chan pipisin", ujar Shin Chan setelah lepas mulut mamanya dari batang kemaluannya.
"Shin Chan, itu tadi bukan pipis tapi peluru dari senjata Shin Chan yang harus dimakan oleh monster", kata mamanya Shin Chan dengan kalem.
Bersamaan dengan itu terdengar suara telpon dan ternyata dari papanya Shin Chan yang memberitahu istrinya bahwa ia akan lembur malam ini hingga tengah malam.

Dengan sangat kecewa, mamanya Shin Chan menutup gagang telepon. Ia kecewa karena hasrat nafsunya yang tinggi setelah bermain dengan Shin Chan hingga basah celana dalamnya ternyata tak dapat ia lampiaskan bersama suaminya yang akan pulang larut malam.
"Mama, Mama siapa yang nelpon kita?", tanya Shin Chan yang masih belum bercelana meski burungnya sudah kembali pada ukuran semula.
"Itu tadi papamu, pulangnya akan malam. Kamu cepat pakai celanamu, makan lalu segera tidur", perintah mamanya dengan nada agak keras sambil kembali menyalakan lampu ruangan tengah.

Di kamar tidur, Shin Chan yang bersiap-siap menuju ke pembaringan bercakap-cakap dengan mamanya.
"Mama, Mama besok disekolah akan aku tunjukkan senjataku pada teman-teman".
Mamanya langsung menjawab"Shin Chan kamu tidak boleh menunjukkan senjatamu itu, senjatamu itu hanya boleh kamu tunjukkan sama Mama saja, dan jangan sekali-sekali cerita pada papamu atau orang lain, ngerti?".
"Memangnya kenapa Ma?", tanya Shin Chan tak puas.
"Kalau kamu ceritakan dan tunjukkan sama orang lain, Mama nggak mau lagi main sama kamu dan Mama nggak akan membuatkan mie kesukaan Shin Chan", jawab mamanya yang direspon dengan anggukan oleh Shin Chan.

Ditempat tidur Shin Chan masih bingung dengan apa yang dikatakan mamanya tadi.
"Mama curang, masa senjata kok nggak boleh dikeluarkan, eh tapi kalau nggak dituruti nggak bisa dapat mie dan nggak bisa main, wah nggak asyik".
Gemericik air terdengar oleh Shin Chan dari arah kamar mandi. Shin Chan nakal segera bergegas membuka selimut lalu turun dari tempat tidurnya.
"Uhh, Mama mandi, ngintip ahh, seperti apa sih Mama punya senjata? punyaku kalah nggak ya?", pertanyaan dalam benak Shin Chan.

Didalam kamar mandi yang hanya ditutup separuh itu terlihat mamanya Shin Chan sedang telanjang sambil menunggu tingginya air dalam bathtub. Berdiri bersandarkan dinding kamar mandi tangan kanan mamanya Shin Chan mengusap-usap daerah kemaluannya sendiri dan sesekali memasukkan jari tengahnya kedalam vaginanya. Sementara itu tangan kirinya meremas payudaranya sambil memejamkan mata membayangkan burungnya Shin Chan.

Shin Chan yang sedang mengintip keheranan melihat senjata mamanya yang hanya berupa lubang kecil yang ditumbuhi rambut-rambut halus tanpa ada moncongnya seperti miliknya. Lebih heran lagi ketika melihat payudara mamanya.
"Uhh, Mama punya 2 senjata, tapi kok diatas ya?", pertanyaan dalam benak Shin Chan.
Merasa ingin lebih jelas ia bergerak lebih maju tapi badannya menyenggol pintu kamar mandi sehingga mengejutkan mamanya.

"Shin Chan, kamu kok nakal sekali", teriak mamanya.
Dengan nyengir di bibir Shin Chan berkata"Mama, Mama maafin Shin Chan".
Berhadap-hadapan dengan mamanya yang telanjang, piyama Shin Chan mulai terbuka bagian bawahnya karena tertonjol oleh batang kemaluan Shin Chan yang berdiri mengeras. Hal itu tak luput dari pandangan mamanya.
"Shin Chan kamu haru diberi pelajaran lagi karena nakal, kesini dan buka piyamamu", perintah mamanya.
Shin Chan yang ketakutan hanya menuruti perintah mamanya. Dengan telanjang bulat ia masuk kedalam kamar mandi dan berdiri tepat didepan mamanya.

Dengan tinggi badan Shin Chan, mukanya tepat menghadap pada daerah kemaluan mamanya.
"Mama, Mama mana senjatanya yang seperti punya Shin Chan?", tanya Shin Chan.
"Senjataku nggak kelihatan karena ada didalam, coba lihat", jawab mamanya Shin Chan.
"Mana, nggak kelihatan?", tanya Shin Chan.
"Memang nggak, tapi bisa mengeluarkan peluru, coba rasakan dengan lidahmu", perintah mamanya Shin Chan dengan menarik kepala Shin Chan hingga lidahnya menyentuh bibir vagina mamanya.
"Ohh, Shin Chan rasakan lubangnya dan masukin dengan lidahmu", perintah mamanya.
Lidah Shin Chan akhirnya menemukan lubang vagina mamanya dan tanpa diperintah lagi bergerak-gerak secara bebas dalam liang kenikmatanan mamanya.
"Ahh, terus Shin Chan, lagi, jangan berhenti ohh.", ucap mamanya sambil mendesah keenakan.
Tarikan tangan Mama semakin erat memegang kepala Shin Chan membuat Shin Chan agak gelagapan.
"Cepat Shin Chan, Mama mau keluarin pelurunya, ahh.", desah mamanya sambil menggelinjangkan tubuhnya.
Shin Chan merasakan semprotan kecil yang hangat dari dalam liang kenikmatan mamanya dan berusaha menelannya.

Selepas itu mereka berdua mandi bersama dalam bathtub yang telah terisi air hangat. Berdekapan dengan mamanya, tangan Shin Chan yang nakal meremas-remas payudara mamanya. Shin Chan kecil duduk dipangkuan mamanya, burungnya yang makin mengeras bergeseran dengan perut mamanya. Shin Chan terus meremas semua bagian tubuh mamanya yang sudah merebahkan tubuhnya. Seperti mendapatkan mainan baru, tubuh Shin Chan yang berada diatas tubuh mamanya bergerak keatas kebawah sambil merasakan rasa enak pada bagian burungnya karena bersentuhan dan bergeser dengan tubuh mamanya. Mamanya Shin Chan membiarkan tingkah polah anaknya pada tubuhnya menunggu tertumpuknya hasrat nafsu yang tak akan dibendungnya.

"Shin Chan, ayo kita adu senjata Shin Chan dengan senjata Mama", ajak mamanya Shin Chan.
"Mama, Mama gimana caranya?", tanya Shin Chan bingung.
"Masukin aja senjata Shin Chan kedalam lubang yang Shin Chan masuki lidah tadi, nanti didalam akan beradu sendiri", jawab mamanya menjelaskan.
"Ayo, ayo Ma, diadu, tapi yang kalah tandanya apa Ma?", tanya Shin Chan kembali.
"Yang mengeluarkan peluru duluan yang kalah", jawab mamanya.

Mama Shin Chan kemudian mengatur posisi tubuh Shin Chan yang berada diatasnya agak ke belakang sehingga batang kemaluan Shin Chan tepat berada diatas vaginanya. Dipandu oleh tangan mamanya, ujung batang kemaluan Shin Chan masuk sedikit kedalam lubang vagina mamanya.
"Shin Chan ayo dorong biar masuk terus", ucap mamanya sudah tak sabar.
"Mama, Mama rasanya geli", jawab Shin Chan polos.
Ditariknya tubuh Shin Chan oleh mamanya sehingga seluruh batang kemaluan Shin Chan masuk dalam vagina mamanya.
"Ahh, ah.", desah mamanya merasakan kenikmatan gesekan burung Shin Chan dengan liang kenikmatannya yang lain dibandingkan burung milik suaminya.
"Uhh, mmh, mmff, enaak Ma", kata Shin Chan kegirangan.

"Shin Chan, cepat kamu maju mundur tapi jangan sampai lepas ya senjatamu", perintah mamanya lagi.
Menuruti kata-kata mamanya, Shin Chan terus melakukan gerak maju dan mundur dan semakin lama semakin cepat hingga membuat gelombang yang lumayan dalam bathtub.
"Shh, aah, terus Shin Chan", desah mamanya.
"Mmh, mmff, iya Ma", kata Shin Chan mengiyakan.
Beberapa saat kemudian Shin Chan berkata"Mama, Mama aku mau keluarin pelurunya".
"Tahan Shin Chan.", ucap mamanya sambil mepercepat gerakan tubuhnya untuk mengimbangi gerak maju mundur Shin Chan.
Lalu didekapnya tubuh Shin Chan yang sudah kelihatan tak dapat menahan ejakulasinya.
"Mamaa..", ucap Shin Chan lirih dibarengi rasa denyutan dari batang kemaluannya.
Satu sentakan aliran cairan hangat dari batang kemaluan Shin Chan segera dirasakan oleh dinding-dinding liang kenikmatan mamanya.

Lalu mamanya menggendong tubuh Shin Chan kecil yang sudah didekapnya. Dalam gendongan mamanya yang dalam posisi bediri Shin Chan menguncikan kakinya pada bagia belakang tubuh dan kaki mamanya agar tak jatuh. Dalam gendongan mamanya ini Shin Chan merasakan tubuhnya digoyang keras oleh mamanya sehingga gesekan yang ia rasakan pada batang kemaluannya semakin ia rasakan enaknya. Sehingga meluncurlah peluru-peluru berikutnya tak tertahankan lagi. Sementara itu mamanya juga merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya sehingga iapun mencapai puncaknya. Gelinjang tubuh mamanya seakan tak mau berhenti mengeluarkan segalanya dari dalam liang kenikmatannya yang terdalam.

Setelah melepas gendongan tubuh Shin Chan, mamanya kembali berbaring kedalam bathtub untuk mengistirahatkan tubuhnya. Sementara Shin Chan sambil menangis langsung kembali ke kamarnya setelah mengenakan piyama karena merasa kalah.
readmore>> »»  

Legenda Putri Salju

Dahulu kala di sebuah negeri yang damai, hidup seorang raja yang mempunyai seorang Putri kecil yang sangat cantik. Sayangnya Putri itu hanya sebentar dalam merasakan kasih sayang seorang ibu. Ketika ia masih berumur 9 tahun, ibunya sakit dan tidak dapat di sembuhkan. Dan akhirnya dia meninggal. Untuk menemani setiap malam, sang raja menyunting seorang Ratu dari negeri sebelah yang konon di negeri itu banyak sekali penyihir.

Setelah Sang Putri mendapatkan seorang ibu tiri, hidupnya menjadi sengsara. Walaupun dia tinggal di istana, dia hanya mendapat kasih sayang dari seorang ayah yang selalu sibuk mengurus negerinya. Sang Putri selalu merasa kesepian, sehingga untuk melepas kejenuhannya dia selalu mengurung dirinya di kamar dan bermain bersama binatang peliharaannya.

Suatu hari ketika Sang Putri telah menginjak umur 18 tahun, ayahnya sang raja meninggal dunia karena penyakit keras yang menyerangnya. Setelah sang raja meninggal, tahta raja diambil alih oleh Sang Ratu yaitu ibu tiri Sang Putri yang ternyata dia adalah seorang penyihir yang sangat jahat. Ketika kerajaan dipimpin oleh Ratu itu, kerajaan selalu diliputi oleh kegelapan. Karena Ratu itu hanya merawat kecantikanya, negeri yang dahulu indah dan damai sekarang menjadi kacau balau dan banyak kejahatan di mana-mana. Melihat itu, Sang Putri merasa sedih. Kemudian ia pergi menemui ibu tirinya itu untuk membicarakan tentang negerinya. Tapi Ratu itu malah membentak-bentak Sang Putri dan mengusirnya. Sang Putri merasa sakit hati dan dia langsung mengurung diri di kamarnya.

Permaisuri yang datang dari negeri penyihir mempunyai ilmu sihir yang tinggi. Dikamarnya dia membuat sebuah cermin yang bisa berbicara dan menamakannya cermin ajaib. Cermin itu akan selalu menjawab semua pertanyaan yang diberikan padanya. Suatu hari permaisuri menanyakan siapa wanita tercantik di negeri itu.
"Wahai cermin ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri ini?"
"Tentunya hanya Putri Salju seorang yang paling cantik di negeri ini."
Ketika mendengar jawaban itu, Sang Ratu menjadi murka. Kemudian dia mengutus anak buahnya untuk menyingkirkan dan membuang Sang Putri ke hutan. Kemudian anak buahnya segera melaksanakanya. Mereka mengajak Sang Putri berkuda ke hutan dan meninggalkanya di tengah hutan belantara yang sangat gelap.

Ditengah gelapnya hutan belantara, Sang Putri terus berjalan menyusuri hutan untuk menemukan jalan keluar. Tapi Sang Putri malah menemukan sebuah rumah kayu yang sangat terawat dan banyak di tumbuhi bunga yang amat indah. Ketika dia menemukan rumah itu, dia langsung masuk dan mencari makanan karena telah lelah seharian mencari jalan keluar dari hutan. Saking laparnya dia menghabiskan semua persediaan makanan di rumah itu. Karena kekenyangan terlalu banyak makan akhirnya Sang Putri pun tertidur lelap di rumah itu.

Setelah bangun, Sang Putri terkejut karena itu adalah rumah 7 Kurcaci yang rajin bekerja.
"Hah.. siapa kalian? apakah kalian Kurcaci yang menghuni hutan ini?", kata Putri sambil lalu berdiri.
"Anda betul sekali..! Lalu anda ini siapa?"
"Ohh.. aku adalah Putri dari kerajaan. Aku dibuang oleh pesuruh ibu tiriku.."
"Apakah Tuan Putri tahu letak kerajaan Tuan Putri..?"
"Aku tidak tahu, karena selama di kerajaan aku tidak pernah keluar rumah.."
"Kalau begitu Tuan Putri boleh tingal disini.."
"Dan karena Tuan Putri telah menghabiskan makanan kami, kami ingin dibuatkan kembali makanan kami..", potong salah satu Kurcaci itu.
"Baiklah aku akan membuatkan makanan bagi kalian.."

Kemudian Sang Putri pun bergegas pergi ke dapur dan membuatkan makanan buat Kurcaci itu. Setelah makanannya jadi, para Kurcaci segera menyantapnya bersama dan mereka sangat senang karena makanan itu jauh lebih enak dari makanan yang mereka makan setiap hari.
"Putri, makanan ini sungguh enek sekali.."
"Iya makanannya sangat enak..!"
"Maukah Putri membuatkannya lagi selagi kami bekerja..?"
"Baiklah.. aku akan membuatkannya lagi untuk kalian, dan karena sekarang hari sudah gelap, sebaiknya kalian segera tidur.."
"Baiklah!", sahut mereka bersama.

Malam pun menjelang, Sang Putri tidur terlelap. Tapi bagi para Kurcaci. Mereka semua bersamaan di gelapnya malam. Mereka semua berkumpul di kamar Sang Putri. Dan sepertinya mereka telah merencanaan sesuatu.
"Apa yang sebaiknya kita lakukan?", bisik salah satu Kurcaci itu.
"Kita harus melakukannya bersama", jawab Kurcaci yang lain.
"Baiklah."

Kemudian mereka segera menuju tempat tidur Sang Putri dan mereka melepas pakaian mereka masing-masing dan terlihatlah penis-penis yang telah berdiri dengan ukuran yang besar. Mereka bersama-sama melucuti satu-persatu pakaian Sang Putri. Secara bergiliran mereka menciumi vagina dan payudara Sang Putri yang terlihat sangat indah dan mulus sekali. Kemudian salah satu Kurcaci yang paling tua segera mengambil alih bagian vagina Sang Putri. Dengan menggesek-gesekkan penisnya ke mulut vagina Sang Putri terlebih dahulu Kurcaci itu memulai aksi mereka. Kurcaci itu membuat mulut vagina Sang Putri menjadi basah terlebih dahulu dan kemudian Kurcaci itu mendorong masuk penisnya yang besar ke dalam lubang vagina Sang Putri yang masih perawan itu.

Bercak darah keluar dari vagina Sang Putri ketika Kurcaci itu berhasil memasukan penisnya yang besar. Kemudian Kurcaci itu mulai menggenjot penisnya keluar masuk vagina Sang Putri yang terlihat mulai memerah dan terus mempercepat genjotannya. Beberapa menit kemudian, Kurcaci itu terlihat sudah mencapai puncaknya dan Kurcaci itu pun langsung mencabut penisnya dan langsung mengeluarkan spermanya di tubuh Sang Putri. Spermanya yang kental dan putih itu membasahi hampir seluruh badan Sang Putri.

"Sekarang giliranku..!"
Selama semalaman mereka menggilir Sang Putri yang tertidur pulas karena pengaruh makanan yang dimakannya tadi siang.

Pagi telah menjelang Sang Putri sangat terkejut karena ketika bangun dia melihat tubuhnya telanjang dan dilumuri oleh cairan putih yang ia tidak tahu apakah itu.
"Hah.. apa yang terjadi padaku..!"
Sang Putri melihat ke sekeliling dan dia melihat dia kelilingi oleh para Kurcaci yang tertidur dengan tanpa busana.
"Hey..! Kalian semua bangun..! Apa yang kalian lakukan kepadaku?"
Para Kurcaci itu pun terbangun oleh suara Sang Putri dan semua segera berkumpul dihadapan Sang Putri.
"Maafkan kami Tuan Putri, kamu lupa memberitahu kalau selain kami tak bisa masak kami juga membutuhkan Tuan Putri untuk melampiaskan nafsu kami", jawab salah satu Kurcaci yang paling tua.
"Jika kami tidak melampiaskannya, tempat tidur kami akan rusak setiap malam dan itu disebabkan oleh nafsu kami yang tidak tertahan.", sambung salah satu Kurcaci yang lain.
"Oohh.. jadi begitu.. aku mulai mengerti sekarang.."
"Terimakasih Putri..!", jawab mereka bersama
"Iya, sekarang kalian harus segera bersiap untuk bekerja jangan bermalas-malas"
"Baiklah Tuan Putri."

Sedangkan di kerajaan. Sang Putri masih sibuk dengan kecantikanya. Dia selalu berusaha untuk mempercantik diri dan bertanya kepada cermin ajaib. Tetapi jawaban yang diberikan oleh cermin selalu sama.
"Wahai cermin siapakah wanita tercantik di negeri ini?"
"Tentunya hanya Putri Salju seorang yang tercantik di negeri ini"
"Apakah ada cara untuk membuat aku menjadi yang tercantik?"
"Tentu ada Ratu.."
"Apakah itu?"
"Ratu hanya harus menyingkirkan Putri Salju"
"Baiklah kalau begitu, aku akan membunuhnya..!"

Kemudian Sang Ratu mengutus salah satu anak buahnya yang telah ia sihir untuk mencari Putri Salju dan segera membunuhnya. Kemudian utusan Ratu itu segera pergi ke tempat yang telah di gambarkan oleh cermin ajaib. Setelah berhari-hari utusan itu mencari, akhirnya pada suatu hari ia berhasil menemukan rumah yang digambarkan oleh cermin ajaib. Ia langsung mengetuk pintu dan Sang Putri pun segera membukakan pintu untuk dia.

Ketika pintu dibuka seperti dihipnotis, Sang Putri langsung tak sadarkan diri. Sang Putri langsung melepas celana utusan itu. kemudian ia langsung mengulum penis utusan itu yang berdiri di mulut Sang Putri. Utusan itu sangat menikmati kuluman Sang Putri yang tak sadarkan diri.
"Aahh.. Putri engkau sangat hebat..mmhh.."
Beberapa menit Sang Putri mengkulum penis utusan itu akhirnya utusan itu mencapai puncaknya. Dia mengeluarkan semua spermanya di mulut Sang Putri. Dengan tak sadarkan diri Sang Putri langsung menelan semua sperma di mulutnya. Seketika Sang Putri pun jatuh ke lantai dan ternyata Sang Ratu menyihir utusannya agar spermanya menjadi beracun.

Setelah melihat Sang Putri roboh, utusan itu langsung pergi meninggalkan rumah itu. Dan ketika para Kurcaci pulang, mereka sangat terkejut karena Sang Putri tergeletak di lantai tak bernyawa.
"Ohh.. Putri! Apa yang terjadi dengan anda..!"
"Putri tolong jawab pertanyaan kami..!"
"Semua tenang..!", teriak Kurcaci yang paling tua.
"Dia tak akan apa-apa, karena dia telah sering meminum sperma kita racun yang ada pada tubuhnya tak akan membunuhnya. Kita hanya tinggal menunggu seorang Pangeran dari kerajaan negeri sebelah", lanjut Kurcaci itu.

Kemudian bersama-sama mereka melepas celana mereka dan salah satu dari mereka langsung memasukan penisnya yang sudah berdiri ke dalam lubang vagina Sang Putri dengan maksud untuk melindungi tubuh Putri dari racun yang mematikan.

Dikerajaan Sang Ratu tertawa bahagia karena akhirnya cermin ajaib menyebutkan namanya.
"Wahai cermin ajaib siapakan wanita tercantik di negeri ini?"
"Tentunya Ratu seorang yang paling cantik di negeri ini"
"Akhirnya aku adalah wanita tercantik di negeri ini karena Putri Salju sudah aku lenyapkan dari bumi ini untuk selamanya.. ha.. ha.. ha..!"

Dihutan, para Kurcaci sedang bersedih karena Sang Pangeran belum juga datang. Hari-hari berlalu tapi Sang Putri tetap tidak bangun dan Pangeran tak kunjung datang. Hingga akhirnya dari balik hutan belantara munculah Pangeran sedang mengendarai kuda putih. Pangeran itu amat tampan dan gagah. Pangeran itu adalah putra tunggal dari seorang raja dari kerajaan seberang. Pangeran itu tiba-tiba berhenti karena dia melihat seorang Putri yang sedang terlelap.

Pangeran itu mandekatinya dan alangkah terkejutnya Sang Pangeran karena tidak sehelai pun pakaian menutupi tubuh Putri itu. Kemaluan Pangeran yang semula kecil tiba-tiba membesar ketika melihat tubuh Sang Putri yang tak memakai pakaian. Sang Pangeran langsung turun dari kudanya dan langsung melucuti semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Kemudian dia mendekati Sang Putri dan berbaring di samping tubuh Putri yang telanjang itu. Dengan lembut Sang Pangeran mencium Sang Putri. Sang Pangeran pun ketagihan. Dengan memeluknya erat dia berciuman dengan Sang Putri dengan penis yang terus berdiri. Sang Pangeran bangkit kemudian dia berciuman dengan Putri dengan tubuh diatas tubuh Sang Putri yang putih tak bergerak. Beberapa kali penisnya yang berdiri menyentuh perut Sang Putri.

Ciuman Pangeran beralih menyusuri dada dan perutnya. Dia menciumi seluruh bagian selangkangan Sang Putri. Sang Pangeran kemudian membukakan vagina Sang Putri dengan tangannya dan kemudian dengan lidahnya ia memainkan klitoris Sang Putri tang terlihat sangat merah dan sedikit becek. Sang Pangeran mencoba untuk menyentuh-nyentuhkan penisnya ke mulut vagina Sang Putri kemudian ia menggesek-gesekkan penisnya itu. Sang Pangeran masih belum merasa puas dan ia pun langsung mencoba memasukan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Putri. Sang Pangeran menggesek-gesekan jarinya di mulut vagina Sang Putri terlebih dahulu kemudian ia memasukkan jarinya ke lubang vagina itu.

Lalu Sang Pangeran membasahi dulu penisnya dengan ludah dan langsung mengarahkan penisnya ke arah vagina Sang Putri yang trlihat mulai memerah.
"Baiklah Putri aku akan mengajakmu ke surga.."
Kemudian Sang Pangeran langsung mendorong kemaluannya dalam-dalam hingga semua batang kemaluan Sang Pangeran dilumat oleh vagina Sang Putri. Sang Pangeran kemudian menggoyangkan pinggulnya maju mundur.
"Aahh.. sshh.. Putri, aku akan menemanimu.. sshh.."
Ketika Sang Pangeran asik menggenjot vagina Sang Putri, tiba- tiba mata Sang Putri terbuka dan dia langsung bangkit yang membuat penis Sang Pangeran terlepas dari vaginanya.
"Uuhh.. apa yang terjadi.. eeh..! kamu siapa?"
"Ohh.. aku adalah Pangeran dari negeri seberang, dan aku menemukan Putri sedang tertidur disini.."
"Oohh.. iya sekarang aku ingat.. setelah aku meminum sperma orang itu aku langsung tak sadarkan diri.."

Tiba-tiba dari balik semak-semak keluarlah para kuraci yang habis bekeja. Mereka sangat terkejut sekaligus senang karena Sang Putri telah hidup.
"Pangeran, kaulah Pangeran yang diramalkan akan datang dan akan menyelamatkan Putri Salju, dari sihir Sang Ratu", kata salah satu Kurcaci yang paling tua itu.
"Aku ucapkan terimakasih kepada Pangeran karena telah menyelamatkan aku."
"Iya sama-sama aku sangat senang bisa menolongmu."
"Pangeran, kamu harus melanjutkan kegiatanmu tadi agar sihir dalam tubuh Putri sepenuhnya hilang.."
"Baiklah.."

Kemudian Sang Pangeran pun kembali melanjutkan menggenjot vagina Sang Putri. Ditemani para Kurcaci yang juga telah melepaskan pakaiannya, Pangeran menggenjot dengan penuh semangat dan gairah yang membara. Salah satu Kurcaci yang paling muda meremas sambil menciumi payudara Sang Putri dengan tangan satunya mengocok penisnya yang sudah berdiri. Dengan vagina yang masih di genjot oleh Sang Pangeran Sang Putri mengkulum penis salah satu Kurcaci yang berdiri di samping Sang Putri. Sang Pangeran kemudian mengganti posisinya. Dia menyuruh Sang Putri untuk berbaring di tubuhnya dan Pangeran pun memasukkan penisnya lewat lubang anal.

Dua Kurcaci lainnya memasukan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Putri yang terlihat sudah sangat basah secara bersamaan. Setelah beberapa menit Sang Pangeran melakukan anal sex, akhirnya Sang Pangeran mencapai puncak kenikmatannya. Dia menyemburkan spermanya di dalam tubuh Sang Putri dan Pangeran pun terkulai lemas di samping Sang Putri.

Setelah Sang Pangeran selesai, 3 Kurcaci lainnya segera menggilir lubang anal Sang Putri. Beberapa menit kemudian para Kurcaci akhirnya mencapai puncak kenikmatan mereka. Secara bersamaan mereka mengeluarkan sperma mereka di atas tubuh Sang Putri yang belum orgasme itu. Sperma mereka membasahi seluruh tubuh Sang Putri. Hampir seluruh tubuh Putri berwana putih karena sperma para Kurcaci. Tapi Sang Putri yang belum orgasme terus menusuk-nusukkan jarinya ke lubang vaginanya itu.

Setelah beberapa saat Sang Pangeran terbaring lemas di samping Sang Putri, akhirnya penis Sang Pangeran berdiri kembali. Pangeran segera memeluk Putri dan di saat itu pula Pangeran memasukan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Putri. Beberapa menit Pangeran menggenjot vagina Sang Putri akhirnya mereka mencapai klimaks bersamaan. Diiringi desahan panjang dari mulut mereka, keduanya saling mengeluarkan cairan dari kemaluan mereka.
"Aahh..!!"

Mereka terbaring lemas dengan tubuh penuh dengan peluh.
"Putri, kamu sangat hebat.. aku tak menyangka kamu sehebat itu.."
"Itu berkat bantuan para Kurcaci itu.."
Ketika hari sudah menjelang malam, mereka semua berkumpul untuk merencanakan untuk mengembalikan kerajaan kepada Putri Salju. Mereka semua sepakat untuk mengerahkan semua kemampuan mereka membantu Sang Putri mendapatkan kembali tahta kerajaan.

Kemudian esok hari akhirnya tiba. Mereka semua sudah siap dan dalam perjalanan menuju kerajaan Sang Ratu. Sesampainya disana, Sang Ratu terlihat sangat histeris karena melihar Putri Salju masih hidup.
"Hah..! Mengapa kamu masih hidup..!"
"Pangeran ini telah menyelamatkan hidup saya.."
"Iya..! sekarang kamu harus menyerahkan kerajaan ini kembali kepada Putri.."
"Apa..! Tidak pernah..! Kamu harus bisa mengalahkan aku..!"
"Baiklah aku akan menghadapimu demi Putriku.."

Sang Ratu langsung melepas semua pakaiannya dan membuka lebar selangkangannya. Sang Pangeran pun mendekati Sang Ratu dan langsung menusukkan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Ratu.
"Ratu terimalah seranganku ini..!"
Selama beberapa menit mereka melakukan pertempuran di singgasana raja yang indah. Hingga singgasana menjadi rusak karenanya. Setelah 1 jam mereka bertempur, dengan kegagahan Sang Pangeran akhirnya Sang Ratu mengaku kalah. Dia mengalami orgasme terlebih dahulu dibanding Pangeran. Dan dengan berat hati Sang Ratu menyerahkan singgasana kepada Putri.

Akhirnya kerajaan kembali tentram. Mereka akhirnya menikah dihadiri oleh seluruh warga negeri. Hari-hari berlalu, Sang Pangeran dan Sang Putri hidup bahagia di kerajaan itu.
readmore>> »»